Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 128


__ADS_3

Keesokan paginya mereka telah berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi, dan hanya tinggal Alex dan Meri saja yang belum datang, Daffa baru saja datang namun tidak sengaja ia menyenggol wanita di malam acara pernikahan Alex dan Meri. namun seperti biasa Daffa masih terlihat kaku bahkan untuk meminta maaf saja ia tidak bisa mengucapkannya ketika di hadapkan dengan wanita itu.


Alex meminta Meri agar mandi dengan mencuci rambutnya karna ia tidak ingin teman-temannya melihatnya gagal dalam malam pertamanya.


"Sayang kamu mandi jangan lupa cuci rambutmu ya"


"Kenapa mas"


"Biar orang-orang tau kalau aku dengan kamu sudah melakukan malam pertama semalam"


"tapi kita kan belum melakukannya mas"


"iya aku tau, makanya aku memintamu agar mencuci rambutmu"


"Meri mengikuti apa yang Alex katakan walaupun ia merasa bingung dengan maksud suaminya itu"


Alex dan Meri keluar dari kamar mereka, mereka turun menuju ke bawah untuk sarapan pagi dan ternyata Angga sekeluarga dan Ken sudah menunggu mereka berdua.


Angga memberi kode ke Ken dengan kakinya.


"Kelihatannya mereka berhasil melakukan malam pertamanya Ken" bisik Angga


"Gak mungkin Angga, aku tau Alex hanya menyuruh Meri untuk mencuci rambutnya agar bisa menipu kita"


"Benarkah?"


"iya aku yakin kalau mereka belum melakukan malam pertama"


Agita dan Gina tersenyum saling berbisikan juga seperti Angga dan Alex.


"Akhirnya Meri bobol juga Agita, wuaa Alex mencetak gol dong"


"hussstttt Jangan bicara seperti itu nanti mereka akan malu gin"


"Kenapa harus malu kan mereka sudah menikah sudah sah"


"Suatu hari nanti kamu pasti akan merasakannya Gin"


Alex dan Meri bergabung bersama dengan mereka untuk sarapan pagi Alex tersenyum namun dalam hatinya ia ingin membunuh kedua sahabatnya itu karna menggagalkan malam pertamanya bersama dengan istrinya.


"Wuaaa ada yang sudah bela duren yaa,"


"Husstt kamu ngomong apa sih gin"


"Gimana Meri malam pertamamu apa berjalan dengan baik?"


Meri terdiam dengan menundukkan kepalanya malu-malu,ia tidak menjawab apa yang teman-temannya lontarkan, semua itu Alex yang menjawabnya.


"Menurut kalian bagaimana?"

__ADS_1


"Benarkah? kamu mencetak gol semalam?" Tanya Gina dengan semangat


"ya seperti itu mungkin"


"Kalian sampai berapa ronde mainnya mer?"


"Mungkin sampai kita berdua kelelahan" Jawab Alex.


Karna tidak ingin ketahuan kalau malam pertama mereka gagal Alex menjawab semua pertanyaan Gina, ia tidak mengizinkan Meri menjawab semua pertanyaannya.


"Sudah Gina, kasian Merinya"


"Aku kan hanya bertanya, gak apa-apa kan mer"


"iya gak apa-apa"


Makanan untuk sarapan pagi telah siap kini mereka semua menikmatinya dengan sedikit mengobrol namun Angga masih belum percaya kalau Alex bisa mencetak gol semalam.


"Tenang saja Angga, Alex itu sudah gagal dalam malam pertamanya jadi kamu gak usah mencari tau lagi"


"Tapi..."


"Kamu gak percaya padaku?"


"Okey aku percaya padamu Ken"


Sedangkan Alex terus memasang kupingnya untuk mendengarkan percakapan kedua sahabatnya itu, rasanya Alex ingin memukul kepala kedua sahabatnya namun ia mencoba mengendalikan emosinya, jika ia tidak bisa mengendalikan emosinya mereka akan merasa senang karna berhasil menggagalkan malam pertamanya.


Setelah sarapan Angga memberikan hadiah pernikahan untuk Alex karna hadiah yang ia beritahukan semalam adalah kado yang berisikan hanya permen saja. dan itu hanya untuk menggagalkan malam pertama Alex sahabatnya sekaligus asistennya itu.


