
Setelah kepergian Angga dan Deon putranya, Agita bersiap-siap berangkat ke DG MALL. Agita sampai ke DG MALL ia berrjalan- jalan mengelilingi setiap ruangan yang berada di DG MALL.
Namun Agita mendengar keributan di dalam MALL nya yaitu di bagian pakaian. dari kejauhan Agita melihat seseorang sedang memarahi karyawannya, sebagai pimpinan di DG MALL Agita berjalan mendekati keributan itu.
"Ada apa ini ?" tanya Agita dengan menatap karyawannya
"ini bu, mba itu mencoba pakaiannya yang ia suka, semuanya di coba dan di berantakin di lantai Bu, saya sudah menegurnya dengan baik-baik namun mba nya marah-marah" jawab karyawannya
Agita menatap wanita yang di maksud karyawannya, dan betapa terkejutnya Agita ternyata wanita yang di maksud karyawannya adalah Bu Yeni manager di restoran waktu ia bekerja dulu. dan lebih mengejutkan lagi ternyata Bu Yeni tidak sendirian ia di temani oleh alisa. ternyata Alisa dan Bu Yeni adalah teman akrab.
"Wah wah kau lagi, gimana rasanya menjadi orang kaya pasti enak kan?!" ucap Bu Yeni
"Mungkin bisnisnya dan uangnya hasil dari jualan diri sama laki-laki lain, apalagi kalau laki-laki hidung belang berapapun di minta pasti di kasih" ucap Alisa
"Benar apa yang kau katakan Alisa, tapi tunggu dulu dia kan putri dari konglomerat itu kan?"
"iya, mungkin saja ia sudah tidur sama ayah angkatnya sampai di jadikan putrinya"
Agita mendengar apa yang di ucapkan Alisa ia mengepalkan kedua tangannya.
"Tutup mulutmu Alisa"
"kenapa kau marah, apa kau takut kalau semua orang bakal tau apa yang kau lakukan di luar sana"
Agita menarik nafasnya dan mengeluarkan kembali nafasnya, iya merilekskan emosinya agar tidak ke pancing dengan wanita yang tidak tau malu itu.
Agita membantu karyawannya mengatur pakaian dan mengembalikan pakaian pada tempatnya semula. namun dengan Agita tidak merespon kata-kata yang di lontarkan oleh mereka, membuat mereka emosi.
Sehingga membuat alisa dan juga temannya yaitu Bu Yeni mendekati Agita dengan mengata-ngatai kalau Agita adalah wanita murahan, wanita yang rela menjual dirinya hanya demi uang.
Agita mendengar ucapan Alisa ia membalikan tubuhnya sehingga berhadapan dengan Alisa dan juga Bu Yeni. Agita mendekati Alisa dengan tersenyum.
"Apakah kau tidak salah mengatakan semua itu?!"
"Maksud kau apa Agita?!" tanya Alisa
"Dasar wanita murahan" ucap Bu Yeni
Agita yang mendengar ucapan Bu Yeni ia menatap Bu Yeni sambil melipatkan kedua tangannya di dadanya dengan tersenyum.
"Apakah aku harus mengatakannya semua disini?!"
"Apa yang ingin kau katakan?!"
"Aku ingin mengungkapkan semua tentang kalian, sama seperti kalian mengungkapkan tentang diriku"
Bu Yeni menjambak rambut milik Agita. "Katakan saja semua apa yang kau ketahui tentang kami berdua, kau pikir mereka akan percaya dengan ucapanmu haaaa"
__ADS_1
Agita melepaskan tangan Bu Yeni yang berada di rambutnya dengan memutar tangan Bu Yeni.
"kalau aku sampai mengatakan semua tentang kalian sama saja aku seperti kalian" ucap Agita dengan tersenyum
"Lepaskan aku apa yang kau lakukan Agita, aauuu sakit" teriak Bu Yeni kepada Agita agar Agita melepaskan tangannya.
Agita melepaskan tangan Bu Yeni dengan sedikit mendorong Bu Yeni. Agita kembali menatap Alisa dan mendekatinya lebih dekat lagi.
"Yang menjadi wanita murahan itu aku atau kau?" tanya Agita pada Alisa.
"Ya kau lah, jelas-jelas kau menjual diri kepada tunanganku Angga Hendrawan.
"udah ngaku aja kalau kau itu memang wanita murahan" tambah Bu Yeni
Agita mendengar apa yang di katakan oleh mereka hanya tersenyum, kalau mau di tanyakan dalam dirinya sebenarnya ia malas meladeni orang-orang yang seperti mereka. tapi Agita harus meladeni mereka karna mereka menginginkannya.
"Emangnya aku salah Angga Hendrawan kan adalah suamiku, jadi sudah tugasku melayaninya dalam batin dan sudah menjadi tugasnya menafkahi diriku dalam ekonomi" ucap Agita dengan tegas.
