
Alex bersiap-siap menuju keruangan Angga karna pagi ini ia mendapatkan panggilan dari Angga.
setibanya di ruangan Angga. ia merasakan suasana yang berbeda.
"Ada apa bos?"
"Maksud kamu apa Lex? kenapa Alisa masih berkeliaran di kota ini, apa kamu gak ingat apa yang aku katakan?"
Alex tidak menyangka jika Angga bisa mengetahui kalau dirinya belum mengirim Alisa ke desa.
"Maaf bos, Alisa tidak mau melakukan semua itu dan aku takutkan ia keburu kabur dan bersembunyi jadi" ucapan Alex terpotong
"Trus apakah kamu menunggu dia mau pergi ke desa itu dengan alasan sudah mengganggu kehidupan Agita dan putraku atau sudah menghacurkan Agita dan Deon haaaa" ucap Angga dengan marah
"Aku akan mengirimkannya bos"
"sebelumnya kamu juga ngomong seperti itu trus apa ada hasilnya, yang ada Alisa masih berkeliaran di sekitar kota ini"
"Tenang bos aku sudah memiliki rencana untuk mengirimkannya ke desa itu"
"Aku tidak mau mendengarkan alasanmu lagi, yang aku mau kamu sudah mengirimnya dan ingat beberapa hari lagi adalah ulang tahun Agita aku gak mau apa yang aku rencanakan untuk Agita gagal karna adanya Alisa"
"Baik bos"
"Secepatnya kamu bereskan semua tentang Alisa"
__ADS_1
"baik bos, aku permisi dulu"
Angga tak menanggapi Alex lagi, wajahnya berubah menjadi merah dan rahangnya mengeras dengan mengepalkan kedua tangannya, ia begitu marah mengetahui bahwa Alisa masih berada di kota ini.
"Jika kamu tidak membereskan wanita itu secepatnya nyawamu yang akan jadi taruhannya, ingat apapun itu jika menyangkut istri dan juga putraku siapapun orang itu tidak ada belas kasihan untuknya, ingat Lex aku gak main-main dengan ucapanku"
Langkah Alex terhenti ketika mendengar ucapan Angga, ia begitu tau bagaimana sikap Angga sahabatnya itu sekali ia memutuskan jangan harap ia bisa mengubah keputusannya.
Alex membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada bosnya, setelah itu ia keluar dari ruangan Angga menuju ke ruangannya.
Alex menyusun strategi agar rencananya berjalan hari ini dan secepatnya bisa mengirim Alisa ke desa terpencil itu sesuai perintah Angga, bosnya.
"Aaaaa.. kenapa sih harus wanita siluman itu, kalau saja ia adalah seorang laki-laki pasti sudah ku seret dan membuangnya ke hutan agar di makan hewan buas" ucap Alex dengan marah karna dirinya juga mendapatkan Omelan sekaligus ancaman dari Angga.
Alex menelfon Adit agar bersiap-siap sesuai dengan rencananya, ia ingin semuanya secepatnya berakhir.
*******
hari ini Angga mengajak Agita dan Deon makan siang bersamanya ia menjemput Deon dan juga Agita. mereka sampai di sebuah restoran Angga memarkikan mobilnya, ia turun sambil menggenggam tangan putranya begitupun Agita ia menggenggam tangan putranya.
Alex terkejut melihat Angga bersama dengan Agita dan juga putranya berada di restoran itu, ia tidak menyangka bahwa ini harus terjadi.
"Kenapa harus bertemu di restoran ini, apa yang harus aku lakukan sekarang" ucap Alex sambil menatap ke arah Angga dan juga ke arah Adit yang sedang duduk bersama dengan Alisa
"Semoga Alisa tidak melihat keberadaan Angga, jika sampai Alisa melakukannya seperti di kantor sebelumnya tamatlah hidupku" ucap Alex
__ADS_1
Tak lama Alisa dan Adit akan keluar dari restoran Alisa melihat Angga bersama dengan Agita dan juga Deon, ia mendekati mereka
"Wuaaa makan siang bersama keluarga yaa" ucap Alisa menatap Angga dan mengalihkan pandangannya ke Agita "bagaiman Agita. apa kamu bahagia sekarang bisa makan bersama dengan Angga dengan makan makanan yang enak?!"
Angga mendengar apa yang di ucapkan Alisa ia mengepalkan tangannya yang berada di atas meja, rasanya ia ingin menampar dan merobek mulut Alisa namun Agita langsung mengenggam tangan Angga sambil menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin Angga terpanjing dengan omongan Alisa.
"Kenapa ?! marah dengan ucapanku tapi kenyataannya kan"
Agita terus menggenggam tangan Angga ia tidak melepaskan genggaman itu Agita terus menatap Angga agar tidak terpancing.
"Oh iya aku lupa kalau aku sudah tak membutuhkan Angga lagi, karna aku sudah mendapatkan yang lebih jauh dari dia, kamu bisa mengambilnya Agita eeittss tapi bukan berarti hubungan kalian akan baik-baik saja" ucap Alisa tersenyum licik sambil menggandeng lengan Adit
Setelah mengatakan itu Alisa pergi meninggalkan restoran itu dan Angga bersama dengan Agita.
Sedangkan Angga ia menutup matanya sambil menarik nafasnya dan mengeluarkan nafasnya, Angga mencoba mengendalikan emosinya yang ia tahan sedari tadi karna permintaan Agita. jika gak ada Agita ia tidak tau apa yang dirinya perbuat pada wanita yang bernama Alisa itu.
"Kamu minum dulu tenangkan pikiranmu mas, kamu gak perlu menanggapi omongannya sebab jika kamu menanggapinya yang ada dia semakin membuat kamu emosi mas" ucap Agita dengan memberi nasehat ke Angga.
"Kenapa wanita siluman itu pakai acara nyamperin Angga sih, kamu benar-benar membuatku kesel Alisa. lihat saja akan ku buat kamu menderita, tidak perlu menunggu lama lagi, malam ini aku harus mengirimnya ke desa dongge kamu lihat aja Alisa. kesabaranki telah habis" ucap Alex
Alex mengubah rencananya dengan menyuruh Adit agar menjeput Alisa sebentar sore dan mengajak Alisa pergi dengan itu ia bisa mengirim Alisa ke desa dongge dengan bantuan adit. Alex segera menghubungi Adit agar segera meninggalkan Alisa untuk menyusun rencana yang baru karna ia akan mengganti rencana awal mereka.
Alex menyusun strateginya untuk mengirim alisa.
Wanita siluman itu sudah membuatnya tidak bisa bernafas lega karna mengingat ucapan Angga padanya. ia tidak ingin jika sampai Angga mengambil nyawanya sebagai gantinya"
__ADS_1
"kamu benar-benar menguji kesabaranku Alisa dengan terus mencari masalah dengan bosku dan keluarga kecilnya" ucap Alex sambil tersenyum
"Kita lihat saja apakah kamu masih bisa berkata seperti itu ketika sudah berada di desa dongge" ucap Alex lagi dengan tertawa