
Setelah Alisa meninggalkan restoran, kini Agita di undang di ruangan Bu Yeni. Bu Yeni memandangnya penuh dengan tatapan merendahkan, Bu Yeni memberikan Agita dua pilahan di pecat atau mengundurkan. Agita terkejut mendengar yang di katakan Bu Yeni.
"Tapi apa salah saya Bu?"
"Kau masih menanyakan kesalahan kamu apa?, kesalahan kamu adalah membuat restoran ini tercemar"
"Tapi saya tidak pernah melakukan kesalahan yang mencemari nama restoran ini"
"Okey saya akui dengan semangat dan kerajinanmu selama bekerja, tapi kau hari ini telah merusak reputasi nama restoran"
Agita terdiam dengan ucapan Bu Yeni yang membahas tentang masalahnya dengan Alisa.
"Kau lihat kan , banyak yang menyaksikanmu dengan Alisa seorang model itu"
Agita menatap Bu Yeni dengan mata yang berkaca-kaca.
"iya saya tau Bu, kalau hari ini Alisa datang menghina saya, tapi apa yang di katakan Alisa tidak benar saya bukan wanita seperti itu"
Bu Yeni yang mendengarkan ucapan Agita hanya tertawa.
"Mana ada maling mau ngaku, lebih baik jujur saja jika apa yang di katakan Alisa adalah benar biar masalahnya selesai"
"Tapi saya tidak melakukan apa-apa, benar saya memang menikah kontrak dengan tuan Angga, dan hamil anaknya tapi bukan berarti saya menjual diri saya ke pria lain"
"Sudahlah Agita. semua sudah terungkap tidak perlu membela dirimu lagi orang-orang tidak akan percaya dengan ucapanmu"
"Mau percaya dengan tidak saya tetap pada pendirian saya, karna saya tidak pernah menjual diri saya"
"Ngomong sama kamu lama-lama membuat saya pusing"
"Tapi Bu apa yang saya katakan adalah benar" ucap Agita dengan meyakinkan Bu Yeni agar dirinya tidak di pecat dari tempat kerjanya.
__ADS_1
Bu Yeni berdiri dari tempat duduknya mendekati agita. sekarang posisi mereka berhadapan Bu Yeni melipat kedua tangannya di dada dengan menyandarkan tubuhnya di meja kerjanya.
"Saya tidak peduli benar ataupun tidak, hari ini kau punya dua pilihan jika kau lupa saya akan mengingatkan, pilihannya adalah mengundurkan diri atau di pecat"
Agita hendak membela dirinya namun Bu Yeni tak mendengarkannya Bu Yeni malah melemparkan kertas di atas mejanya.
"Saya tunggu hari ini surat pengunduran dirimu"
Agita mengambilnya dan menulisnya bahkan dirinya tidak keluar dari ruangan Bu Yeni.
setelah selesai Agita menyerahkan ke Bu Yeni.
"okey, mulai hari ini kau tidak boleh lagi masuk di restoran ini dan kau bukan lagi karyawan di sini"
ketika Agita berbalik menuju pintu ruangan Bu Yeni untu keluar tiba-tiba Bu Yeni menghentikan langkah Agita.
"Sebentar Agita. saya hanya ingin mengatakan jika kamu tidak mendapatkan gajimu beberapa hari ini, anggap itu adalah ganti rugi tercemarnya restoran ini"
"Kau bisa keluar skarang, dan kemasi barang-barangmu dan jangan berharap jika suatu saat kamu akan bekerja kembali kesini, karna orang pertama yang menolakmu adalah aku" ucap Bu Yeni
Agita pergi meninggalkan ruangan Bu Yeni, dan mengganti pakaiannya, beberapa para pelayan menguatkan Agita.
"Sabar mba, semoga semua ini akan ada hikmahnya dan juga kelak mba bisa bahagia" ucap para pelayan lainnya dan mereka juga memberikan sedikit rezeki pada Agita mereka sudah menganggap Agita sebagai keluarga mereka.
"Ini mba kita hanya punya sedikit, semoga bisa membantu mba Agita" ucap salah satu pelayan yang bernama Meri
"tidak perlu mer, aku tidak apa-apa" ucap Agita dengan menolak pemberian mereka
Namun para pelayan itu ngotot tetap memberikannya pada Agita, dengan mata berkaca-kaca Agita mengambil amplop yang mereka berikan. dengan bergantian mereka memeluk Agita sambil menguatkan diri Agita.
"Sabar mba, kita percaya koq kalau mba Agita gak seperti yang mereka katakan" ucap Meri dengan di anggukan yang lainnya.
__ADS_1
Agita berpamitan dengan mereka sambil memeluk satu sama lain.
"Jaga diri kalian bekerjalah dengan baik, jika suatu saat nanti aku akan mengembalikannya" ucap Agita dengan air mata yang bercucuran.
Meri dan teman-temannya menganggukan kepala dengan menangis dan juga tersenyum, mereka merasa kehilangan jika Agita akan pergi karna Agita adalah wanita yang paling baik bagi mereka, membantu mereka dalam bekerja meskipun itu bukanlah pekerjaan Agita.
Pada hari itu Gina tidak masuk kerja karna dirinya masih ada urusan dengan kakanya di Prancis, jika saja Gina ada pasti Gina akan membela Agita. namun apa boleh di kata kalau Agita harus pergi tanpa pamit pada Gina sahabatnya.
******
Agita sampai di rumahnya ia istrihat dengan kedua kakinya di letakan di atas sofa samping tempat duduknya.
"Kakak koq sudah pulang jam segini biasanya pulangnya malam"
"Kakak sudah mengundurkan diri zio"
"Kenapa kak?"
Agita diam ia tidak ingin sampai adiknya tau apa yang terjadi padanya ketika di saat jam kerja.
"Gak apa-apa zio, kita akan memulai semua dari awal lagi, dan kakak juga tidak ingin bekerja di restoran itu lagi"
Zio yang paham dengan maksud kakaknya bahwa ia tidak ingin bekerja lagi di restoran itu karna tidak ingin bertemu dengan Angga mantan suaminya.
Zio sudah tau bahwa Agita telah berpisah dengan Angga. Zio tidak sengaja melihat iklan di pagi ini bahwa Alisa mengatakan dirinya akan bertunangan dengan pengusaha ternama di kota ini siapa lagi kalau bukan Angga Hendrawan pemilik perusahaan Golden Grop.
Namun zio tidak menanyakan apa-apa pada kakanya ia tidak ingin jika kakaknya kefikiran dengan masalah ini, sudah cukup masalah yang di hadapi kakanya.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.
🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
__ADS_1
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.