
Tak terasa waktu menunjukan sudah sore dan mereka telah menghabiskan waktu bersama.
Deon dan Angga sudah semakin dekat bahkan Angga menggendongnya dengan membuat Deon terbang. tawa mereka berdua menjadi satu.
sedangkan Agita melihat apa yang mereka berdua lakukan.
"Pikirkanlah perasaan putramu, kau lihat kan dia begitu bahagia walaupun Deon tidak mengetahui jika pria yang bersamanya adalah ayahnya" ucap Ken kepada Agita.
Agita tidak menanggapi ucapan Ken. ia hanya diam saja sambil menatap Angga dan putranya.
"Aku tau sikap Angga padamu waktu dulu bagaimana, tapi bisakah kau menatap masa depan Deon putra kalian, kau mungkin bisa menemaninya hingga dewasa tanpa sosok seorang suami, tapi apakah kau memikirkan bagaimana perasaan Deon. yang tanpa sosok seorang ayah"
Agita hanya diam saja ia tetap tidak menanggapi apa yang di katakan ken. karna saat ini ia berada di pilihan yang sulit untuk dirinya.
"Ingat Agita. kesempatan tidak akan datang kedua kalinya dan penyesalan selalu datang belakangan setelah kau mengambil keputusan. pikirkan masa depan Deon, maaf kalau aku ikut campur dalam urusan rumah tanggamu" ucap Ken dengan meninggalkan Agita yang sedang duduk
Deon yang melihat mommy nya, ia berteriak-teriak memanggil mommy nya dalam gendongan Angga. dan Angga hanya menatap Agita. ia tidak tau harus bagaimana.
__ADS_1
Deon memaksa untuk turun dari gendongan Angga. dan Angga menurunkannya tapi ada yang aneh, Angga merasa aneh karna tangannya di genggam Deon bahkan Deon menarik Angga pergi ke tempat mommy nya sedang duduk.
Deon menarik tangan Agita agar ikut dengannya di tepi pantai bermain bersamanya dan Angga. Deon menarik tangan Agita sampai akhirnya Agita menuruti kemauan Deon.
Angga menatap Agita selama Deon menarik tangan mereka. namun Agita hanya menatap Angga dengan secepat kilat lalu menatap putranya.
Mereka terlihat seperti keluarga kecil yang menikmati indahnya pantai dan hembusan angin laut.
Alex dan ken melihat mereka seperti itu mereka berdua tersenyum, mereka berharap agar Angga dan Agita bersatu kembali. sudah cukup selama dua tahun Angga seperti manusia yang tidak memiliki tanda-tanda kehidupan bahkan Angga seperti robot. berjalan hanya ke tempat tujuan saja habis itu ia menghabiskan waktu di kantornya.
sebelum ia menginzinkan tak seorangpun boleh masuk ke ruangannya termasuk Ken dan Alex.
Kini Agita dan Deon pulang ke hotel dengan di antar Angga. sedangkan Alex kembali bersama Ken.
Di dalam mobil Angga dan Agita hanya diam saja sedangkan Deon sudah tertidur di pangkuan Agita.
sampai tiba di hotel Angga dan Agita tidak saling mengobrol, namun ketika Agita berbalik untuk turun Angga memegang lengan Agita dan berkata.
__ADS_1
"Izinkan aku menggendong Deon dan mengantarkanmu ke dalam" ucap Angga dan melarang Agita membangunkan Deon.
Agita hanya diam saja sedangkan Angga sudah berada di pintu mobil menunggu Agita memberinya izin.
"Biarkan aku menggendong Deon dan mengantarkanmu ke dalam"ucap Angga dengan wajah yang berharap agar Agita memberinya izin.
"iya.." ucap Agita sambil menganggukan kepalanya tanda ia menyetujui keinginan Angga dan membiarkan Angga mengambil Deon dari pangkuan agita
Agita berjalan bersama dengan Angga dan Deon yang berada dalam gendongan Angga. semua orang menatap mereka bahkan mereka bertanya-tanya ada hubungan apa Agita dengan Angga Hendrawan pengusaha no 1 di kota itu pemilik perusahaan Golden Group. Agita yang mendengarkan bisikan itu ia menundukkan kepalanya.
Angga menatap Agita yang berjalan di sampingnya dan ia berkata pada Agita.
"Jangan pikirkan omongan mereka bagiku kau adalah wanita terhebat". ucap Angga.
Agita yang mendengar perkataan Angga ia tersenyum menatap Angga yang berada di sampingnya.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.
__ADS_1
🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.