Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 121


__ADS_3

Setelah makan siang Angga tidak kembali lagi ke kantornya tapi ia menemani Alex dan Meri belanja, ia tidak ingin jika istri tercintanya menjadi nyamuk untuk mereka berdua. Alex dan Meri melanjutkan membeli pakaian yang mereka butuhkan. Alex dan Meri memilih pakaian yang cocok untuk mereka dan mencobanya di kamar ganti tapi secara berpisah bukan bersamaan karna mereka belum sah.


Meri mencoba pakaian satu persatu begitupun dengan Alex, setelah itu mereka pergi ketokoh perhiasan untuk membeli cincin pernikahan dan juga perhiasan untuk Meri. tak lupa juga Angga membelikan perhiasan untuk istrinya ia tidak ingin hanya Alex saja membelinya Anggapun tidak ingin terkalahkan sehingga apapun yang Alex belikan untuk Meri Angga selalu mengikutinya dengan model yang berbeda.


Agita hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah Alex dan suaminya seperti anak kecil, di restoran saat makan, bahkan belanjapun mereka seperti anak kecil.


"Mas kamu kenapa sih?"


"Gak kenapa-kenapa sayang" ucap Angga dengan terus menatap Alex dan Meri. begitupun dengan Alex selalu menatap Angga seolah-olah ia ingin memperlihatkan apa yang ia belikan untuk calon istrinya,sehingga Angga pun tak mau kalah dari Alex.


Agita dan Meri terlihat frustasi melihat sikap Angga dan juga Alex yang kekanak-kanakan, dari pakaian dan perhiasan yang mereka tidak inginkan karna tidak sesuai dengan pilihan mereka di berikan Alex dan Angga. Agita dan Meri mencoba mengembalikannya namun mereka malah menerima bentakan karna ke egoisan Angga dan Alex yang tidak ingin terkalahkan.


"Mas Alex cukup, aku gak suka ini"


"Aku juga gak suka ini mas Angga"


"Pokoknya kalian harus menerima pemberian kami" ucap Angga dan Alex bersamaan.


Agita dan Meri terkejut dengan apa yang para lelaki ucapkan, awalnya mereka berniat mencoba menolak namun semakin mereka melawan maka semakin banyak yang akan mereka berikan.


Agita dan Meri berencana mengembalikan pakaian dan perhiasan satu persatu, mereka membeli hanya yang mereka sukai saja.


"Hahahaha di kembalikan, pilihan bos emang gak bagus makanya di kembalikan sama istrinya" ucap Alex dengan mengompori Angga


"diam kamu mas Alex" ucap Meri kepada Alex sambil meletakan kembali barang yang di pilih oleh Alex.


"Hahahaha di kembalikan, itu tandanya pilihanmu jelek Lex" ucap Angga membalas perkataan Alex.


Dengan saling menertawakan satu sama lain mereka mengambil kembali barang yang Agita dan Meri kembalikan.


Agita dan Meri menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah suaminya dan juga calon suami Meri temannya. Agita sudah geram melihat sikap suaminya yang seperti anak kecil.


"Mas, mas Angga. tolong hentikan kamu kesini mau menemani atau mau cari masalah mas, dan kamu Lex bisa tidak kamu gak mengompori mas Angga?! gara-gara sikap kalian pembelanjaan ini tidak akan selesai"


"Koq jadi aku sih sayang"


"sikap kamu seperti anak kecil mas"


"ini semua gara-gara kamu Alex"


"Koq gara-gara aku bos"


"iya, siapa lagi kalau bukan kamu"

__ADS_1


Agita memijit kepalanya melihat perdebatan antara suaminya dan juga asisten suaminya "Kalian bisa diam gak sih"


Semua terdiam bahkan Meri pun ikut dia dan kaget melihat Agita marah sambil meneriaki mereka "Mas kamu kembali ke kantor saja, biarkan Alex dan Meri belanja sendiri"


"Aku gak akan pergi, masa istriku jadi nyamuk apa kata mereka nanti, istri seorang pengusaha ternama Tuan Angga Hendrawan menjadi nyamuk"


"Kalian belanjalah sendiri, aku gak bisa menemani kalian belanja" ucap Agita pada Meri dan juga alex


Agita menatap kesal ke suaminya, Angga benar-benar membuatnya kesal hari ini.


Angga mengejar Agita yang meninggalkannya begitu saja tanpa mengajak dirinya "Sayang maafkan aku, aku tau aku salah"


Agita tak menanggapi apa yang Angga katakan, ia terus berjalan menuju ke ruangannya.


Sesampainya di ruangan Agita menduduki kursi kebesarannya, menyandarkan kepadanya lalu memejamkan kedua matanya.


