Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 130 (Part2)


__ADS_3

Cuaca di pagi ini begitu terlihat sangat baik, Namun Pagi ini jalan terlihat begitu padat karna di sebabkan oleh kemacetan, semua orang yang sedang terburu-buru berangkat ke tempat kerja mereka agar tidak terlambat.


Alex yang telah selesai dengan liburannya bersama sang istri kini ia kembali dengan aktivitasnya semula yaitu sebagai asisten Angga bosnya sekaligus sahabatnya itu.


Aditpun sama halnya dengan Alex. ia tetap bekerja sebagai sekretaris Angga. Adit bekerja dengan tujuannya sebelumnya yaitu membuat ibunya bangga dan ingin membahagiakan ibunya di masa tua nanti. walaupun ia hanya tinggal dengan ibunya saat ini, karna adiknya satu-satunya telah menikah dengan asisten bosnya dan sudah tinggal di apartemen milik suaminya yaitu Alex. Adit tak lupa selalu menghubungi Meri, apa yang Adit dapatkan ia selalu berbagi dengan ibunya dan juga adiknya seperti ketika menerima gajinya sebagai karyawan di perusahaan Angga, mendapatkan bagian dari lembur atau kerja keras dalam membantu perusahaan dan membantu Angga. Adit tak pernah lupa menghubungi Meri dan selalu mengajak Meri makan bersama dengan dirinya dan juga ibunya. dan tak lupa juga Adit selalu mengajak Meri dengan suaminya kadang Alex tak bisa ikut karna pekerjaannya yang selalu menemani atasannya.


Alex di kantor seperti awalnya bertemu dengan Adit yaitu menjaga sikap sebagai bawahan dan atasan, kenapa Alex seperti itu karna ia tidak ingin karyawan lainnya iri melihat kedekatannya dengan adit. karna menurut Alex dari sikap kitalah yang akan mendatangkan gosip-gosip yang gak pantas hadir di antara kita. jangan sampai karyawan lainnya berfikir yang tidak-tidak karna menurutnya semua karyawannya itu sama halnya dengan dirinya hanya manusia biasa dan tanpa bantuan Angga dirinya bukan siapa-siapa begitupun dengan mereka tanpa Angga dan juga dirinya mereka gak akan bisa masuk bekerja di perusahaan ini, karna sebagai asisten bos semua data karyawan masuk ke Alex bahkan Alex pun yang memantau mereka bekerja.


Pagi ini di kantor terlihat begitu berbeda karna wajah bos mereka terlihat murung dan tak bersemangat, Alex sebagai asisten sekaligus sahabat Angga. berani menanyakan masalah yang di hadapi Angga


"Ada apa dengan wajahmu bos?" tanya Alex


Anggap hanya menatap Alex sekilas lalu ia menatap kembali bingkai foto yang terletak di meja yang sedang ia pegangi.


"Ceritalah bos, siapa tau aku bisa membantumu"


"Sudah 2 Minggu kondisi Agita tetap sama, ia terlihat begitu lemah dan pucat Lex" ucap Angga yang terus memandangi bingkai foto Agita bersama dengan dirinya dan juga Deon putranya.


"Aku tidak tau pasti tentang masalah wanita yang sedang mengandung bos, tapi aku sudah mencarinya di internet dan semua itu memang hal biasa dalam wanita sedang mengandung apalagi dalam masa mengidam bos"


"Aku gak tega melihatnya seperti itu Lex, aku ingin menggantikannya agar aku yang merasakan semua itu"


"Tenang saja bos, percayalah pada Agita. dia adalah wanita kuat yang bisa melewati semua itu"


"Sudah berapa besar dosaku padanya Lex, yang selalu membuatnya menderita dulu bahkan di tengah ia sedang mengandung Deon putra pertamaku, aku malah mengusirnya dan tak menghiraukannya Lex" ucap Angga dengan mata berkaca-kaca lalu menutup wajahnya dengan tangannya.


"inilah saatnya kamu membayar semua apa yang kamu lakukan padanya di masa lalu bos, kamu harus berada di sampingnya, selalu menemaninya sampai ia melalui semua itu, bahkan kalau perlu sampai anak kalian berdua lahir, dan jangan biarkan Agita mengerjakan semuanya sendiri kalau perlu kamu harus menyuapinya di saat ia sedang makan" ucap Alex dengan tersenyum


"Aku gak akan menyia-nyiakan kesempatan ini Lex, Agita sudah terlalu banyak menderita di masa lalu saatnya aku akan membahagiakannya dan selalu berada di sisinya apapun yang terjadi"


"Oh iya Agita dengan siapa di rumah?"

