Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 29


__ADS_3

Bagi Agita waktu menuju malam begitu cepat berlalu sehingga tak terasa sekarang menunjukan pukul 04:00 sore, ia mulai merasa tidak tenang pikirannya mulai mencari-cari ide agar ia bisa menghindari suaminya , tiba-tiba ide dalam pikirannya muncul Agita tersenyum kegirangan karna mendapatkan ide sebagai alasan bertemu dengan suaminya malam nanti.


Berbeda dengan Angga Jika Agita merasa waktu begitu cepat. Angga merasa kalau waktu begitu lama untuk malam tiba ia merasa seperti sedang menunggu dalam seminggu dan itu membuat ia kesal rasanya ia tak sabar untuk bertemu dengan istrinya membalaskan apa yang di lakukan istrinya padanya.


"Mengapa waktu begitu lama sih, tak bisakah di percepat sedikit?! kalau lama begini bisa-bisa Agita akan kabur lagi" ucap Angga sambil melihat jam dinding yang berada di kantornya.


Angga begitu risau mengingat jika sampai Agita istrinya kabur bakalan gagal rencananya malam ini, ia sudah menyiapkan rencananya dengan matang dan itu membuat Angga tidak sabar menunggu malam nanti ia ingin melihat wajah istrinya yang akan di kerjain malam ini.


Tiba-tiba handphone genggam Angga berbunyi pertanda panggilan masuk dari seseorang, Angga mengambil handphone itu dari dalam saku jasnya ia mengerutkan keningnya melihat nama yang tertera di panggilan itu "Kenapa mami menelpon, tidak biasanya mami menelfon" ucap Angga penuh dengan keheranan


"Hallo mi, ada apa mi tumben nelfon Angga" tanya Angga ke maminya


"Kau gak senang kalau mami menelfon hmm"


"Gak gitu mi, Angga hanya heran aja"


"Oh iya Angga. mami ingin mengajak kau dan istrimu makam malam di rumah besok"

__ADS_1


"Aku lihat-lihat dulu aja mi soalnya kerjaan aku numpuk mi"


"Kau lebih mementingkan kerjaanmu dari pada ajakkan mami Angga?" ucap mami Angga dari telfon


"Bukan gitu mi"


"Gak ada tapi-tapian pokoknya kau harus datang dengan istrimu itu, kalau tidak mami akan menginap di rumah kau Angga". kata mami Angga dengan penuh pengancaman


mendengar kata maminya Angga langsung menjawabnya tanpa memberikan alasan lagi ke maminya "Iya" ucap Angga dengan mengakhiri panggilan telfon.


Jika Angga tak mengakhiri panggilan telfon dari maminya bisa-bisa telfon itu Takan berakhir sebelum Angga menjawab iya pada ajakan maminya. Angga menolak ajakan maminya akan tetapi maminya mengancam kalau malam ini maminya akan menginap di rumah Angga sontak saja mendengar ucapan maminya, Jika sampai maminya nginap malam ini di rumah Angga gagal sudah rencana yang ia buat.


Agita membersihkan semua meja dari depan hingga belakang bahkan ia bertanya ke manager restoran "Boolehkah malam ini aku lembur?" tanya Agita


mendengarkan pertanyaan itu manager langsung menatap Agita dan berkata "Apa kau tidak akan istrahat malam ini agita atau kau membutuhkan uang lebih sehingga menawarkan diri untuk lembur" ucap manager restoran yang saat ini membantu Rendy boss restoran itu selama tidak ada di tempat.


"Bukan begitu Bu, saya hanya ingin aja bekerja saya malas kembali kerumah Bu"

__ADS_1


"Ya sudah kalau kau tak ingin pulang ke rumah kau kenapa gak ke kafe aja di situ jangankan lembur sampai pagipun kau tetap mendapatkan gaji besar" ucap manager restoran dengan merendahkan Agita.


Gina yang mendengarkan perkataan manager yang di lontarkan ke agita, berjalan menghampiri merreka berdua.


"Maaf Bu Agita sudah punya Janji dengan saya dan pertanyaan Agita hanya iseng saja mencari tau apakan ibu mengizinkan karyawan lembur atau tidak, kami permisi". ucap Gina dengan menarik tangan Agita agar segera pergi dari hadapan nenek lampir tuh, jika tidak dia akan lebih berkata kasar lagi dari ini.


"Ada apa denganmu Agita kenapa kau ingin lembur? apa kau tidak ingin pulang istrahat dan menjaga ibumu git ?" tanya gina


Agita diam tak menanggapi pertanyaan yang di lontarkan Gina padanya.


Gina yang melihat Agita diam saja ia tak lagi bertanya ia hanya tersenyum ke Agita "Sudahlah jangan pikirkan perkataan nenek lampir tuh, ayok beres-beres git agar kita bisa cepet pulang dan istrahat"


Agita masih terdiam dengan lamunannya "Benar apa kata gina aku harus pulang dan apapun itu aku harus menghadapi suamiku, aku tidak bisa menghindarinya, apa lagi dokter baru saja mengabariku kalau ibu harus cuci darah 2 hari lagi satu-satunya orang yang bisa membantu aku hanyalah suamiku Angga" batin Agita dengan penuh pertimbangan Agita mengangkat wajahnya menatap Gina sahabatnya dengan tersenyum "Iya baiklah, ayok Gin".


#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊


dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.

__ADS_1


terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗


__ADS_2