
Agita terus memaksa ibu tin agar memberitahukan padanya siapa laki-laki yang baik itu. namun Bu tin tetap tidak mengingat siapa nama laki-laki itu.
Agita pergi meninggalkan Bu tin Dengan pergi ke restoran tempat ia dulu bekerja, Agita berencana menemui Gina sahabatnya dan juga Meri teman-temannya yang bekerja di restoran itu.
Setelah sampai di restoran itu Agita pergi menemui mereka di ruangan yang menjadi tempat untuk mereka istrahat ketika pengujung tak ramai.
Agita menemukan bahwa mereka berkumpul di tempat itu, ketika mlihat Meri dan Gina Agita langsung memeluk mereka sehingga membuat mereka terkejut dengan tingkah Agita yang tiba-tiba memeluk mereka.
Gina dan Meri bersamaan melihat ke arah Agita berdiri. dan siapa sangka Gina dan Meri berteriak sambil langsung memeluk Agita.
"Apa kabar kau git?"
"Mba Agita gimana kabarnya, apa baik-baik aja mba?"
"Oh iya kau dari mana saja git?"
"Mba anaknya mana mba, kan waktu itu mba sedang hamil?"
"Jawab git" ucap Gina sedangkan Meri hanya diam saja menunggu jawaban Agita atas pertanyaan mereka.
"Bagaimana aku bisa menjawab kalian menanyakannya bergantian bahkan aku bingung mau menjawab yang mana" ucap Agita sambil tersenyum
"Astaga Agita aku benar-benar merindukanmu" ucap Gina pada Agita sahabatnya
"Aku juga sangat merindukan mba Agita" ucap Meri pada Agita
"Iya aku juga merindukan kalian semua makanya aku datang kemari"
Agita memeluk Gina dan Meri bergantian dan Agita juga menanyakan apakah Bu Yeni masih saja galak seperti dulu
__ADS_1
Dengan polosnya Meri menjawab pertanyaan Agita.
"Iya mba Agita, bahkan Bu Yeni selalu memarahi kita hanya karna kesalahan kecil saja"
Ketika mereka tenga asyik mengobrol tiba-tiba Bu Yeni datang menghampiri mereka. dan Bu Yeni terkejut adanya Agita di tempat itu.
"Siapa yang mengizinkan kalian mengobrol di sini?,jika tidak ingin gaji kalian di potong segera bekerja melayani pengunjung restoran" ucap Bu Yeni
"Baik Bu Yeni" ucap Gina dan Meri bersamaan sedangkan Agita hanya diam saja.
Namun Bu Yeni tidak diam saja ketika melihat Agita, ia mengatai Agita lagi seperti dulu.
"Kau sedang apa di sini?" tanya Bu Yeni
namun Agita tak menjawab pertanyaan Bu yeni
Agita hanya tersenyum sambil berjalan meninggalkan Bu Yeni.
Bu Yeni yang tidak terima karna di abaikan oleh Agita, ia mengejar Agita. sehingga di saat Bu Yeni membentak Agita semua pengunjung menatap mereka berdua.
Dan di saat itu juga Angga dan Alex sedang berada di restoran itu, mereka melihat ke arah suara yang ribut, Angga melihat bahwa wanita itu adalah Agita sehingga ia menyebutkan nama Agita membuat Alex malas karna setiap kali Angga melihat wanita yang rambutnya dan juga tubuhnya yang mirip seperti Agita pasti Angga menyebut nama Agita bahkan ia berteriak memanggil wanita itu dengan sebutan Agita sambil mengejarnya.
"Siapa lagi yang kau lihat seperti Agita Nggaa?"
"Agita Lex.."
"Udahlah Ngga, ikhlaskan Agita pergi dan bukalah lembaran baru dengan wanita lain Ngga"
"Tapi beneran Lex, dia adalah Agita coba kau lihat"
__ADS_1
Dengan malasnya Alex melihat wanita yang ribut itu dan Alex terkejut apa yang di katakan Angga adalah benar.
"Angga, itu Agita atau hanya orang yang mirip Agita saja Ngga?"
"Fillingku itu adalah Agita Lex"
Angga dan Alex mendebatkan itu Agita atau bukan sedang wanita itu sedang ribut, di mana Bu Yeni mengungkit masa lalu Agita, dan melarang Agita untuk datang ke restoran itu, namun Agita tetap cuek saja iya berjalan ke meja yang kosong dan duduk di tempat itu.
Bu Yeni yang merasa di abaikan rasanya iya ingin menjambak rambut Agita. namun Bu Yeni tidak mungkin melakukan itu di depan umum.
"Apa kau tuli Agita?, aku melarangmu masuk ke restoran ini"
"Maaf Bu Yeni aku datang kemari untung makan siang bukan hanya duduk saja"
"Tapi aku tidak Sudi jika ada seorang wanita murahan datang ke restoran ini"
mendengar ucapan Bu Yeni Angga mengepalkan kedua tangannya rasanya Angga ingin menampar mulut wanita itu yang berani mengatakan kalau Agita adalah wanita murahan.
"Maaf Bu Yeni aku bukanlah wanita seperti itu dan tolong jaga ucapan anda Bu. oh iya Bu Yeni kan adalah seorang manager di sini seharusnya Bu Yeni bersikap lebih berwibawa dan menjadi contoh untuk bawahannya bukan seperti ini"
Bu Yeni yang mendengar ucapan Agita rasanya ia ingin merobek mulut Agita yang sok mengajarinya arti wibawa. tapi Bu Yeni tak bisa menahannya ketika ia ingin menampar Agita tiba-tiba tangan Bu Yeni di pegang seseorang dan orang itu adalah Daffa Abang angkat Agita yang datang bersama dengan Zio dan juga Deon.
Angga berjalan ke arah Agita dan Bu Yeni untuk menahan tangan Bu Yeni yang ingin menampar Agita namun apa yang Angga dapatkan sebelum ia mendekati mereka tiba-tiba ada seorang laki-laki lain datang dan menolong Agita untuk mencegah tangan wanita itu menampar agita. dan itu membuat langkah Angga terhenti.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.
🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.
__ADS_1