Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 144 (Part2)


__ADS_3

Dalam perjalanan Angga terus memikirkan apa yang di katakan Alex, selama ini ia hanya melakukannya di tempat satu saja, dan dirinya ingin mencobanya apa yang di katakan Alex.


Apa yang Alex katakan terus muncul di pikirannya.


"Kalau aku melakukannya sampai meliburkan pembantu yang ada di rumah, bisa-bisa mami akan marah besar kepadaku dan melarang ku bertemu dengan Agita bagaimana?" ucap Angga dengan memikirkan dampak dari perbuatannya.


Angga sampai di rumah, ia memarkirkan mobilnya Angga menggaruk kepalanya ketika ucapan Alex selalu muncul di kepalanya.


Angga melihat istrinya dari dalam mobil, istrinya yang saat ini sedang berdiri di teras rumah mereka menunggu dirinya pulang.


Angga tersenyum melihat istrinya yang begitu cantik dengan memakai baju hamil yang terus memperhatikan mobil dirinya.


Angga turun dari mobilnya sambil tersenyum ke arah istrinya, Agita pun membalas senyuman itu dengan memegang perutnya dan satu tangannya merapikan rambutnya yang menutupi sedikit wajahnya.


Angga mempercepat langkah kakinya agar sampai pada istrinya, setelah sampai di hadapan istrinya. Angga memeluk istrinya dengan mencium dahi milik istrinya dan tak lupa ia mengelus-elus perut sang istri yang saat ini mulai terlihat membesar.


"Apa kabar anak Daddy, kamu gak nakal kan, gak nyusahin mommy kamu kan sayang?" tanya Angga dengan sedikit membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan perut sang istri.


"Gak Daddy, aku gak nakal koq aku selalu jadi anak baik yang tidak menyusahkan mommy" jawab Agita dengan mengubah suaranya seperti suara anak kecil.


Angga yang mendengar jawaban dari Agita dengan suara yang lucu, Angga tersenyum sambil menatap istrinya.


"Makasih sayang sudah menungguku"


"Iya sayang"


Ketika Angga berpelukan dengan sang istri tiba-tiba.

__ADS_1


"Apakah kamu membawa apa yang mami pesan tadi?"


Angga yang mendengar suara maminya, terkejut.


"Mami" ucap Angga lalu ia berjalan mendekati maminya dengan mencium pipi sang mami


"Mami tanya sama kamu mana pesanan mami, Angga?"


"Angga lupa mi" ucap Angga dengan tersenyum manis semanisnya agar maminya gak memarahinya


"Gak usah senyum seperti itu karna saat ini kamu gak semanis yang dulu"


Mendengar apa yang maminya katakan Angga terdiam bahkan senyuman di wajahnya hilang begitu saja.


"Daddy koq senyuman Daddy kelihatan aneh, seperti di paksain gitu" ucap Dion


"Itu bukan di paksain sayang tapi itu ciri khas Daddy, nanti kalau Deon udah besar seperti Daddy jangan lupa senyum seperti itu yaa"


"Tapi Deon gak suka dad, senyumannya kelihatan jelek" ucap Deon


Ny.Amel dan Agita mendengar percakapan antara ayah dan anak itu menahan tawa.


"Nenek setuju dengan apa yang kamu katakan Deon. kamu gak perlu mengikuti senyuman yang jelek itu" ucap Ny.Amel


"Mi, koq gitu sih ngomongnya, senyum Angga kan bagus bahkan ketampanan Angga nambah loh mi"


"Buahahahaha nambah Gimana, yang ada kamu terlihat jelek Angga" ucap Ny.Amel dengan tertawa

__ADS_1


"Lihat Deon nenek menertawakan Daddy, dan nenek mengatakan kalau Daddy jelek"


"Nenek Daddy gak jelek, Daddy tampan dan keren nek" ucap Deon pada sang nenek


Angga yang mendengar apa yang di katakan Deon putranya tersenyum, dengan gayanya yang percaya diri di perlihatkan kepada sang mami dan sang istri.


"Daddy memang tampan dan keren, tapi kalau gak senyum seperti itu sih"


Wajah Angga berubah yang tadinya tersenyum Berubah datar, Angga menatap putranya dengan wajah yang bingung karna sikap Deon kepadanya.


"Buahahahaha nenek tau kalau Deon punya pikiran sama dengan nenek" ucap Ny.Amel dengan tertawa terbahak-bahak.


"Udahlah, aku capek mau mandi dan istrahat" ucap Angga dengan meninggalkan mereka yang tertawa


"Kamu mau kemana mas"


"Mau ke kamar, dan kamu, Daddy gak akan memberikanmu mainan lagi" ucap Angga dengan menatap Deon


"Deon kan udah bilang kalau Daddy itu ganteng dan keren tapi kalau gak senyum seperti itu"


"Udahlah Angga terima saja apa yang putramu katakan"


Dengan tidak mendapatkan pembelaan Angga pergi meninggalkan mereka.


"Mommy sama nenek kenapa tertawa"


"Sini cucuk nenek yang paling ganteng dan juga pintar dari Daddy"

__ADS_1


Deon mendekati neneknya tapi saat ini neneknya tidak bisa menggendong karna Deon sudah terlihat besar.


__ADS_2