Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 13


__ADS_3

setelah selesai makan siang Angga dan Alex kembali ke kantor bersama-sama.


Angga telah sampai di ruangannya sedangkan Alex kembali ke ruangan kerjanya yang berdekatan dengan ruangan boss nya yang tak lain adalah sahabatnya sendiri Angga.


Angga sibuk dengan pekerjaannya yaitu memeriksa dokumen-dokumen perusahaan yang di pegangnya saat ini.


selang beberapa menit hp Angga berdering. Angga segera mengambil hp nya dan melihat siapa yang menelponnya, melihat nama itu Angga tersenyum dan mengangkat telfon.


"Hallo honey.." ucap Angga kepada si penelpon


"Hallo sayang, kamu koq udah jarang hubungin aku Ngga."


"Aku lagi sibuk sayang, pekerjaanku numpuk dan aku harus menyelesaikannya tepat waktu."


"Bener kamu sibuk karna pekerjaan, bukan karna istri kontrakmu itukan." ucapnya yang di seberang sana dengan suara ngambek.


"Hahaha, yaa gak lah sayang buat apa aku sibukin diri hanya demi dia. aku bekerja sampai lembur demi masa depan kita sayang, dia hanya istri sementaraku sampai kau selesai dengan kontrak pekerjaanmu, aku akan menceraikan dia."


"Benar yaa sayang. aku akan mempercepat pekerjaan modelku di sini."

__ADS_1


"Iya sayang."


"Maaf sayang aku masih ada pemotretan lagi, bye bye honey."


"Bye bye honey..." jawab Angga mengakhiri telefon mereka.


Angga tersenyum mendapatkan telfon dari seseorang siapa lagi kalau bukan pacarnya yang model itu yang bernama Alisa.


***


di mansion ada sepasang suami istri yang masih terlihat muda sedang mengobrol, siapa lagi kalau bukan kedua orang tua Angga.


"Pi, akhirnya anak kita Angga udah menikah juga Pi."


"iya Pi, tapi masih ada satu lagi yang mengganjal di pikiran mami".


mendengar ucapan istrinya lelaki itu atau tepatnya ayah Angga mengernyitkan keningnya dan menatap istrinya, yang dari awalnya pembicaraan mereka ayah Angga tak mengalihkan pandangannya dari koran namu setelah mendengarkan ucapan istrinya ia langsung menatap wajah istrinya penuh tanya.


"apa yang mengganggu pikiranmu mi."

__ADS_1


"mami ingin memiliki cucu Pi."


mendengar ucapan istrinya yang ingin memiliki cucu ayah Angga langsung tertawa .


"koq malah tertawa Pi, lucu yaa?".


"gak mi, kita pasti akan memiliki cucu Angga kan sudah menikah gak mungkinlah kita gak memiliki cucu." jawab ayah Angga kepada istrinya.


"tapi Pi, aku takut jika.."


ayah Angga langsung menanggapi ucapan istrinya sebelum istrinya itu akan berpikiran yang aneh-aneh.


"sudah gak usah berpikiran yang aneh-aneh mi, percayakan semua pada anak kita Angga dan menantu kita Agita. papi yakin semua akan berjalan lancar dan di mudahkan, mami berdoa saja semoga secepatnya Angga dan istrinya memberika kita cucu." ucap ayah Angga pada istrinya sambil menggelengkan kepalanya dan terawa, "bagaimana bisa istrinya memiliki pikiran yang aneh itu pada anaknya dan menantunya, sama saja istrinya tak percaya pada kemampuan putranya sendiri". batin ayah Angga


"Pi, bagaiman kalau kita undang mereka makan malam di mansion?."


"terserah mami saja, papi ikut saja dengan apa yang mami lakukan tapi ingat jangan berpikiran yang aneh-aneh lagi tentang putra kita dan menantu kita, sama aja mami gak percaya pada mereka."


"iya mami percaya pada putra kita dan menantu kita yang cantik itu."

__ADS_1


kini maminya Angga memikirkan waktu yang tepat untuk makan malam bersama putranya dan menantunya di mansion agar putra dan menantunya bisa menginap di mansion nanti.


##Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊


__ADS_2