
Pagi telah tiba Agita telah bangun dari tidurnya kini tubuh Agita sudah membaik. ia melihat sekelilingnya ada gina, zio, Ken dan juga Alex.
Dirinya terkejut melihat mereka yang sudah berada di ruangannya. Agita bangun dan duduk di tempat tidur ia menatap Alex dan ken yang sedang mengobrol begitupun Gina dan zio.
Gina yang melihat Agita sudah bangun Gina mendekati Agita. Gina mengambil makanan untuk Agita. namun Agita memakannya hanya sedikit karna Agita tidak ingin makan jika ia memaksakan dirinya untuk makan ia bisa mual.
Gina mengupaskan jeruk untuk Agita. Agita bingung melihat Wajah Gina yang di tekuk kan. Agita tersenyum ia paham dengan apa yang terjadi pada Gina.
"Maafkan aku gin, bukan maksud aku membohongimu, aku hanya belum siap mengatakannya padamu"
Gina tidak menanggapi perkataan Agita. Gina masih mengabaikan Agita. namun Agita tidak tahan ia memegang lengan Gina dengan meminta maaf.
"Maafkan aku Gin. aku akan ceritakan semuanya nanti padamu aku janji" ucap Agita sambil menunjukan jari kelingkingnya untuk berjanji pada Gina.
Gina yang melihat itu tidak bisa marah lagi karna ia begitu menyayangi Agita sahabatnya.
"Janji yaa Agita, kau akan menceritakannya padaku. dan tidak ada hal yang di tutu-tutupi di antar kita berdua git". ucap Gina sambil mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking milik Agita.
Ken dan Alex mendengar tawa Agita membuat Ken tersenyum. sedangkan Alex tersenyum hanya menatap Gina adik sahabatnya Ken.
Dokter datang ke ruangan Agita untuk memeriksa kesehatannya, dan dokter memutuskan Agita sudah boleh pulang. dokter memberikan resep obat dan juga vitamin untuk kesehatan dirinya dan juga kandungannya.
Setelah mengurus semua kini Agita telah keluar dari rumah sakit namun Agita tidak langsung pulang ke rumah Angga melainkan ia pulang ke rumah orang tuanya.
Ken mengantarkan Agita pulang ke rumah orang tuanya bersama zio. sedang Alex kembali ke apartemennya.
Ken pamit untuk pulang ke rumahnya bersama adiknya, Gina. karna dari semalam Gina dan Ken belum pulang kerumah mereka.
__ADS_1
karna sudah dari semalaman Ken, zio dan Gina menjaga Agita. mereka benar-benar sangat khawatir dengan keadaan Agita.
Setelah kepergian mereka Agita dan zio masuk kedalam rumah, Agita menarik nafasnya dan membuang nafasnya kembali keluar.
Agita membersihkan rumahnya dengan membersihkan semua barang dan juga foto keluarga bersama dengan kedua orang tuanya.
Agita tidak bisa menahan air matanya ia masih tidak percaya jika ibunya telah tiada. namun Agita mengikhlaskan kepergian ibunya. Agita harus menata hidupnnya kembali harus berjuang tanpa kedua orang tuanya.
Agita tidak ingin berlarut dalam kesedihannya demi buah hatinya yang masih berada dalam rahimnya.
Agita mengusap-ngusap perutnya yang masih rata sambil tersenyum.
"Terima kasih karna sudah hadir, aku akan menjagamu dengan sepenuh hatiku dan juga nyawaku" ucap Agita yang terus mengusap perutnya sambil menatap foto kedua orang tuanya.
"Terima kasih Bu, ayah, kalian adalah orang yang terhebat dalam hidupku dan kalian juga adalah orang yang paling sabar dalam membimbingku, doakan aku Bu, yah, agar aku bisa kuat dan sabar menghadapi semua ujian di dunia ini seperti kalian berdua"
Agita menyiapkan makanan di atas meja untuk mereka berdua setelah selesai Agita dan zio kini sedang makan namun dalam seketika terasa hening di mana canda dan tawa selalu terngiang di pikiran mereka. tapi Agita harus kuat dirinya gak boleh terlihat sedih di depan adiknya.
Jika dirinya terlihat rapuh bagaimana ia bisa menguatkan adiknya. sedangkan ia masih merasa sedih dan terpuruk atas meninggalnya orang tuanya.
Agita tersenyum ia harus kuat gak boleh sedih, Agita mengambil lauk dan sayuran untuk di berikan ke adiknya.
"makanlah yang banyak zio. jagalah kesehatanmu"
"Iya kak"
beberapa menit ruang makan itu menjadi hening tanpa ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka. tiba-tiba zio membuka mulutnya untuk memulai percakapan dengan kakaknya.
__ADS_1
"Kak Agita"
"Iya Zio"
"Kak aku mau cari kerja agar bisa bantu kakak"
Agita menghentikan makannya ketika mendengar ucapan adiknya.
"Kau mau kerja apa, dan di mana kau akan bekerja zio?"
"Aku gak tau kak, aku akan mencoba melamar pekerjaan di kantor-kantor kak"
"Tapi zio buat apa kau bekerja kan sudah ada kakak yang bekerja"
"Aku mau bantu kakak bekerja"
"Gak usah zio kau di rumah saja"
"Aku gak bisa melihat kakak bekerja apalagi dalam keadaan sedang hamil kak"
Agita tidak bisa melarang zio untuk bekerja. zio ngotot untuk bekerja dan tidak ada pilihan lain selain Agita menyetujui permintaan zio dengan syarat kalau zio harus menjaga kesehatannya dan juga jangan mencari masalah dengan orang lain. dirinya tidak ingin sampai terjadi apa-apa pada adiknya karna hanya adiknya lah yang ia miliki saat ini.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.
🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.
__ADS_1