Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 141 (part2)


__ADS_3

Agita hanya pasrah saja dengan apa yang suaminya katakan, karna menurutnya berdebat di depan umum tidaklah baik untuk dirinya dan suaminya, apalagi saat ini suaminya adalah CEO semua orang mengenalnya bahkan banyak orang yang menghormatinya. Selama masih dalam area rumah sakit Agita menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya dan tak lupa juga Agita menggantungkan tangannya di leher suaminya.


Orang-orang terus menatap mereka, menikmati pemandangan yang begitu romantis di depan mata mereka. beberapa petugas rumah sakit memberikan hormat kepada mereka dengan menundukkan kepala mereka.


Angga sesekali menatap istrinya yang terlihat malu, bahkan ia membisikan, jika dirinya siap kalau Agita harus mencium wajahnya tak perlu dada bidangnya, seketika wajah Agita di angkat menatap wajah sang suami yang terlihat tersenyum bahagia.


Agita begitu lega ketika telah sampai di mobil mereka, dengan pelan Angga menurunkan istrinya dari gendongannya.


Agita dan juga mertuanya Ny.Amel masuk kedalam mobil dan Anggapun masuk ke dalam mobil. Angga menghidupkan mobilnya dan dengan santainya ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. saat ini baginya keluarga adalah prioritas utamanya terutama istrinya yang sedang hamil.


45 menit jarak yang mereka tempuh dari rumah sakit ke rumah Angga. kini mereka telah sampai, Angga memarkirkan mobilnya di depan pagar rumahnya karna menurutnya ia akan pergi ke kantor karna ada pertemuan dengan pemegang saham, namun Angga tetap meluangkan waktunya dengan mengantarkan sang istri dan maminya ke dalam rumah ketika turun dari mobil Angga bergegas mendekati Agita.


"Kamu kenapa turun mas, bukankah kamu harus ke kantor?"


"Aku akan berangkat ke kantor setelah melihatmu istrahat di kamar"


"maksud kamu apa mas?"


Tanpa aba-aba Angga langsung menggendong Agita.


"Mas apa-apaan kamu"


"Aku mau mengantarmu sampai ke dalam rumah" ucap Angga dengan mulai melangkah menuju ke dalam rumah


"Tapi mas, ini sudah sampai di rumah dan aku bisa jalan kaki"


"Gak, kamu harus banyak istrahat"


Ny.Amel langsung menatap Agita dan menganggukan kepalanya seolah Agita harus menerima semua perlakuan Angga kepadanya.


Kini mereka telah sampai di ruang tamu Angga menurunkan Agita dari gendongannya dan memegang kedua pipi Agita.


"Aku akan pergi ke kantor nanti selesai pekerjaanku, aku akan cepat pulang"


"Hmmm" ucap Agita dengan menganggukan kepalanya


"Selama aku tidak di rumah kalau kamu membutuhkan sesuatu jangan mengambilnya sendiri tapi panggil lah mereka pelayan"


"iya mas"


Setelah mendengar apa yang Agita katakan, Angga mencium kepala Agita dengan lama dan tak lupa juga ia mencium perut Agita sambil mengatakan


"Jangan membuat mommy kamu sakit ketika Daddy tidak di sampingnya ya nak, nanti kalau udah ada Daddy terserah kamu mau ngapain dan mau minta apa, tapi untuk hari ini karna Daddy bekerja kamu harus biarkan mommy kamu istrahat saja okey" ucap Angga dengan mengusap-usap perut sang istri.

__ADS_1


Agita yang mendengar apa yang Angga katakan, dirinya tersenyum.


"Baik Daddy, aku janji gak akan menyusahkan mommy" ucap Agita dengan menjawab perkataan Angga dengan menirukan suara anak kecil. ia tidak menyangka lelaki yang ia kenal begitu kejam, memiliki sisi yang baik dan penyayang.


"Aku berangkat dulu sayang" ucap Angga dengan mencium pipi Agita dan tak lupa juga mencium bibir sang istri, iya selalu melakukannya akhir-akhir ini.


