Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 123


__ADS_3

Angga telah sampai di kantornya ia menuju ruangannya dengan melewati karyawannya. di depan lift ia telah sambut oleh asistennya siapa lagi kalau bukan Alex, walaupun Alex begitu sibuk dengan menyiapkan semua persediaannya dalam pernikahannya namu alex tetap menyempatkan dirinya untuk datang ke kantor membantu Angga.


"Bos..." ucap Alex dengan menundukkan kepalanya sebagai tanda hormatnya


"Kamu sedang apa di sini?"


"Menunggu kedatangan bos"


"Bukannya pernikahan kamu 3 hari lagi kenapa masih datang ke kantor"


"Untuk membantu bos"


"Kan ada Adit yang akan membantuku mengurus semuanya"


"Aku tidak bisa meninggalkan kantor sebelum aku mengeceknya bahwa kantor baik-baik saja bos"


"okey, terserah kamu saja Lex tapi ini adalah hari spesialmu"


"Aku bisa melakukannya setelah ke kantor"


Mereka telah sampai di ruangan, Angga duduk di kursi kebesarannya.


"Aku tau kamu melakukan ini karna aku, tapi perhatikan juga hidupmu Lex jangan terlalu kantor yang kamu utamakan"


"itu sudah menjadi janjiku bahwa bos dan kantor adalah tujuan hidupku sebelumnya, dan sepenting apapun tetap bos dan perusahaan ini yang akan aku utamakan"


"Lex itu dulu"


"Bagiku itu tetap janjiku"


"Kamu tenang saja semua akan baik-baik saja selama aku masih bekerja, dan terima kasih masih setia menemaniku membangun perusahaan ini menjadi lebih maju setiap tahunnya"


"Iya bos.."


"ya sudah kamu kembali saja persiapkan semuanya jika kamu membutuhkan sesuatu hubungi aku Lex"


"Terima kasih bos" ucap Alex dengan menundukan kepalanya "Aku permisi keluar dulu bos"


"Hmmmm"


Alex keluar dari ruangan bosnya ia menuju ke ruangannya dan di ruangan itu sudah ada Adit yang bekerja.


Adit yang mendengarkan pintu di buka ia mengalihkan pandangan nya dan berdiri menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Bagaimana pekerjaanmu Adit? apa ada kesulitan selama kamu bekerja?"


"Semua berjalan dengan baik pak Alex dan tidak ada kesulitan yang saya temukan"


"Bagus" ucap Alex dengan menepuk-nepuk pundak Adit "Saya akan pergi keluar bersama dengan Meri untuk mengurus semua persiapan pernikahan kami, doa kan semua berjalan lancar sampai hari bahagia itu tiba"


"Saya akan selalu mendoakan yang terbaik buat pak alex dan adik saya selama pak Alex melindungi adik saya"


Alex tersenyum mendengar apa yang di katakan Adit, ia paham apa yang di katakannya karna saat ini Adit adalah kakak dari calon istrinya. walaupun Adit adalah calon kakak iparnya begitupun Adit walaupun Alex akan menjadi adik iparnya mereka tetap menjaga jarak di kantor yang saat ini hanya sebagai atasan dan bawahan.


"Kamu tenang saja aku akan menjaga dia dan akan memperlakukannya sebagai seorang ratu karna dia adalah ibu dari anak-anaku kelak"


"terima kasih pak"


"Aku yang seharusnya berterima kasih padamu karna memiliki adik secantik dan seramah seperti Meri"


Setelah bercerita bersama Adit Alex pergi keluar dan menjemput Meri untuk membeli semua kebutuhan mereka.


Agita duduk di kursi kebesarannya dengan terus memeriksa pemasukan dan pengeluaran untuk bisnisnya yang di kelolahnya sendiri ataupun adiknya Zio yang berada di Belanda. setiap akhir akhir tahun Agita menerima laporan bisnisnya dari adiknya dan juga dari tangan kanannya. ia memeriksa semuanya dan itu baik-baik saja tak ada yang harus di khawatirkan karna orang yang bekerja sama dengan dirinya adalah orang-orang pilihan semua.


Handphone Agita berdering menandakan panggilan masuk, ia segera menghentikan aktivitasnya dan menjawab panggilan telfon. Agita melihat nama yang tertera di layar handphonenya dan itu membuat Agita tersenyum.


"Hallo..."


