
Malam telah tiba, saatnya mereka untuk makan malam, seseorang membuka pintu kamar mereka berencana untuk membangunkan mereka tapi seseorang itu tersenyum ketika melihat keluarga kecil itu tertidur pulas tanpa ada beban apapun.
"Sehat selalu buat kalian" ucap seseorang lalu ia pergi dan menutup kembali pintu kamar.
Seseorang itu menuruni anak tangga menuju ke dapur.
"Mereka masih tertidur pulas, nanti mereka bangun kamu panaskan kembali makanannya"
"Baik nyonya" ucap pelayan di rumah Angga
Wanita yang berada di rumah Angga saat ini adalah ibunya, Ny.Amel. ia datang ke rumah Angga dengan sengaja tanpa memberitahu ke putranya ataupun menantunya. Ny.Amel mendengar jika menantunya tidak baik-baik saja dan ia tau jika Angga sibuk dengan pekerjaannya di kantor.
Ny.Amel sengaja datang kerumah mereka untuk menjaga menantunya yang sedang hamil cucu keduanya.
30 menit setelah Ny.Amel melihat mereka, kini Agita terbangun dari tidurnya karna perutnya terdengar mulai lapar. ketika Agita hendak turun dari tempat tidur saat itu Angga terbangun dari tidurnya.
"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Angga.
"iya" jawab Agita
Angga melihat jam yang berada di atas nakas yang sudah menunjukan pukul 19:30. Angga melihat putranya yang masih tertidur dengan gemesnya Angga tidur kembali di dekat sang putra dengan memeluk sang putra. sehingga membuat Deon terbangun karna pelukan Angga yang begitu erat.
Deon membuka matanya dan melihat siapa yang memeluknya begitu erat sehingga membuatnya tak bisa bergerak lagi.
"Daddy..." panggil Deon
"Kamu sudah bangun sayang?"
"Daddy.." Deon menyebut nama Angga
"Kenapa sayang, Daddy membangunkanmu?"
"Gak Daddy"
"Kalau begitu tidur lagi" ucap Angga dengan lebih mengeratkan pelukannya.
"Deon gak bisa bergerak dan bernafas dad"
Angga langsung membuka kedua matanya dan menatap wajah putranya.
"Apa?! kamu gak bisa bernafas, kenapa? apa kamu sakit sayang?" ucap Angga dengan penuh kekhawatiran dengan tetap memeluk Deon putranya.
Agita yang keluar dari kamar mandi sedari tadi mendengar obrolan dua lelakinya. Agita mendekati Angga lalu memukul lengan sang suami.
__ADS_1
"Deon bukan sakit tapi..." sebelum Agita melanjutkan omongannya. Angga langsung memotong dengan ucapannya.
"Kalau ia tidak sakit trus ? dan kenapa juga kamu memukulku sayang, sakit tau"
"Deon gak bisa bernafas karna kamu terlalu memeluknya dengan erat mas"
Angga yang saat ini menatap Agita, mengalihkan tatapannya ke Deon.
"Maafkan Daddy sayang, kenapa kamu gak kasih tau Daddy dari tadi"
"Dia ingin memberitahumu tapi kamu selalu memotong omongannya dan tetap memeluknya dengan erat"
"Benarkah?" tanya Angga dengan menatap putranya
Deon menganggukkan kepalanya.
"Astaga, maafkan Daddy sayang" ucap Angga dengan memeluk Deon kembali namun Angga tidak dapat memeluknya karna Deon sadar kalau Daddy nya akan memeluknya kembali maka ia bangun dari tempat tidur dan pergi ke Agita.
"Kamu mandi saja, kita akan makan malam bersama"
"Baik mom"
"Sayang kenapa kamu menghindari Daddy"
"Daddy janji gak akan memeluk kamu seperti tadi sayang, sini kiss dulu Daddy"
"Tapi aku masih mau mandi dad, dan Daddy juga harus mandi"
"Apa kamu bilang, jadi kamu gak mau Daddy menciummu karna Daddy belum mandi. hmmm" ucap Angga dengan turun dari tempat tidurnya, dan mendekati Deon putranya.
Deon langsung menghindari Angga Daddy nya. dan sebelum pergi Deon mencium pipi Agita. yang saat ini Agita tengah duduk di kursi meja riasnya.