"Hati-hati mas"


"hmmm, kamu yang harus hati-hati, ingat jangan terlalu capek"


"iya maaaassss, udah berangkat sana nanti kamu telat rapatnya"


"tapi melihatmu rasanya koq aku gak ingin pergi ke kantor yaa"


"Mas" panggil Agita dengan tersenyum


Ny.Amel yang di abaikan oleh mereka yang sudah dari tadi berdiri, tersenyum melihat keromantisan mereka berdua yang merasa dunia hanya milik putra dan menantunya, dan yang lainnya hanya sebagai makhluk yang tak terlihat


Ny.Amal membisikan ke Angga


"Sudah pergi sana, nanti kamu telat dan rapatnya gak jadi lagi"


"eh maaf mi, aku gak lihat ada mami di sini"


"Gak mi"


"Maksud kamu mami gak kelihatan seperti hantu begitu"


"Gak mi, aku hanya bercanda" ucap Angga dengan mendekati maminya, lalu mencium pipi Ny.Amel


"Ya udah aku pergi ke kantor dulu, mi aku titip Agita Jangan sampai dia capek mi"


"Sana pergi Angga, kamu gak perlu ngasih tau mami karna mami pasti bakal jaga menantu dan cucu mami"


"Iyalah, Angga gak meragukan mami lagi karna Agita adalah menantu kesayangan mami kan"


"Tuh kamu tau, jadi jangan macam-macam kamu dengan menantu mami"


"Koq mami lebih belain Agita dari pada aku sih"


"mami gak perlu belain kamu karna kamu bisa jaga diri kamu sendiri"


"mami juga gak boleh belain Agita karna aku yang belain dia" ucap Angga yang gak mau kalah dari maminya.

__ADS_1


"Mami mau jaga dia dari kamu bukan orang lain, paham?!" ucap Ny.Amel dengan melototkan matanya


"Astaga, mata mami sudah beraksi, ya udah sayang aku berangkat dulu" ucap Angga sekaligus ia pamit ke istrinya, sebelum pergi Angga mencium kedua wanitanya yang berharga itu di pipi


"Hati-hari di jalan mas" teriak Agita dengan melambaikan tangannya dan di balas oleh Angga.


Sepasang suami istri itu terlihat begitu berbunga-bunga, dan terlihat dari raut wajah mereka dan mata mereka yang berbinar-binar, jika saat ini mereka saling mencintai bahkan tak ingin di pisahkan. rasanya mereka ingin terus bersama-sama, selalu berdampingan kemanapun dan di manapun.


Angga tersenyum terus di dalam mobil, bahkan tiba di kantornya pun ia senyum-senyum sendiri mengingat istrinya yang begitu cantik.


Semua karyawan perusahaan Golden Group terdiam ketika melihat CEO mereka tersenyum, beberapa karyawan penasaran dengan hari ini, dan ada juga yang memuji ketampanan Angga ketika tersenyum.


"Pak Angga begitu tampan ketika tersenyum" ucap salah satu karyawannya


"Tapi sayang, Senyuman itu hanya bisa kita lihat sesekali saja ketika mood pak Angga lagi baik"


"Dan aku iri kepada istrinya pak Angga, karna istrinya bisa melihat senyuman itu setiap pagi, bangun tidur, sebelum tidur"


"Bener ucapan kamu, dan beruntungnya nona Agita bisa mendapatkan pak Angga, walaupun dulu ada mantannya yang mencoba mengganggu rumah tangga mereka"


"iya, tapi aku selalu mendukung nona Agita dari pada kekasihnya pak Angga dulu, nona Agita cantik, natural, baik dan ramah kesemua orang gak seperti kekasihnya dulu"


"Kalau aku sih gak memihak siapa ya, karna aku berharap pak Angga menjadi milikku dulu, tapi emang aku gak bisa milikinya"


"Buahahahahaha, jangan mimpi kamu Rin, pak Angga bukan sembarang orang yang bisa di dekati"


"Aku tau, itu juga dulu kalau sekarang aku ikhlas pak Angga bersama dengan nona Agita. karna nona Agita orang baik, gak semua loh istri bos itu baik dengan karyawannya apalagi karyawan seperti kita"


"Iya Rin, aku setuju"


"Pak Angga kamu membuat jantungku berdebar lagi"


Mia menatap Rini temannya itu, ia tidak menyangka jika Rini menyukai pak Angga.


"Udah gak usah ngehalu untuk dapatin pak Angga karna pak Angga sudah menemukan ratunya"


"Iya aku tau Mia, kamu koq cerewet banget ngerusak kehaluan aku aja kamu" ucap Rini kepada Mia


"Kamu sih halunya udah terlalu nanti sakit loh Rin"


"Mana ada, kan sekarang aku udah punya yang baru"


"Haaaaa" Mia menganga ketika mendengar apa yang temannya katakan kalau Rini sudah mendapatkan gebetan yang baru, tapi Mia gak tau siapa itu. ketika ia ingin menanyakannya Rini pergi bekerja dan meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2