"Kamu sedang apa? apakah kamu sibuk?"


Ternyata panggilan yang membuat Agita tersenyum adalah panggilan dari abangnya Daffa yang berada di Belanda.


"Gimana kabar Abang?"


"Aku baik-baik saja di sini tapi aku selalu merindukanmu dek dan juga Deon si nakal"


Agita mendengar ucapan abangnya ia tersenyum namun matanya sedikit berkaca-kaca "Aku juga sangat merindukanmu bang"


"Bagaimana kabar kamu dan Deon di sana, apa baik-baik saja?"


"iya bang, aku dan Deon baik-baik saja di sini"


"Apa suamimu memperlakukanmu dengan baik"


"Abang tidak perlu mengkhawatirkan aku, karna mas Angga selalu menjagaku dan juga Deon bang"


"Baguslah, jika dia tidak menjagamu dengan baik atau memperlakukanmu dengan baik, aku akan membunuhnya" ucap Daffa pada Agita.

__ADS_1


"Hahahaha, bang gak mungkin mas Angga melakukannya seperti apa yang Abang khawatirkan, dia begitu menyayangi agita dan Deon bang, lagian Deon kan putranya gak mungkin dia akan sejahat itu bang"


"Abang gak nuduh yang dek, Abang hanya khawatir aja"


"Agita paham kalau Abang begitu mengkhawatikan Agita dan juga Deon, tapi percayalah Agita sama Deon baik-baik saja di sini"


"Ya udah dek, Abang mau melanjutkan pekerjaan dulu agar cepat selesai dan bisa menemui kamu dan juga Deon"


"Apa Agita harus memberitahukannya pada Deon bang"


"Gak usah dek, nanti Deon akan kecewa kalau Abang belum bisa kesana"


"Baiklah bang, tapi 3 hari lagi pernikahan teman mas Angga. apa Abang gak akan datang?"


"Nanti di lihat dulu dek"


"Usahakan datang ya bang kasian Deon sangat merindukan unclenya"


"iya nanti Abang usahakan ya dek"


"Baik bang"


"ya udah Abang bekerja dulu"


Lalu panggilan telfon itu berakhir Agita terus memperhatikan nama yang tertera di handphonenya yang baru saja menelfonnya, air matanya sedikit membasahi wajah cantiknya. ia begitu bersyukur mendapatkan Abang yang sangat perhatian dan menyayanginya.


Angga terus berkutat dengan pekerjaannya ia ingin menyelesaikan pekerjaannya hari ini agar bisa cepat pulang kerumah dengan cepat tanpa harus menunggu jam pulang. waktu terus berputar sekarang Jam telah menunjukan pukul 5 sore namun pekerjaan yang angga kerjakan belum terselesaikan. ia terus melihat jam yang melingkar di lengannya. apa yang Angga lakukan berhasil walaupun sekarang sudah menunjukan pukul 9 Angga baru menyelesaikan pekerjaannya, Angga menggerakan kepalanya ke kiri dan ke kanan dan tubuhnya, dengan lamanya ia duduk sehingga membuat tubuhnya mengeluarkan bunyi ketika di gerakan. Angga menarik nafasnya dan menghempaskan nafasnya kembali lalu ia membereskan semua berkas yang ada di atas meja dan juga komputer yang ia gunakan. setelah selesai Angga bergegas untuk pulang ketika ia keluar dari ruangannya ia terkejut ternyata sekretarisnya Adit masih berada di kantor, ia memutuskan mendekatinya.


"Kamu belum pulang dit?"


Adit kaget ketika mendengar suara tuannya yang sudah berada di dekatnya.


"Sedikit lagi tuan"


"okey, nanti kalau sudah selesai kamu antarkan saya pulang karna hari ini saya sudah kecapean dan gak bisa menyetir"


"Baik tuan"


Angga kembali ke ruangannya untuk menelfon istrinya yang berada di rumah.


Sedangkan Adit membereskan meja kerjanya setelah menyelesaikan pekerjaannya. ia menuju ke ruangan tuannya, Adit mengetuk pintu ruangan tuannya "maaf tuan sudah mengganggu, saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya"


"baiklah dit, sekarang kita berangkat"

__ADS_1


"Baik tuan"


Angga dan Adit menuju keluar gedung, Angga menunggu di depan sedangkan Adit mengambil mobil di tempat parkir lalu menjemput tuannya.


__ADS_2