Angga mendekati Agita ia duduk di meja tepat di depan istrinya, namun sebelum itu ia mengunci pintu ruangan Agita. "Sayang maafkan aku" ucap Angga lalu mencium dahi milik Agita "Aku sangat mencintaimu"


Agita membuka kedua matanya lalu tersenyum mendengarkan apa yang suaminya katakan "Aku juga sangat mencintaimu mas" semarah bagaimanapun Agita akan tetap luluh dengan tingkah suaminya bahkan kesalpun itu lenyap dengan keromantisan Angga memperlakukan Agita.


"Kamu sih mas Alex, mba Agita kan jadi marah ke suaminya"


"Koq aku lagi sih by, aku kan hanya memancing bos biar dia membelikan sesuatu ke istrinya eee gak taunya jadi gini"


"Karna si bos belum pernah membelikan sesuatu untuk istrinya, terakhir si bos memberikan hadiah ke istrinya yaitu pada saat dia melamarnya habis tuh sampai saat ini belum juga memberikan hadiah pada istrinya"


"Kamu tau dari mana? emang kamu tinggal bersama dengan tuan Angga selama 24 jam ?"


"iya juga sih, tapi lucu bisa menjahili bos sendiri" ucap Alex sambil tertawa kecil


"Di pecat atau di potong gaji baru tau rasa kamu mas"


"Jangan ngomong gitu by, sama saja kamu mendoakan suamimu ini terkena masalah"


"Apaan sih mas, kita itu belum sah"


"ya gak apa-apalah, suka-suka aku mau sebut apa iyakan istriku sayang" ucap Alex


Meri menundukan kepalanya sambil menutupi wajahnya dengan tangannya lalu meninggalkan Alex. Meri begitu malu namun itu tetap dilakukan Alex


"Kamu mau kemana istriku sayang, jangan tinggalkan aku" ucap Alex sambil mengejar Meri. semua orang menatap Alex dan juga Meri sebutan istriku yang di tujukan ke Meri mengundang orang menatapnya.


"Astaga mas Alex, kenapa harus teriak sih kan semua jadi melihat ke arahku" ucap Meri dengan suara pelan sambil melajukan langkah kakinya

__ADS_1


Sedangkan Alex terus mengejarnya sambil memanggil dengan kalimat itu. "Tunggu sayang, jalannya jangan cepat-cepat nanti kamu terjatuh" ucap Alex sambil menggandeng tangan calon istrinya.


"apa yang kamu lakukan mas, kamu membuatku malu dengan caramu itu" ucap Meri dengan suara kecil "kamu memang gak ada malunya mas"


"Maluuu? aku gak Malu by tapi aku bangga memiliki istri secantik kamu" ucap Alex dengan penuh gombal


"Dasar tukang gombal"


"Bener by"


Angga menggendong Agita ke shofa yang ada di ruangan itu dari tempat duduknya, ia mendudukkan Agita kepangkuannya, awalnya Agita malu ia menolak duduk di pangkuan suaminya namun Angga terus menahannya agar tidak beranjak dari pangkuannya.


"Tetaplah seperti itu sayang" ucap Angga dengan membisikannya di telinga Agita


"Geli mas"


Angga mulai mengecup wajah Agita, bibir mungil milik Agita lalu leher putih itu, sebelum birahi Angga memunjak Agita menghindarinya "Mas, ini ruanganku di luar banyak orang"


"Aku sudah mengunci pintunya sayang tenang saja"


"Mas, di ruanganku ada cctv nya"


"Okey nanti kita lanjutkan di rumah" ucap Angga dengan entengnya melanjutkan di rumah


"Gak usah menatapku seperti itu aku hanya mengatakan apa yang ingin aku katakan, oh iya aku punya sesuatu untuk kamu"


"Apa itu mas?"


Angga menarik tangan Agita lalu dengan pelan ia memakaikan sebuah gelang yang cantik yang lucu


"Mas kenapa kamu membelikan ini untukku?"


"emang aku salah membelikan sesuatu ke istriku?! hmm"


"Gak salah sayang tapi aku gak ulang tahun"


"Gak perlu nunggu hari ulang tahun, bagiku kamu layak mendapatkannya setiap hari bahkan ini masih belum cukup di bandingkan dengan kasih sayangmu dan juga kesabaranmu menghadapi sikapku sayang"


"Makasih sayang" ucap Agita dengan memeluk Angga


"Kamu suka ?"


"iya aku suka, menurutku ini cantik dan lucu sayang, makasih ya sayang" ucap Agita dengan mencium bibir suaminya.

__ADS_1


__ADS_2