Angga memberikan sebuah hadiah pernikahannya yaitu honeymoon selama 3 bulan dengan biaya kantor.


"Benarkah ini bos?"


"iya aku memberikan hadiah ini untukmu dan pergunakan dengan sebaik mungkin, jangan sampai aku mendengar kata gagal dalam malam pertamamu lagi"


"Siap bos, makasih hadiahnya"


"ingat pergunakan dengan sebaik mungkin karna hadiah ini gak akan ada lagi"


"Baik bos" ucap Alex dengan begitu bahagia ia tidak menyangka mendapatkan hadiah dari bosnya.


Setelah Angga memberikan hadiahnya kini Agita pun memberikan hadiahnya pada Meri dan juga Alex.


"ini hadiah dariku buat kalian semoga kalian menyukainya" ucap Agita dengan memberikan sebuah kado kecil kepada Meri dan juga Alex


Ketika mereka membuka kadonya Alex dan Meri tarkagum-kagum, mereka tidak percaya akan mendapatkan hadiah rumah dari Agita.


"ini beneran mbak?"

__ADS_1


"iya beneran mer, itu adalah hadiah pernikahan kalian dari aku" ucap Agita.


Meri berdiri mendekati Agita lalu memeluknya Meri terharu dengan kebaikan Agita


"Terima kasih mba"


"iya Meri" ucap Agita sambil mengelus-elus tangan Meri yang sedang memeluknya.


Alex dan Meri tidak menyangka akan mendapatkan hadiah begitu mahal dari bos dan nyonya sultan mereka.


Setelah selesai adegan Angga dan Agita memberikan hadiah ke Alex kini giliran Ken sebagai sahabat Alex. "aku juga punya sesuatu untukmu Lex"


"Apa ini Ken?"


"itu adalah hadiah pernikahan dariku untukmu Lex"


Alex membuka kado itu yang di dalamnya hanya berisikan permen saja "Gak salah Ken koq aku hanya di beri permen saja sih"


"iya biar kamu selalu ingat aku ketika membelikan permen ke Meri dan juga anakmu kelak"


"Aaaa aku pikir apa, pada hal aku sudah mengharapkan hadiah yang bagus" ucap Alex


"Gak usah berharap banyak Lex, syukuri apa yang aku berikan padamu"


Namun ketika Alex mau mengambil permen dari dalam kado itu untuk di berikan ke istrinya tiba-tiba ia mendapatkan kejanggalan di dalamnya, sampai akhirnya ia mengambil benda yang tertanam di dalam permen itu, betapa terkejutnya ternyata sebuah kunci mobil sport.


"Beneran Ken?"


"Menurutmu"


"Wuaaa terima kasih sobat kamu memang sahabat yang pengertian"


"Jangan memujiku Lex, aku gak suka dengan di puji"


"iya..iya aku tau itu, terima kasih hadiahnya kalian memang sahabat yang terbaik di dunia ini"


"Tuh kan pada hal aku sudah bilang jangan memuji" ucap Ken


"Tapi kali ini biarkan aku mengatakannya karna kalian adalah sahabat terbaikku buatku dalam hidupku" ucap Alex dengan memeluk Angga dan juga Ken.


Ketika ia mendekati Agita dan ingin memeluk Agita, pandangan Angga langsung tertuju ke arah Alex dan sebelum Alex memeluk Agita. Angga langsung memeluk Alex.


"ingat Lex selain aku dan anakku gak ada yang bisa memegang istriku selain aku dan juga anaku"


"Sekali saja bos, tanda terima kasihku pada Agita"


"Gak, aku gak akan mengizinkanmu Lex"


Setelah penyerahan hadiah pernikahan untuk Alex dan juga Meri, mereka kembali ke rumah mereka masih-masing, namun Alex dan Meri langsung pergi ke rumah yang di hadiahkan oleh Agita.

__ADS_1


Alex dan Meri pergi menuju ke rumah yang di belikan Agita untuk mereka dengan mengendarai mobil sport hadiah pernikahan dari Ken. setelah sampai mereka memeriksa setiap sudut rumah dan semua lengkap dengan isinya juga.


Alex dan Meri kini mempersiapkan pakaian mereka. yang akan mereka bawah selama mereka pergi honeymoon hadiah pernikahan dari Angga.


__ADS_2