
tak terasa dua hari yang di katakan Agita sebelumnya telah tiba, kini Agita, Deon orang tua angkatnya, abang angkatnya dan juga Zio bersiap-siap menuju ke bandara. mereka naik pesawat pribadi milik Tuan Alord yaitu jet pribadinya.
Mereka memilih naik jet pribadi agar bisa melakukan sesuka hati mereka terutama untuk istirahat. bagi Deon ini bukanlah pertama kalinya Deon naik pesawat tapi sudah beberapa kali dari ia berumur satu Tahun Grandpa, dan Grandma nya selalu mengajak Deon ke negara-negara lainnya contoh ke Eropa dan sebagainya.
Deon sudah terbiasa jadi ia tidak takut sama skali ketika naik pesawat. awalnya mereka mengobrol dan bercanda tawa dengan kelucuan Deon semua tertawa melihat kelucuan Deon. jika Deon bisa menertawakan semua orang maka jangan heran itu kerjasama antara Deon dan uncle nya.
Daffa terlihat bisa ceria seperti itu hanya dengan keluarganya dan orang-orang terdekatnya, namun jika di luaran sana Daffa di kenal dengan julukan kulkas dan juga pemarah. siapapun itu jika membuat kesalahan Daffa tak segan-segan memarahinya ataupun menghukumnya.
namun orang-orang belum mengetahui kejahilan Daffa di tenga keluarganya ia begitu jahil apalagi bersama dengan Agita dan Deon. bahkan Deon lebih dekat dengan uncle nya dari pada Grandpa dan Grandma nya.
Daffa sering mengajak Deon keluar menemaninya jalan, makan dan juga bermain bahkan Daffa selalu membelikan semua kesukaan Deon dan itu membuat Deon lebih dekat dengan Daffa unclenya dari pada agita, Grandpa dan juga Grandma. tapi Deon tak lupa dengan nasehat ibunya walaupun ia kadang-kadang sering lupa sehingga ia minta ini itu pada unclenya.
Agita tak memiliki alasan lagi melarangnya karna Deon masih kecil ia belum paham dan belum memikirkan apapun selain mainan.
Tak terasa mereka telah sampai, dan sekarang mereka menuju hotel berbintang yang paling mewah dan paling mahal untuk mereka tempati beberapa hari ini.
Agita memutuskan akan pergi ke rumah kedua orang tua kandungnya dengan menebus rumah orang tuanya yang di gadaikan waktu itu. dan Agita juga berencana untuk berkunjung ke makam ayah dan ibunya. sudah lama Agita meninggalkan rumahnya, kota ini dan juga makam ibunya.
Agita belum mendiskusikan kepada kedua orang tua angkatnya bahwa ia akan tinggal di kota kelahirannya bersama dengan Deon putranya. akan memulai hidup baru, usaha baru bersama dengan putra semata wayangnya. saat ini baginya Deon adalah segala-galanya bagi Agita dari apapun.
kini mereka sedang istrahat karna capeknya dengan penerbangan yang memakan waktu lama. namun berbeda dengan Deon. Deon bahkan mengajak mereka untuk keluar malam karna Deon ingin melihat tempat nenek dan kakeknya tinggal.
Mereka bertiga jalan-jalan menelusuri tempat itu namun tiba-tiba Agita tidak ikut dengan mereka lagi karna capek , dan Deon bersama Daffa sedang berkeliling-keliling Agita tinggal di tempat untuk menunggu mereka jalan-jalan dengan cara mereka akan bertemu di tempat di mana Agita sedang duduk.
__ADS_1
Namun tak ada yang bisa menyangka jika malam ini Agita ketemu dengan Alisa. Alisa yang melihat Agita sedang duduk sendirian, maka alisa memutuskan untuk menghampiri Agita.
"Wuaaa.., wuaaaaa... siapa ini sepertinya aku mengenalnya" ucap Alisa dengan menatap rendah.
"Alisa.!!" ucap Agita sambil menunjuk Alisa bahwa Agita tidak percaya bisa bertemu dengannya.
"Kau sedang apa disini?" tanya Agita
"Menurut kau aku sedang apa?" jawab Alisa
Agita mengabaikan Alisa yang sikapnya masih sama seperti dulu merendahkan orang lain.
"Kalau bisa aku akan menebak pasti kau sudah mendapatkan om-om yang tajir atau laki-laki yang tajir" ucap Alisa sambil tertawa
"Terserah apa katamu Alisa, selagi itu membuatmu bahagia"
"Tutup mulutmu Alisa, aku tidak akan melakukan hal sehina itu"
"Apa hal sehina itu?, apa aku gak salah dengar kau kan yang suka menjual dirimu demi uang"
"Hati-hati dengan ucapanmu Alisa" ucap Agita dengan meninggalkan Alisa.
Namun Alisa yang tak merasa puas malah mengejar Agita dan menampar Agita.
__ADS_1
Agita terkejut ketika membalikan tubuhnya karna Alisa menarik lengannya tiba-tiba Alisa menamparnya.
"Kau yang telah menghancurkan hubunganku dengan Angga. jadi ini saatnya aku memberi pelajaran padamu"
ketika Alisa mau menampar Agita kedua kalinya tiba-tiba seorang anak memanggil mommy nya, anak itu adalah Deon putranya.
Alisa langsung menatap ke arah suara itu dengan kaget melihat Deon yang sedang berlari mendekati mereka.
"Waaww dia anakmu Agita. apa sudah menemukan ayah kandungnya?" ucap Alisa dengan tersenyum licik
"Diam kau Alisa, ini tidak ada kaitannya dengan putraku"
"Kelihatannya bakal seru jika bermain-main dengan putramu"
ketika Alisa berjalan menuju ke arah Deon tiba-tiba seorang laki-laki memanggil nama Deon, siapa lagi kalau bukan Daffa unclenya.
Alisa yang melihat laki-laki itu kembali ke arah Agita yang kini sedang berdiri.
"ingat urusan kita belum selesai dan aku akan bermain-main dengan putramu nanti ingat Agita!" ucap Alisa dengan menunjuk-nunjuk kepala Agita setelah ia memberi peringatan pada Agita.
Alisa pergi meninggalkan Agita yang sedang berdiri.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.
__ADS_1
🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.