
Seperti biasa sebelum berangkat kerja Agita melaksanakan tugasnya sebagai seorang ibu, dengan memandikan Deon, mengganti pakaian walaupun akan ada drama di pagi itu.
Agita menuju ke kamar putranya untuk melihat apakah putranya sudah bangun atau belum "Good morning my son " Agita tak mendapati putranya, ia hanya melihat pembantu putranya "Mana Deon Bu?"
"Sedang mandi non, tuan kecil gak mau di mandikan, katanya dia bisa mandi sendiri"
"baiklah Bu" Agita nemanggil ibu pada pembantu yang menjaga Deon, karna pembantu itu sudah tergolong ke ibuan, Agita hanya ingin jika putranya di jaga dan di rawat oleh pembatu yang sudah keibuan. kebetulan Agita melihat ibu Eni bekerja sebagai ART di tempat orang" hanya untuk kebutuhan hidupnya dan juga anaknya, Bu Eni memiliki dua anak, laki-laki dan perempuan. laki-laki saat ini sedang duduk di bangku SMA,demi melangsungkan hidup mereka putra pertama Bu Eni bekerja sebagai penjual koran setiap pulang dari sekolah ia menjual koran dan yang perempuan baru berumur 4 tahun. Agita mengajaknya bekerja agar bisa membantu perekonomian Bu Eni. awalnya Angga suaminya tidak menyetujuinya namun dengan tekad Agita meyakinkan suaminya selain bisa membantu orang lain Agita juga tidak khawatir dengan perkembangan putranya. dengan berbagai macam untuk membujuk Angga suaminya akhirnya Angga setuju namun dengan syarat Agita harus memperhatikan Angga selama 24 jam.
Agita tertawa mendengarkan permintaan suaminya yang seperti bayi harus di perhatikan dalam 24 jam "mas, kamu gak bercanda kan?"
"gak, kapan aku bercanda dengan ucapanku?!"
Agita diam menatap suaminya yang seperti anak kecil "Baiklah.." Agita mengiyakan permintaan suaminya karna menurutnya ia bisa mengatur kemanjaan suaminya itu.
"Deon, jangan main air cepat mandinya nanti kamu bisa terlambat ke sekolah, kalau kamu belum selesai sampai mommy kembali mommy yang akan memandikanmu" Agita sedikit mengancam putranya, karna Deon yang mengaku sudah besar tidak ingin di mandikan oleh siapapun.
Setelah mempersiapkan pakaian putranya, Agita kembali ke kamarnya dengan membangunkan suaminya. "Mas bangun udah siang" ucap Agita dengan menyiapkan pakaian suaminya.
Melihat suaminya yang masih tidur ia mendekatinya dengan membangunkan suaminya dengan menggoyangkan tubuh Angga. namun Angga menarik Agita dan tanpa menahan Agita terjatuh di atas tubuh suaminya.
"Mas lepasin, nanti kalau Deon datang malu mas"
"Deon belum datang dia masih memakai pakaiannya"
"Tapi mas, ini sudah siang nanti kamu terlambat bekerjanya" ucap Agita dengan sedikit merontak-rontak di pelukan Angga.
""Aku butuh lima menit saja seperti ini sayang"
"astaga mas, hampir tiap malam kamu memelukku kenapa minta peluk pagi ini"
"Aku selalu merindukanmu setiap menit sayang"
"Sudah deh mas gak usah ngegombal, cepat sana mandi kamu bau mas" ucap Agita sambil tersenyum karna gombalan Angga di pagi ini.
"Apa bau? yang mana yang bau sayang coba kasih tau aku" ucap Angga dengan membuka matanya
__ADS_1
"Mas.."
"iya sayang, kenapa kamu kangen sama aku?"
"Astaga mas" teriak Agita dengan manja pada suaminya
"Aku segera bangun dan mandi jika kamu memberiku kiss selamat pagi"
Agita melakukan apa yang suaminya inginkan dari pada ia harus berpelukan dengan suaminya entah sampai jam berapa ia tidak tau.
"Muuaacchh... puas mas?"
"hmmm belum"
"Mas.."
"Hehehehe iya sayang, jangan marah gitu nanti hilang wajah cantik istriku ini" ucap Angga dengan bangun dari tempat tidur dengan menuju ke kamar mandi sambil mencubit pipi istrinya.
Setelah selesai menyiapkan pakaian suaminya, Agita turun menuju ruang makan, ia menemukan putranya sedang duduk bersama dengan ibu mertua dan ayah mertuanya.
"selamat pagi mi, Pi dan juga kesayangan mommy yang paling cakep" ucap Agita dengan mengecup kepala putranya.
