
Malam yang penuh dengan ke khawatiran bagi agita tentang ibunya yang tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri di kala sedang asyik mengobrol itu telah berlalu, kini agita menyambut paginya dengan kesedihan di rumah sakit melihat ibunya yang terbaring di tempat tidur, yang harus menanggung sakit karna penyakit. Agita tersadar dari lamunannya yang memikirkan kesehatan dan juga biaya pengobatan ibunya, dengan suara ibunya
“kamu belum berangkat kerja nak ?”
“gita belum masuk kerja bu, gita sudah mendapat izin dari bos gita bekerja, kalau beberapa hari gita belum masuk untuk bekerja, gita ingin merawat ibu”, agita berjalan mendekati ibunya di tempat tidur,
“Ibu makan dulu habis itu minum obat ” gita menyuapi ibunya makan setelah beberapa sendok,
“ibu sudah kenyang nak” agita memberikan obat pada ibunya untuk di minum,
“ibu istrahatlah dulu, zio kamu jaga ibu dulu kakak mau keluar sebentar”
“iya kak”,
“bu gita pamit keluar dulu, ada yang harus gita urus”,
“iya nak”,
Agita mencium punggung tangan ibunya dan mencium pipi ibunya, ia keluar dari ruangan ibunya, hari ini ia berencana mengunjungi salah satu tempat yang ia kenal, dalam waktu 45 menit Ia menempuh perjalanan dari rumah sakit ke tempat tujuan, akhirnya ia sampai juga di tempat yang ia tuju,
__ADS_1
“permisi tuan Angganya ada”tanyanya pada salah satu resepsionis
“tuan angga sedang keluar bertemu dengan client, jika nona ingin menunggu silahkan tunggu di sana nona” ucap resepsionis dengan ramah
“baiklah saya akan menunggu”
Hari ini tempat tujuan yang agita maksudkan adalah kantor Angga, ia ingin bertemu dengan angga, dan saat ini ia sedang menunggu angga di kantornya.
Setelah beberapa jam menunggu, anggapun sampai kini mobilnya memasuki area kantornya, ia turun dari mobil, dan masuk ke dalam kantornya menuju ke ruangannya, langkah angga terhenti ketika melihat seseorang yang duduk tak jauh dari ia berdiri, ia melihat wanita yang ia kenal angga berjalan menuju ke tempat wanita itu, agita yang melihat angga ia beranjak dari duduknya dan mendekati angga.
“sedang apa kamu di sini”, tanya angga pada agita
Ada apa dengan wanita ini kenapa cara bicaranya menjadi sopan berbeda dengan cara bicaranya waktu ia datang mengantarkan pakaianku, dan ini juga kenapa matanya apa dia habis menangis semalam, sehingga matanya membengkak.
“kita bicara di ruanganku saja” , mereka berjalan masuk ke dalam lift menuju ke ruangan angga, di dalam lift angga terus memperhatikan agita, “apa ada yang terjadi dengannya, kenapa ia tiba-tiba datang menemuiku” batin angga yang terus menatap agita, agita yang melihat angga menatapnya ia mengabaikan, ia hanya diam saja sampai pintu lift terbuka, sekarang mereka suka berada di ruangan angga.
“katakan ada perlu apa kamu menemuiku”
Agita diam memikirkan apa yang harus ia katakan pada pria yang sangat menjengkelkan ini, ia tidak ingin berurusan dengannya tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia tidak punya pilihan lain, agita memberanikan diri ia menatap angga, demi kesembuhan ibunya hanya ini cara yang ia bisa lakukan.
__ADS_1
“apakah syarat yang anda tawarkan pada saya waktu itu masih berlaku tuan?”,
Angga terkejut mendengar apa yang di katakan agita, “kenapa ia tiba-tiba menanyakan tawaran yang aku berikan padanya waktu itu, bukankah ia menolak tawaranku itu ”, batin angga
“kenapa anda diam tuan”,
“kenapa kamu menanyakan hal itu, bukankah kamu menolaknya?”,
“jika syarat itu masih berlaku saya akan menerima tawaran itu tuan”
“kamu tidak sedang bercandakan, dan apa yang membuatmu sampai menerima tawaranku”,
“tuan tidak perlu tahu alasan saya menerimanya”,
“baiklah, sebentar sore kita akan bertemu kembali”,
“baik tuan, saya permisi keluar”, agita meninggalkan ruangan angga,
Angga tersenyum senang ia tidak perlu lagi mencari alasan menemui maminya, karna ia akan membawa calon istrinya ke rumah orang tuanya malam ini.
__ADS_1
##.Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