
Agita yang tidak mengetahui kalau ternyata yang keras menempel di belakangnya ternyata milik Angga.
Agita merasa kasian melihat wajah Angga yang sedang menahan hasratnya, bahkan miliknya tetap tegang tapi Agita tidak bisa melakukan apa-apa karna saat ini Deon terus memeluknya.
Agita sadar sudah 6 bulan dari ia hamil mereka belum pernah melakukan hubungan suami istri.
Angga menatap wajah Agita.
"Sayang apakah kamu gak bisa melakukannya sekali saja?" tanya Angga pada Agita.
"Kamu lihat sendiri mas, Deon tidak mau melepaskan pelukannya kepadaku, bagaimana bisa kita melakukannya kalau seperti ini"
"Ya sudah kalau begitu" ucap Angga dengan bangun dari tidurnya dan berdiri
"Kamu mau kemana mas?"
"Aku mau ke kamar mandi"
"Mau ngapain?"
"Mau ngurus si boy, kasian dia sudah menderita" ucap Angga dengan pergi ke kamar mandi
Agita yang mendengar apa yang Angga katakan terlihat sedih, bahkan Agita merasa bersalah karna tidak bisa memenuhi kewajibannya.
"Maaf kan aku mas" ucap Agita dengan memeluk Deon putranya.
Agita tidak bisa tidur karna memikirkan Angga
"Kenapa dia lama Skali di dalam kamar mandi?! apa yang dia lakukan di dalam sana sampai begitu lama"
Agita yang merasa khawatir terhadap suaminya mencoba melepaskan pelukan putranya, namun semakin Agita berusaha melepaskan Deon malah mengeratkan pelukannya.
Dalam keadaan sedang hamil Agita sudah tidak seperti dulu lagi yang begitu lincah tapi sekarang bergerakpun dirinya sedikit susah, merasa sesak dan kecapean.
Beberapa menit kemudian Angga keluar dari kamar mandi, ia menatap Agita yang sudah tertidur bersama dengan Deon putranya.
Angga mendekati dan tidur di samping Agita. ketika Angga memeluk Agita. tiba-tiba Agita terbangun
"Maafin aku mas, gak bisa memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri" ucap Agita dengan memegang tangan Angga.
"Iya gak apa-apa sayang, kita masih bisa melakukannya di lain waktu demi anak kita" ucap Angga dengan memegang perut Agita.
Tiba-tiba Angga yang memegang perut Agita merasakan pergerakan dari anaknya yang berada di dalam perut Agita
"Dia bergerak sayang"
__ADS_1
"Iya mas"
"Apa dia juga merasa sedih karna aku tidak bisa menjenguknya sayang!"
Agita langsung memukul tangan Angga sambil tersenyum
"Dasar kamu mas, kamu gak lihat kalau di dekat kita itu ada Deon putra kita, nanti kalau sampai dia mendengarkan apa yang kita ucapkan bisa berabe mas"
"Deon kan sedang tidur mana bisa dia mendengar kita"
"Sabar ya mas"
"Iya aku sabar, selalu saja ada yang menghalangiku untuk menjenguk anakku"
"Gak ada yang menghalangimu sayang, hanya waktu saja yang belum tepat buat kamu menjenguknya"
Demi menyenangkan Angga. Agita memanggilnya sayang karna ia tau apa yang Angga rasakan saat ini.
Angga tersenyum bahagia ketika mendengar Agita memanggilnya sayang, rasanya ia ingin menciumi seluruh tubuh Agita namun itu tidak mungkin, karna yang akan tersiksa nanti adalah dirinya jika hasratnya mengguncang lagi.
Angga menatap wajah Agita, lalu ia mencium dahi, kedua pipi dan juga bibir milik Agita dengan lama.
"Aku sangat mencintaimu dan aku akan selalu menjagamu apapun itu bahkan nyawaku pun akan ku berikan untuk menjaga dan membahagiakanmu"
Angga melepaskan ciumannya dan menempelkan dahinya dan dahi milik Agita. walaupun Angga sulit untuk memeluk Agita karna perutnya yang sudah membesar.
"Jangan memaksa mas, nanti anak kita marah dan gak mau di jenguk oleh Daddy nya lagi"
Angga yang mendengar ucapan Agita yang awalnya ia menatap wajah Agita. langsung mengalihkan tatapannya ke arah perut Agita.
