
Angga melihat laki-laki itu memegang pundak Agita setelah mencegah tangan Bu Yeni yang ingin menampar Agita.
Angga berbalik dan berjalan menuju tempat duduknya semula, dan Angga duduk di depan Alex dengan wajah yang lesu.
Alex merasa heran dengan sikap Angga yang tiba-tiba berubah. bahkan sebelumnya Angga bersemangat. kenapa tiba-tiba berubah.
"Kau kenapa Ngga?" tanya Alex namun Angga tak menjawab pertanyaan Alex.
"Angga.., kau kenapa?, katanya tadi mau samperin Agita koq balik lagi, dan kenapa juga wajah kayak gitu Ngga. seperti gak bersemangat" ucap Alex lagi.
Angga menatap Alex trus ia menatap Agita dengan wajah yang tak bersemangat.
Alex yang melihat Angga seperti itu dirinya tak menyadari kalau Angga berubah karna Agita sedang bersama dengan laki-laki lain, dan yang membuat Angga seperti itu bukan hanya karna itu saja melainkan melihat tangan laki-laki itu memegang pundak Agita.
Alex malah melanjutkan makannya namun Alex tetap memandangi Angga yang menatap ke arah lain, Alex memutuskan mengikuti pandangan Angga. dan ketika Alex melihat itu Alex menahan tawanya ia menatap Agita dan Angga bergantian sambil menahan tawanya.
"Kenapa Ngga?, lagi cemburu yaa?" ucap Alex dengan tertawa
"Ngomong apa sih Lex, aku gak cemburu ngapain juga aku cemburu sama dia" ucap Angga mengelah ucapan Alex yang menuduhnya cemburu.
"kalau gak cemburu kenapa wajah kau seperti itu Ngga?"
"memangnya kenapa, ini kan wajahku jadi terserah aku dong mau ku buat seperti apa"
Alex masih menahan tawanya dengan menatap wajah Angga.
Bu Yeni terkejut melihat tangannya di pegang oleh Daffa, Bu Yeni mencoba melepaskan tangannya namun semakin ia melepaskan Daffa mengeratkan tangannya.
"Lepaskan aku" ucap Bu Yeni sambil menatap Daffa
__ADS_1
"Jangan berani menyentuh bagian keluargaku, jika tidak kau akan menyesal seumur hidup"
Daffa melepaskan tangan Bu Yeni dengan melempar tangan Bu Yeni, sambil memberi peringatan padanya.Daffa mengajak Agita agar duduk kembali di tempatnya. dengan santainya Daffa menanyakan keadaan Agita.
"Kau gak apa-apa kan dek?"
"gak apa-apa bang" jawab Agita
"Baguslah kalau begitu, jika kau sampai kenapa-kenapa aku tidak akan melepaskan orang yang menyakitimu siapapun itu" ucap Daffa sambil menatap Bu Yeni yang masih berdiri di tempatnya sambil memegang pergelangan tangannya akibat genggaman tangan Daffa.
Bu Yeni pergi meninggalkan Agita dan Daffa yang sedang melihat daftar menu yang akan mereka pesan.
Sedangkan Gina dan Meri menahan tawa mereka melihat Bu Yeni di permalukan oleh laki-laki itu.
"Emang enak di permalukan!" ucap Gina sambil tertawa dengan suara kecil bersama Meri
"Kalian berdua kenapa?" tanya Ken pada mereka
"Ngapain kau tertawa Lex, ada yang lucu?" ucap Angga sambil menatap Alex yang berada di depannya.
"Ada apa sih dengan kalian berdua?" tanya Ken lagi dengan bingung melihat sikap Angga dan alex.
Alex menatap Ken dan menjelaskan semuanya.
"Begini Ken, Angga melihat wanita yang mirip Agita. trus Angga berniat mendekatinya dengan menolong wanita itu dari Bu Yeni. tapi tiba-tiba ketika Angga sudah mendekati tempat di mana Agita berdiri dan Bu Yeni ada laki-laki yang muncul yang membela agita.dan dengan itulah tiba-tiba wajah Angga berubah" jelas Alex tentang angga kepada Ken sahabatnya
Ken melihat-lihat dan betapa terkejutnya Ken saat melihat Agita yang sedang duduk, wanita yang selama ini ia cari akhirnya muncul dengan sendirinya, Ken begitu bahagia rasanya ia ingin menghampiri Agita. namun perasaannya sedikit tidak enak karna Agita sedang bersama seorang laki-laki dan Ken tidak ingin mereka terganggu ketika Ken menemui Agita. Ken memutuskan untuk bertemu Agita di lain waktu saja. karna Ken ingin mengobrol lama dengan Agita. maka ia harus mencari waktu yang luang tanpa ada yang mengganggu mereka di saat mengobrol nanti.
Ken dan Alex tiba-tiba memiliki pikiran yang sama ingin menjahili Angga sahabat mereka. kejahilan itu di mulai dari Alex. Alex yang sudah mengetahui bahwa Ken juga memiliki perasaan pada Agita. Alex memulai dari Ken.
__ADS_1
"Ken menurutmu bagaimana dengan Agita?" tanya Alex dengan melirik Angga
"Menurutku Agita terlihat lebih cantik dari waktu itu, dan Agita juga terlihat seorang wanita yang baik menurutku" jawab Ken
"Apa kau berniat mendekatinya Ken yaa sebagai pacar atau sebagai calon istri?" ucap Alex dengan menatap wajah Angga sambil menahan tawanya.
Angga mengangkat wajahnya yang awalnya hanya menunduk sambil mengaduk kopi miliknya. ketika mendengar ucapan Alex yang di lontarkan pada Ken sahabatnya.
Ken melihat reaksi Angga yang tiba-tiba menatapnya menunggu jawaban apa yang akan Ken berikan
"Kalau aku Lex, aku masih ingin mendekati Agita secara kan saat ini ia tidak punya pasangan dan dia juga sudah bercerai"
"Wuaaa, kalau kau berniat seperti itu aku akan mendukungmu Ken demi kebaikan Agita" ucap Alex sambil menatap Agita dari jarak jauh.
"Kalian ngomongin apa sih, udah deh gak usah ngawur kalau ngomong"
"Kau kenapa Ngga?" tanya Alex
"Gak kenapa-kenapa aku hanya gak suka pembahasan kalian aneh pacaran dan nikah, udah deh"
Alex tertawa mendengar ucapan Angga.
"Buahahahaha, nah benar kan apa yang aku katakan kalau kau itu cemburu Ngga" ucap Alex dengan tertawa.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.
🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.
__ADS_1