
Setelah pria itu pergi karyawan lainnya datang menuju ruangan untuk istirahat sejenak karna pengujung restoran belum terlalu ramai mereka bergantian untuk istrahat. Dan salah satunya gina sahabat agita yang baru beberapa hari ini menjadi sahabatnya.
“hay Agit. ada apa denganmu koq bengong sih, hati-hati kesambet setan baru tau rasa kamu”.
Agita hanya menanggapi kata candaan gina dengan senyuman, ia benar-benar lagi gak mood karna perihal ibunya.
"kamu kenapa Agit ?". tanya gina yang sedari tadi candaannya tak mendapatkan respon dengan candaan balik.
"aku gak apa-apa gin. hanya kecapean dan banyak pikiran aja". jawab Agita kepada gina
"kamu tidak perlu terlalu memikirkan semuanya, kamu berdoa semoga mama kamu secepatnya akan mendapatkan pendonor yang cocok". Gina mengatakan seperti itu karna ia sudah mengetahui tentang perihal keluarga agita. di mana Agita pernah menceritakan semua yang terjadi padanya.
"iya gin. makasih yaa sudah mau menjadi sahabatku selama ini.
gina segera memeluk agita sahabatnya itu, sambil menepuk" belakang Agita.
"iya sama-sama Agit. kamu sudah menjadi sahabatku dan aku juga sudah menganggapmu sebagai keluargaku. jika kamu butuh sesuatu katakan saja padaku aku akan membantumu dan aku juga akan menemani kamu git".
Agita menangis tanpa mengeluarkan suara hanya air matanya yang keluar.
"makasih gin. kamu sahabat terbaik bagiku gin". ucap Agita dalam pelukan gina
__ADS_1
kini mereka kembali bekerja karna sudah menunjukan jam istrahat, para pekerja mulai berdatangan ke restorant untuk mengisi kantong tengah mereka (perut). tanpa Agita tau ternyata suaminya berkunjung ke restorant di tempat iya bekerja untuk makan siang.
Agita mendekati meja yang diduduki suaminya itu, dan nemberikan buku menu agar mereka bisa memilih menu yang akan menjadi santapan siang suaminya dan sekretarisnya itu yang tak lain adalah sahabatnya Alex.
"kamu mau pesan apa Lex?".
"coffe cappucino panas 1, dan makanannya samakan dengan pesanan Angga".
setelah mencatat semua pesanan milik suaminya Agit segera meninggalkan tempat itu.
"Ngga. koq kalian cuek-cuekkan seperti gak saling kenal gitu, ada apa sebenarnya sih". tanya Alex dengan rasa penasarannya alias dengan rasa kekepoannya.
" itu permintaan dia Lex. kalau di luar rumah kita harus saling cuek-cuekan anggap gak saling kenal".
"Apa aku gak salah dengar Lex".
"Gak.."
"Selama dia gak mengganggu aktivitas aku dan urusan pribadiku selama itu juga aku gak akan peduli dengannya, orang kita nikah hanya nikah kontrak bukan karna adanya cinta, lagian aku juga udah punya pacar Lex".
"iya, iya aku tau kamu udah punya pacar si alisa."
__ADS_1
"nah tuh kamu tau Lex. jadi mulai dari skarang gak usah bahas tentang hubungan pernikahanku."
"berapa tahun kau jadikan dia istri kontrakmu Angga?."
"Gak lama hanya 6 bulan saja Lex."
"Kamu yakin selama enam bulan itu kamu gak akan jatuh cinta ke istri kontrakmu itu?."
"iya lah dia kan bukan tipe aku jadi gak mungkin aku jatuh cinta ke dia."
"hati-hati kamu Ngga. ingat selama enam bulan kamu tinggal bersama dia dalam satu rumah loh, yakin gak akan jatuh cinta."
"gak bakalan aku jatuh cinta sama dia."
"oke, kita lihat nanti Angga." ucap Alex dengan tersenyum
tak berapa lama pesanan mereka telah sampai dan yang mengantarkan makanan mereka bukan Agita lagi tetapi Gina yang mengantarkan pesanan mereka. Gina meletakan makanan pesanan mereka di atas meja.
"Selamat menikmati makan siangnya pak." ucap gina setelah meletakan semua makanan di atas meja. setelah mengucapkan gina pergi kembali ke belakang.
Angga dan Alex menikmati makan siang itu tanpa ada yang berbicara.
__ADS_1
##Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