Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 110


__ADS_3

Adit berhasil melakukan tugasnya dengan baik, seperti janji Alex ia akan memberikan pekerjaan kepada Adit. Alex telah memberitahukan kepada bosnya bahwa Alex akan bekerja sebagai sekretaris Angga dan Anggapun setuju dengan hal itu karna menurutnya dengan adanya sekretaris bisa membantu dirinya untuk mengontrol perusahaan. setelah Lusi berhenti Alex harus mengambil posisi sebagai asisten sekaligus sekretarisnya.


"Jadikan Adit sebagai sekretarisku Lex, aku gak mau kamu sakit"


"Tumben si bos perhatian" ucap Alex


"Aku hanya tidak ingin kamu sakit, nanti kamu sakit siapa yang akan menggantikan aku bertemu dengan klien di luar"


"Bos gak ada perasaan"


"Kamu ngomong apa? sudah berani melawan, apa kamu sudah bosan dengan pekerjaanmu Lex?"


"Hehehehe, gak bos aku hanya bercanda" jawab Alex


Setelah Angga menyetujuinya Alex memberikan fasilitas ke Adit dari apartemen sampai mobil namun Adit menolak semua itu baginya mendapatkan pekerjaan sudah membuatnya bersyukur.


"Kenapa kamu menolak semua fasilitas kantor?" tanya Alex


"maaf pak Alex, saya tidak bisa menerimanya karna saya tidak berhak mendapatkan itu semua"


"tapi gak apa-apa Adit. semua ini adalah milik kantor"


"Maaf pak, jika membahas karna pekerjaan saya yang kemarin menurut saya mendapatkan posisi sebagai sekretaris di perusahaan Golden Group sudah membuat saya bahagia dan bersyukur pak"


"okey, kalau itu mau kamu yang penting aku sudah menawarkan tapi kamu menolaknya Adit"


"iya pak, sekali lagi terima kasih"

__ADS_1


"iya sama-sama, dan jangan lupa besok adalah hari pertama kamu masuk kerja jangan sampai kamu terlambat"


"Baik pak"


"ya sudah, jangan lupa besok jangan sampai terlambat"


"Siap pak Alex"


Alex meninggalkan Adit, dan Adit pun kembali ke rumahnya dengan membawa sedikit uang hasil dari kerjanya menyingkirkan Alisa. seperti biasa Adit membelikan makanan kesukaan ibunya dan juga adiknya.


*****


Setelah Angga melamar Agita di ulang tahunnya dan Agita menerima lamaran itu, membuat Angga ingin pernikahannya di percepat ia tidak ingin berlama-lama lagi, keluarga sepakat sehingga di selenggarakan sebulan lagi namun Angga membantah ia ingin pernikahannya di selenggarakan seminggu lagi dan itu membuat keluarga terkejut mereka tidak menyangka kalau Angga menjadi orang tidak sabaran.


"Ada apa sih Angga, koq seminggu sih"


"iya mami tau tapi kan"


"gak ada alasannya mi, Angga mau pernikahan Angga di selenggarakan seminggu lagi" ucap Angga dengan meninggalkan orang tuanya.


Dengan permintaan Angga seminggu membuat mereka sibuk dengan persiapan pernikahan Angga dan Agita. dari dekorasi, ruangan bahkan tempat untuk di adakan prewedding mereka.


Menurut pandangan orang-orang bagi Angga itu hanyalah hal kecil namun, namun bagi Agita berbeda pendapat dengan Angga. Agita ingin ia sendiri yang mengurus semua tanpa harus membebankan orang lain dan itu membuat Angga tak habis pikir ia ingin Agita tidak terlalu capek.


"Kamu istrahat saja gak usah ngurusin pernikahan kita, cukup mereka saja yang mengurusnya" ucap Angga dengan entengnya


"Mas ini pernikahan kita dan aku gak mau pernikahan kita orang lain yang mengurusnya apa lagi backgroundnya dan ruangannya aku mau aku yang memilihnya mas"

__ADS_1


"iya kamu yang memilih tapi mereka yang bekerja sayang"


"Gak, aku ingin kita yang mengurusnya"


Angga tidak ingin beradu mulut dengan Agita sehingga Angga mengalah dengan permintaan Agita. "Baiklah kalau itu mau kamu, tapi kamu harus menjaga kesehatanmu aku gak mau ketika hari H itu tiba kamu jatuh sakit karna capek"


"tenang aja mas, aku bisa menjaga kesehatanku"


"Aku percaya padamu" ucap Angga dengan mencium kepala Agita sambil mengusap-ngusap kepala Agita."Aku hanya khawatir aku gak mau kamu sakit, kalau kamu sakit bagaimana aku bisa merawatmu kalau hari pernikahan kita seminggu lagi, pasti gak di izinin mami sama papi kalau aku nemenin kamu belum sah" ucap Angga dengan tatapan penuh sayang


"iya mas, tenang aja ya" ucap Agita dengan memegang tangan Angga


"Aku percaya sama kamu tapi kamu harus ada yang membantu aku gak mau kamu yang mengerjakannya sendiri"


"iya mas, aku akan mengajak Gina dan Meri membantuku"


"baiklah, aku akan menghubungi mereka"


Agita menahan Angga agar tak menghubungi mereka, " gak apa-apa mas biar aku yang menghubungi mereka"


"Baiklah, ingat jaga kesehatanmu dan jangan memaksa mengerjakannya sendiri, jika kamu mengalami kesulitan hubungi aku atau kamu telfon aku nanti kita sama-sama yang mengurusnya"


"Gak usah mas" ucap Agita dengan mendorong Angga agar kembali ke tempat kerjanya.


Angga pergi meninggalkan Agita. karna ada yang harus ia selesaikan pekerjaannya, agar sisanya bisa ia serahkan ke Alex dan Adit.


Setelah Angga pergi Agita mengambil handphonenya untuk menghubungi Gina dan Meri agar membantunya mempersiapkan semua sebagai panitia. Agita juga tak lupa menghubungi abangnya agar datang di hari pernikahannya. karna kesibukkan Daffa ia tidak bisa hadir di hari ulang tahun Agita, namun ia tetap memberi ucapan pada Agita melalui Video call dan ia juga selalu mendoakan kebahagiaan adiknya Agita.

__ADS_1


__ADS_2