"Dasar wanita murahan, wanita tidak tau diri, wanita perusak hubungan orang" ucap Alisa dengan suara yang meninggi.
"Sebenarnya yang merusak hubungan orang itu siapa, jelas-jelas kau yang merusak rumah tanggaku, dengan mendekati laki-laki yang sudah beristri"
"Tapi dia adalah tunanganku"
"Kau adalah tunangannya sebelum dia menikah denganku, tapi dia sudah menikah denganku kau bukanlah tunangannya melainkan wanita murahan hanya karna harta kau mengejarnya" ucap Agita dengan menunjuk wajah Alisa.
Keributan itu mengundang para pengunjung DG MALL dengan memperhatikan mereka, semua orang menatap mereka sambil berbisik-bisik bahkan mereka terkejut mendengar bahwa pemilik DG MALL adalah istri dari Tuan Angga Hendrawan orang yang terkaya di kota ini.
"Lihatlah, dan ingatlah wajah wanita ini ia rela menjual dirinya demi mendapatkan apa yang dia inginkan termasuk pasangan kalian" ucap Agita.
"Tutup mulutmu wanita murahan" ucap Alisa
"Kau yang tutup mulut wanita murahan"
Ketika Alisa mengatakan sesuatu dengan menyebutkan Agita wanita murahan, salah satu seorang ibu mendekatinya dan menampar wajah Alisa.
"Tutup mulutmu menantuku adalah wanita baik-baik, dia beda dari wanita yang lain termasuk kau, dan ingat putraku tidak akan salah memilih wanita yang di jadikan istrinya, kau seharusnya sadar kenapa putraku tidak menikahimu tapi dia lebih memilih Agita, karna kau adalah wanita yang tidak baik" ucap ny.amel selaku ibu kandung Angga Hendrawan.
"Para pengunjung aku selaku orang tua Angga Hendrawan mengklarifikasi bahwa apa yang di katakan wanita ini tentang menantuku adalah bohong" ucap ny.amel kepada semua pengunjung DG MALL dan juga semua karyawan yang bekerja di DG MALL.
Agita berjalan mendekati ny.amel
"Mami, mami tidak apa-apa kan?"
"Mami tidak apa-apa sayang, mami hanya sedikit emosi Karna mereka sudah berani menghina dirimu"
"Aku gak apa-apa mi"
__ADS_1
Ny.amel menatap Alisa dengan wajah tidak suka "lihatlah, ini adalah perbedaannya antara kau dan menantuku" sekali lagi ucap ny.amel
Agita menghubungi pihak keamanan yang ada di DG MALL, agar datang di lantai 2.
tidak lama kedua pihak keamanan datang dengan memberi hormat dengan membungkukkan tubuh mereka ke Agita.
"Ada yang bisa kami bantu nona?"
"Kalian usir kedua wanita ini, dan ingat jangan pernah izinkan mereka berdua masuk ke MALL ini lagi" ucap Agita dengan tegas.
"Baik nona"
Kedua keamanan itu menyeret Alisa dan Bu Yeni, namun mereka melawan tidak ingin di seret.
"Lepaskan, kami bisa keluar dengan sendiri" ucap Alisa
Pihak keamanan menatap Agita. apa yang harus mereka lakukan.
Agita menganggukan kepalanya agar keamanannya mebiarkan mereka berjalan sendiri tanpa harus di seret.
"Awas kau Agita, lihat saja nanti" ucap Alisa dengan mengancam
namun mendengarkan apa yang di ucapkan Alisa Agita hanya tersenyum saja. kedua pihak keamanan terus menyeret mereka agar cepat keluar dari gedung DG MALL.
Setelah selesai permasalahannya pengunjung dan karyawannya bekerja seperti biasanya.
"Mami kenapa gak bilang ke Agita kalau mau datang ke sini?"
"Mami mau memberikan kejutan padamu, tapi malah mami yang mendapatkan kejutannya" ucap ny.amel sambil tersenyum
"Ngomong-ngomong kemana cucuk mami?"
"Deon ke sekolah mi"
"Jadi cucuk mami udah masuk sekolah?"
"iya mi"
"Apa boleh mami mengantarkan Deon ke sekolah dan menjemputnya di sekolah?"
"Boleh mi, dengan senang hati".
Agita dan ny.amel mengobrol tentang cucuknya Deon. putra pertama dari putranya yaitu Angga hendrawan.
"Lepasin kami"
"Maaf nona kami hanya menjalankan perintah dari pimpinan kami"
__ADS_1
"Persetan dengan pimpinan kalian" ucap Alisa sambil berteriak-teriak seperti orang yang sedang sakit jiwa.
Sedangkan kedua pihak keamanan pergi kembali ke tempat mereka semula. mereka meninggalkan Alisa dan juga Bu Yeni setelah mereka keluar dari DG MALL dan gak membuat ulah di dalam lagi.