"Maafin Daddy ya sayang, Daddy gak ada maksud buat nyakitin kamu Daddy hanya ingin memeluk mommy kamu" ucap Angga dengan sambil mengelus-ngelus perut Agita.
"Gak ada respon dari anak kita mas, apa dia marah sama kamu mas?"
"Benarkah ? dia gak bergerak untuk merespon yang aku ucapkan"
"Iya mas"
Angga mulai merasa khawatir mendengar yang Agita katakan
"Sayang, maafin Daddy ya, Daddy gak ada maksud buat nyakitin kamu Daddy hanya ingin memeluk mommy kamu untuk mengobati rasa kangen Daddy untuk menemui kamu sayang"
Tetap tidak ada respon dari anak mereka yang masih berada di dalam perut Agita, yang tinggal beberapa bulan lagi akan lahiran.
"Sayang apa yang kamu rasakan, apa dia bergerak sayang?"
__ADS_1
"Masih sama mas, tidak ada respon dari dia"
Angga bangun dan langsung duduk dengan mengelus-ngelus perut Agita lagi tapi Angga mengelusnya sambil mencium perut Agita.
Angga melakukannya beberapa kali untuk mengambil hati anaknya yang belum lahir itu agar tidak marah kepada dirinya.
Jika sampai tidak ada respon pergerakan dari anaknya Angga benar-benar merasa bersalah dan akan membuat Angga sulit untuk menjenguk anaknya nanti.
"Sayang, jangan gini dong, tolong maafin Daddy ya. Daddy tau kalau Daddy salah tapi itu Daddy lakukan karna Daddy benar-benar kangen ingin menjenguk kamu" ucap Angga dengan mulai menyerah
Agita yang melihat Angga mulai menyerah merasa kasian. Agita menatap perutnya dengan mengelus perutnya.
"Sayang, gak boleh seperti itu mommy gak suka loh"ucap Agita dengan menasehati buah hatinya yang masih berada di dalam kandungannya
Setelah Agita mengatakannya tiba-tiba bayi mereka bergerak dan gerakan itu di rasakan oleh Angga. karna tangan Angga sedang berada di perut Agita.
"Lihat sayang, anak kita bergerak, berarti dia sudah tidak marah lagi kepadaku" ucap Angga dengan gembira
"Iya sayang" jawab Agita sambil tersenyum
"Tunggu!!" ucap Angga sambil berfikir
"Kenapa sayang?"
"Kenapa dia bergerak ketika kamu yang ngomong, kenapa dia tidak bergerak saat aku ngomong. apakah dia sengaja mau menjahiliku" ucap Angga dengan terus menatap perut Agita.
Agita tertawa mendengar apa yang Angga katakan, Namun Agita pun berfikir kenapa saat Daddy nya yang memohon untuk minta maaf tak ada respon sama skali dari anaknya yang masih dalam kandungannya.
"Sudahlah mas, gak usah di perpanjang lagi aku sudah mulai ngantuk dan yang penting anak kita gak marah karna sikap egois Daddy nya"
Angga yang mendengar ucapan Agita, langsung menatap Agita.
"Aku gak egois sayang, dan aku juga gak sengaja melakukannya, karna aku lupa kalau kamu sedang hamil, makanya aku ingin memelukmu tapi itu menghalanginya sehingga aku sedikit memaksa agar bisa memelukmu dengan erat"
"Alasan kamu mas, kamu sengaja kan karna kesal gak bisa menjenguk anak kamu"
"Mungkin itu juga salah satunya sayang"
"Tuhkan ngaku juga kamu mas"
"Buahahaha bohong sayang, gak mungkinlah aku melakukan hal seperti itu, jika aku melakukannya sama saja aku ingin menyiksamu dan juga anakku. kalau aku sampai melakukannya Daddy macam apa aku yang menyiksa istri dan anakku hanya keegoisanku" ucap Angga dengan memeluk Agita
Waktu sudah menunjukan pukul dua dini hari dan pasangan suami istri itu masih memperdebatkan masalah Angga yang gak bisa menjenguk anaknya.
"Sudah mas, aku mau tidur, sudah ngantuk benar-benar udah ngantuk aku"
__ADS_1
"Ya sudah kita tidur saja" ucap Angga dengan memeluk Agita walaupun perut Agita tidak memperbolehkan mereka berpelukan sepenuhnya karna sudah membesar.