"Muachhh.. Deon pergi mandi dulu mom"
"iya sayang"
"Eee kenapa hanya mommy saja, kenapa kamu menghindari daddy?!" ucap Angga dengan mengejar Deon
"karna Daddy belum mandi" teriak Deon dengan pergi keluar
Angga yang mengejarnya hanya sampai di pintu kamar saja, lalu ia menutup kembali pintu kamarnya dan menyandarkan tubuhnya di pintu dengan melipat kedua tangannya tepat di dadanya sambil menatap sang istri yang sedang duduk di kursi meja rias dengan memakai baju mandi.
Angga senyum-senyum melihat istrinya yang sedang memakai perawatan wajahnya, Angga mendekati Agita. lalu memeluknya dari belakang
__ADS_1
"Kamu sudah terlihat cantik tanpa polesan itu sayang" ucap Angga dengan mencium pipi sang istri.
Dengan pelan Angga mulai mencium leher sang istri dan tak lupa juga tangannya mulai beraksi. namun dengan cepatnya Agita menahan tangan sang suami yang mulai membuka ikatan baju mandinya.
"Mas, aku mau menyiapkan makan malam, dan aku juga belum stabil mas. aku takut nanti menyinggung perasaan kamu"
"aku gak apa-apa sayang, dan aku juga gak akan tersinggung dengan apapun juga" ucap Angga dengan percaya diri.
Setelah Angga menjawab ucapan Agita. Angga memegang kedua pundak sang istri lalu melanjutkan niatnya yang tertunda. dengan pelan ia mencium seluruh wajah Agita. dan kini Angga memegang bibir Agita. dan mencoba mendekatkan bibirnya ke bibir Agita. namun ketika bibir mereka saling bersentuhan Agita tidak bisa menahannya dan Agita mendorong Angga dengan keras.
Agita berlari menuju ke kamar mandi dan "Uuueeek, uueekk" Agita mual dengan mengeluarkan cairan dari mulutnya.
Angga yang mendengar suara istrinya yang mual, ia bergegas pergi ke kamar mandi dengan memijit belakang sang istri.
"Kamu gak apa-apa sayang"
"Aku gak apa-apa mas" ucap Agita dengan mencuci mulutnya.
"Nanti kamu istrahat saja, biar aku yang menyiapkan makan malam"
"Kamu mandi saja mas" ucap Agita dengan mendorong tubuh suaminya.
Angga yang mendengar ucapan sang istri membuatnya senyum-senyum malu.
Agita yang melihat tingkah sang suami menjadi bingung "Kamu kenapa mas, senyum-senyum seperti itu"
"Kamu gak usah pura-pura sayang, suamimu ini sudah paham" ucap Angga dengan menarik pinggang sang istri, sehingga saat ini posisi mereka. Angga memeluk Agita.
"uueeekk.. uueekkk" Agita gak bisa menahan mualnya
Angga mulai berfikir Agita selalu mual ketika ia memeluknya. dengan pikirannya yang kemana-mana. Angga menaruh tangannya tepat di depan mulutnya, lalu ia mengeluarkan nafasnya dengan keras agar nafasnya memantul ke tangannya.
"Gak bau" ucap Angga dengan berfikir keras "Lalu kenapa dia mual ketika aku ingin mencium bibirnya" ucap Angga.
Angga masih berfikir dengan tetap berdiri di tempatnya, sedangkan Agita terus mual di kamar mandi.
Ny.Amel yang mendengar suara orang yang sedang mual ia langsung masuk ke dalam kamar putranya dan menantunya. Ny.Amel melihat Angga yang sedang bengong sedang Agita terus mual, dengan kesalnya Ny.Amel memukul pundak putranya.
"Apa yang kamu pikirkan" ucap Ny.Amel dengan memukul pundak putranya.
Angga terkejut dan langsung melirik orang yang memukulnya.
"Mami kapan datangnya?" tanya Angga pada orang tuanya, namun Ny.Amel tidak menanggapi pertanyaan Angga melainkan ia menatap Angga putranya dengan tatapan membunuh sambil tangannya memijit belakang Agita menantunya.
__ADS_1