Mereka sudah siap untuk melaksanakan rutinitas mereka di pagi hari sebelum berangkat bekerja yaitu sarapan pagi. namun yang mereka tunggu tak kunjung datang sehingga Agita memutuskan untuk pergi ke kamarnya, untuk mengecek Angga suaminya.
Agita begitu terkejut melihat suaminya yang belum berpakaian hanya memakai handuk saja "Mas, koq kamu belum memakai pakaianmu? apa kamu lagi kurang enak badan mas ?" ucap Agita dengan mendekati Angga dan meletakan tangannya di dahi suaminya untuk merasakan apakah suaminya deman atau tidak.
Angga tak menanggapi ucapan Agita, ia memalingkan wajahnya dari hadapan Agita dengan wajah yang di tekuk.
Agita ingin tertawa melihat sikap suaminya namun ia menahannya karna ia tidak ingin mencari masalah. "Kamu kenapa mas, koq gitu sih sama aku"
"Kamu jahat meninggalkan aku, kamu pilih kasih sama Deon"
"Astaga mas, Deon kan putra kita dan bukan aku meninggalkan kamu kan kamu biasa melakukannya sendiri" ucap Agita dengan tersenyum
Angga beranjak dari tempat duduknya pindah ke tempat duduk yang lain untuk menghindar dari Agita.
__ADS_1
"Koq jadi ngambek sih sayang, kasian mereka udah nunggu kita untuk sarapan" ucap Agita dengan mendekati suaminya " okey aku minta maaf karna tidak memperhatikan kamu pagi ini, sudah ya ngambeknya " ucap Agita dengan mengelus pipi suaminya agar Angga luluh dengan rayuannya.
Agita tak melihat perubahan Angga, ia hanya melihat kalau suaminya masih ngambek dan marah padanya, Agita berfikir semoga senjata terakhirnya ini bisa meluluhkan hati bayi besarnya ini. Agita memeluk suaminya sambil mengecup kedua pipi suaminya dan yang terakhir ia mengecup bibir suaminya "Kamu akan selalu ku perhatikan di manapun kamu berada mas, dan lirikan mata ini hanya untuk melihatmu selamanya mas" ucap Agita dengan tersenyum. Dan akhirnya Agita berhasil membuat suaminya tidak ngambekan lagi.
"Aku percaya sama kamu, tapi pakaikan aku pakaian ini aku gak mau kamu hanya memakaikan pakaian ke Deon sedangkan aku gak"
"Astaga mas,Deon saja mau memakai bajunya sendiri gak mau kalau aku memakaikannya ia ingin memakainya sendiri" batin Agita.
"sayang koq malah melamun"
"Maaf sayang"
Seperti permintaan suaminya Agita memakaikan pakaian pada suaminya,menyisir rambut suaminya pokoknya pagi ini Angga seperti anak bayi yang butuh perhatian ibunya.
Angga tersenyum melihat apa yang di lakukan Agita padanya Angga memeluk pinggang istrinya dan mengecup bibir mungil istrinya. "Terima kasih sayang" setelah mengucapkan terima kasih Angga berniat ingin melakukan ciuman panas pagi ini namun rencana Angga tidak di dukung ketika Angga ingin melakukannya terdengar ketukan di pintu kamanya.
"Tuan, nona, sedang di tunggu untuk sarapan"
"Baik bi, sedikit lagi kita akan kesana"
"Baik non"
Agita menatap Angga dengan tatapan kesal tapi kesal Agita hanya membuat Angga menjadi gemes "Tuh kan, kamu sih mas lama-lama pakai adegan manja"
"Memangnya kenapa kalau aku mau manja ke istriku"
"udahlah mas, mami, papi dan Deon sedang menunggu"
Dengan senyum bahagia yang di miliki Angga, ia pun menggandengan tangan istrinya, walaupun Agita mencoba menolaknya namun Angga bersikeras memegang tangan Agita.
"Maaf mi, Pi Agita dan Angga terlambat" ucap Agita pada ibu mertua dan ayah mertuanya "Maafkan mommy terlambat ya sayang" ucap Agita pada putranya.
"iya tidak apa-apa, ayo kita makan kasian Deon udah dari tadi menunggu" ucap mami Angga dengan terus menatap Angga putranya.
Angga melihat tatapan maminya, ia hanya tersenyum dengan meminta maaf "Maaf mi"
__ADS_1
Ny.amel tau jika semua ini adalah ulah putranya, Angga. sehingga pagi ini harus terlambat untuk sarapan pagi. ia tidak mengerti kenapa Angga menjadi manja seperti itu kepada istrinya. jauh berbeda dari sebelum menikah. ia melihat sisi putranya yang sangat tempramen waktu itu.