
Malam telah tiba jalanan terlihat begitu ramai dan begitu berisik dengan berbagai macam bunyi mesin kendraan, semua orang bersiap-siap untuk pulang rasanya mereka ingin merebahkan tubuh mereka di tempat tidur, begitupun dengan Agita ia bergegas pulang namun kali ini ia masih berjalan kaki di pinggiran jalan sambil menendang setiap botol atau kaleng minum yang ia temukan di jalanan, ia memikirkan masa depannya nanti, kehidupannya nanti bersama dengan ibunya dan adiknya.
dirinya menabung sisa-sisa dari gajinya setelah di gunakan, dan uang yang slalu di berikan Angga suaminya ia tidak ingin bergantung atau berharap pada suaminya meskipun suaminya selalu memberinya uang setiap bulannya.
Agita yang merasa kakinya sudah mulai lelah ia memanggil taksi agar mengantarkan pulang ke rumah suaminya. tak menunggu lama hanya beberapa menit Agita telah sampai di rumah di antarkan taksi. Agita melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah tetapi sebelum masuk ia mengecek garasi mobil Angga, dan melihat mobil Angga belum juga datang Agita tersenyum dan segera masuk menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket, sebelum kedatangan Angga suaminya. ia bergegas mandi secepat mungkin hanya 10 menit waktu yang di gunakan Agita untuk mandi, mengganti pakaian lalu menuju ke tempat tidur dengan cepatnya ia memejamkan matanya. namun Agita tidak bisa tidur karna ia masih memikirkan kejadian yang semalam perasaannya tercampur aduk ada rasa kesal dan juga ada rasa malu, bagaimana tidak malu dirinya hanya diam saja ketika suaminya menciumnya. Agita berguling-guling kesana kemari mengingat kejadian itu seakan tempat tidur itu miliknya di rumahnya sendiri sampai akhirnya Agita terjatuh dari tempat tidur.
"aaauuuuu sakit, kenapa aku jadi seperti ini" Agita mencoba bangun dan naik ke atas ranjang kembali ia memaksa matanya agar segera terpejam, segera tertidur ia tidak ingin bertemu dengan suaminya itu. enam puluh menit pun berlalu Agita masih belum bisa memejamkan matanya ia tetap memaksanya sampai akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari kamar mengambil air minum di ruang dapur. Lima langkah lagi Agita sampai di ruangan dapur namun langkahnya terhenti ketika mendengar ada mobil masuk ke garasi, Agita tak berfikir panjang lagi ia segera kabur dari tempatnya menuju ke kamar sebelum suaminya sampai di kamar ia memejamkan matanya seakan dirinya telah tidur.
Angga berjalan menuju ke kamarnya hari ini ia benar-benar capek dan sedikit kesal karna seharian ini ia harus melakukan beberapa kali pertemuan dengan pemegang saham untuk kontrak dalam bekerja sama. dan yang membuat ia merasa kesal ketika ia menghubungi kekasihnya namun tak mendapatkan balasan karna Alisa tidak mengangkat telfon Angga.
Angga membuka pintu kamar dan melangkahkan kakinya ke dalam kamar tetapi langkahnya terhenti ketika melihat ada sosok seorang wanita yang sedang tidur di ranjangnya, Angga melihat itu tersenyum tak terbaca kan ia mendekati wanita itu tak lain ada istrinya, "masih ingat pulang juga kau yaa" Angga mendekati agita dan berbisik ke telinga istrinya lihat saja nanti kau harus di hukum karna melawanku, pergi begitu saja, dan tidak pulang ke rumah" ucap Angga dengan tersenyum licik.
__ADS_1
sedangkan Agita mengepalkan tangannya di bawah selimut karna menahan geli di bagian telinganya dan menahan takut apa yang akan di lakukan suaminya padanya, rasanya ia ingin kabur dari tempat itu tapi mau sampai kapan ia akan kabur tetap akan kembali juga ke rumah itu.
Angga masih berada di dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya yang lengket, sedangkan Agita begitu gelisah rasanya ia ingin mati saja dengan keadaan seperti ini.
tak berapa lama Angga keluar dari kamar mandi menuju ke tempat lemari pakaian ia memakai celana pendek saja (boxer), dan bertelanjang dada tanpa menggunakan kaos. setelah memakai celananya Angga naik ke atas ranjang ia melirik istrinya yang berada di sampingnya. Angga medekatinya pelan-pelan sambil berbisik "Kau tidak perlu berbohong sayang, aku tau kau tidak tidur saat ini kau hanya berpura-pura saja".
Agita tetap pada pertahanannya yang gak akan bangun pada hal dirinya tidak tidur ia hanya ingin menghindari suaminya saja.
Angga menatap istrinya dan Agita tak bergerak sedikitpun ia masih mematung seakan sedang tidur saat ini "Baiklah kalau kau tidak akan bangun dari kepura-puraanmu aku akan memelukmu" ucap Angga menakuti istrinya agar segera bangun, namun Agita tetap tak kunjung bangun dan di situlah Angga langsung memeluk erat tubuh agita.
"Baiklah sayang jangan salahkan aku" Angga
__ADS_1
Agita yang mendengarkan kata-kata suaminya mulai merasa khawatir dengan apa yang akan di lakukan suaminya padanya, selama ini ia hidup bersama suaminya kalau suaminya itu bisa melakukan apapun pada dirinya. Agita membuka matanya untuk mengintip suaminya benar saja suaminya bergerak secepat kilat dengan mengukung tubuh mungilnya Agita,
Agita kaget dengan apa yang di lakukan oleh suaminya saat ini dirinya berada di bawah tubuh suaminya.
"Apa yang akan ia lakukan padaku"Batin Agita
"Kau tidak akan bangun juga sayang, baiklah aku akan memulainya" ucap Angga berbisik ke telinga istrinya
melihat istrinya tak bergeming sedikitpun, Angga melancarkan aksinya dengan menyentuh pipi, mata dan bibir Agita sambil mengusap bibir mungil istrinya Angga tersenyum melihat wajah istrinya "ternyata istri kontraku ini terlihat begitu cantik" batin Angga sambil menatap dan menyentuh wajah Agita. tak menunggu lama lagi Angga langsung mencium bibir Agita dan sontak saja Agita membuka matanya dan mendorong tubuh suaminya namun dorongan Agita tidak begitu di rasakan oleh suaminya. Angga tak bergerak sedikitpun dari posisinya dengan dorongan istrinya.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
__ADS_1
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.
terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