__ADS_1


"Dia dengan mamiku" jawab Angga.


Angga mengalihkan pandangannya dengan langsung menatap alex.


"Oho maksud aku menanyakan itu karna istriku Meri ingin pergi menemui Agita istrimu bos"


"Hati-hati dengan ucapanmu Lex"


"Astaga bos, gak mungkin lah aku mendekati istri sahabatku sekaligus bosku, dan lagian juga aku udah menikah bos jadi gak mungkin karna aku sangat mencintai istriku" ucap Alex dengan menjelaskan ke Angga.


Wajah Angga berubah dari sedih menjadi berwatak karna mendengar ucapan Alex. ia tidak ingin ada lelaki lain yang mendekati istrinya bahkan perhatian pada Agita. Angga hanya ingin menjadi laki-laki satu-satunya di hidup Agita seperti halnya saat ini yang di pikirannya hanyalah Agita seorang.


Semakin hari Angga semakin terlihat begitu posesif bahkan Daffa pun mendekati Agita. memberikan perhatian lebih ke Agita membuat Angga cemburu bahkan ia tak sudi istrinya di perhatikan oleh laki-laki lain selain dirinya. dan itu pernah terjadi ketika Daffa mendapat kabar bahwa Agita pingsan pas kembali dari bandara mengantarkan Alex dan istrinya.


Flashback on


"Ssrrttt" suara getaran handphone Daffa (anggap aja seperti itu ya bunyi getar handphonenya😁)


"Uncle ada di mana?"


"Ada apa Deon, apa ada sesuatu yang terjadi?"


"Mommy uncle"


"Mommy kenapa?"


"Mommy tadi hampir terjatuh dan sekarang lagi ramai di rumah nenek"


Tanpa menunggu lagi Daffa langsung beranjak dari tempat duduknya menuju parkiran mobilnya, ia masuk ke dalam mobilnya dengan menutup pintu mobilnya keras. Daffa melajukan mobil di atas rata-rata bahkan siapapun yang menghalanginya di depan selalu ia bunyikan klakson mobilnya.


"Pip..pip..pip" Daffa terus menekannya agar orang yang mendengarnya langsung menyingkir dan tidak menghalangi jalannya. Melihat semua orang tetap menghalanginya ia berteriak-teriak.

__ADS_1


"Minggir..minggir semua, tolong menyingkirlah jika kalian tidak ingin mati" ucap Daffa dengan melambaikan tangannya sambil teriak


Daffa terus melajukan mobilnya dengan jarak yang ia tempuh dengan kecepatan tinggi yaitu 25 menit.


Daffa turun dari mobilnya dan berlari menuju ke dalam rumah milik orang tua Angga.


"Uncle.." panggil Deon yang sedang menunggunya di ruang tamu


" Mommy di mana?" tanya Daffa dengan langsung menggendong Deon


"Mommy ada di kamar atas"


Daffa melangkahkan kakinya menuju ke kamar Agita dan dia terus menggendong Deon sampai di dalam kamar Agita dan Angga.


Daffa tak menghiraukan mereka yang berada di sana yang sedang berdiri, ia menerobos masuk dan mendekati agita yang sedang terbaring di atas tempat tidur


"Dek kamu gak apa-apa kan?" tanya Daffa dengan mengenggam tangan Agita lalu mengelus pipi Agita. sedangkan Deon duduk di pangkuannya.


Angga yang melihat wajahnya terlihat merah menahan emosi karna sikap Daffa.


Dokter kandungan yang bernama Nia. temannya nyonya Amel terdiam ketika melihat Daffa seperti suami Agita yang sedang mengkhawatirkan istrinya.


"Agita tidak apa-apa ini hanyalah tahap kehamilan dan selalu terjadi kepada setiap wanita yang sedang mengandung" ucap dokter Nia dengan memperjelas agar mereka tidak merasa begitu khawatir lagi.


Nyonya Amel yang melihat putranya terbakar api cemburu langsung mendekatinya dan mengenggam tangan putranya.


"Kamu harus menahan dan bisa mengontrol emosimu, ingat dia adalah Abangnya Agita, Angga."


"Aku tau mi, tapi gak harus seperti itu juga mi" ucap Angga


Nyonya Amel merangkul Angga dan mengelus dada putranya, "ingat Agita sedang tidak baik saat ini dan ini bukan hal yang baik mengedepankan keegoisanmu yang cemburu buta itu" ucap nyonya Amel dengan menasehati putranya.

__ADS_1


#Flashback off


__ADS_2