
3 hari lagi Pernikahan Alex dan juga Meri. sebelum terlambat Alex memberitahu Ken lewat telfon tentang pernikahannya 3 hari lagi. Ken saat ini berada di Prancis ia melanjutkan bisnis yang ayahnya tinggalkan sedangkan bisnis yang bekerja sama dengan perusahaan milik Angga. di serahkan ke adiknya Gina yang mengelolanya.
Alex menelfon Ken. namun panggilannya tak mendapatkan jawaban karna dirinya saat ini sedang sibuk, yang beberapa bulan di tinggalkan kini Ken harus menyelesaikannya. membereskan semua pekerjaannya.
"Kamu sengaja gak menjawab telfonku Ken ?!dasar si pria gila kerjaan. kalau kamu gak menjawab telfonku ya sudah aku menelfon calon istriku saja kalau begitu" lalu Alex menelfon Meri.
"Kamu sedang apa by?"
"duduk aja sambil ngerapiin belanjaan yang kita beli"
"Ya sudah lanjutkan aja aku juga masih punya kerjaan"
"Jangan lupa istrahat dan makan mas"
"iya by, ya udah Babay" ucap Alex dengan mengakhiri panggilan telfonnya.
Malam ini di kediaman orang tua Angga. mereka melakukan makan malam dengan sambil mengobrol yang obrolannya di awali dari permintaan Deon yang udah beberapa Minggu yaitu menginginkan seorang adik, dan malam ini permintaan itu di ingatkan kembali oleh ny.amel.
"Bagaimana dengan permintaan Deon cucuku apa kalian sudah mendapatkannya"
"maksud mami, Angga gak ngerti mi dengan yang mami ucapkan"
"Apa kalian sudah membuat adik buat Deon?" ucap ny.amel
Pertanyaan yang di lontarkan oleh ny.amel membuat Agita keselek ketika ia sedang minum air
"Kita lagi berusaha mi membuatnya, tenang saja mi aku bakal buat Deon punya banyak adik nanti"
Agita langsung menatap Angga ketika mendengar ucapa yang Angga ucapkan pada mami dan juga Deon.
Angga pun menatap Agita sambil tersenyum "Benarkan sayang kalau kita saat ini sedang mengusahakan Deon mendapatkan banyak adik?!"
"Mas..." panggil Agita dengan suara kecil
"Kenapa sayang" jawab dengan mendekatkan kupingnya pada Agita.
"Tolong kamu gak usah membahas ini dulu mas, ada Deon di sini gak baik kalau sampai di dengar"
"Baiklah aku gak ngomong lagi, tapi malam ini kita membuatkan adik untuk Deon kan sayang, kasian Deon butuh teman sayang"
"Mas, bisa gak kamu gak membahas ini dulu ketika lagi makan"
"iya sayang maafin aku"
Mami Amel menatap putranya dan juga menantunya "Apa yang kalian bisikan?, apa kalian mau kabur?"
"Gak mi" jawab Agita
"Kita hanya membahas tentang pembuatan adik untuk Deon saja mi" ucap Angga dengan tersenyum
Agita yang mendengarkan ucapan Angga, ia melayangkan cubitan di bagian paha suaminya sehingga membuat Angga meringis karna sakit.
"Kamu apa-apaan sayang, sakit tau"
"Kamu mikir dengan apa yang kamu ucapkan?"
"iya aku masih mikir koq"
"Kalau masih mikir kenapa kamu harus ngomong di depan Deon mas?"
__ADS_1
"biar dia percaya kalau kita buat adik untuknya"
"Astaga"
"Sudah-sudah sekarang ini untuk makan bukan untuk mengobrol" ucap nyonya Amel
"iya mi"
Malam ini terlewatkan tanpa melakukan apapun karna Angga di sibukan dengan pekerjaannya, Angga menyelesaikan pekerjaan sudah larut malam dan ia tidak tega membangunkan Agita. Angga hanya memeluk Agita saja sampai ia pun ikut tertidur.
Selesai sarapan pagi Angga mengantarkan Deon ke sekolah dan juga Agita berangkat ke kantornya. dan itu di lakukan setiap hari. Deon telah sampai di sekolahnya Angga dan Agita mengantar putra mereka ke dalam kelas. dan di saat mereka menuju ke ruang kelas salah satu guru didik Deon tersenyum kepada mereka sehingga membuat wajah Deon berubah.
Deon menatap Daddy nya ketika Bu Yasmin tersenyum ke mereka dan Angga membalas senyuman itu kepada Bu Yasmin. Deon terus memperhatikan Daddy nya. Angga yang merasa kalau dirinya saat ini sedang di tatap oleh putranya ia mengalihkan pandangannya dari Bu Yasmin ke putranya.
"Ada apa dengan wajah jagoan Daddy, koq senyumnya hilang" ucap Angga dengan bercanda
Agita yang mengerti dengan tatapan Deon ia langsung jongkok mensejajarkan tinggi Deon.
"Kamu kenapa sayang? hmmm" tanya Agita
Deon memeluk Agita dengan erat dan itu membuat Agita terkejut dengan sikap putranya, Agita menatap Angga untuk mencari jawaban atas sikap Deon namun Angga mengangkat kedua bahunya seolah ia tidak tau sebabnya. Agita membalas pelukan Deon dengan mengusap rambut hitam milik putranya.
"Sayang" dengan melepaskan pelukannya dan menatap wajah putranya " koq wajahnya seperti itu sayang"
"Deon gak ingin Daddy meninggalkan mommy lagi" ucap Deon dengan wajah sedihnya
"Sayang Daddy gak akan meninggalkan mommy ataupun Deon"
"Deon jagoan Daddy, sampai kapanpun Daddy gak akan meninggalkan mommy dan Deon"
"Tapiii"
"gak dad, Deon mau masuk sekolah Deon ingin belajar agar bisa bantu Daddy dan mommy bekerja"
"Kamu yakin gak mau ikut Daddy?" ucap Angga dengan menggendong putranya.
"iya Deon yakin koq Dad"
Angga mengantarkan Deon sampai ke tempat duduknya, sebelum meninggalkannya Angga mencium pipi milik putranya. "Daddy berangkat ke kantor dulu, jangan nakal" Deon menganggukan kepalanya.
Agita dan Angga melambaikan tangan pada putranya. Angga dan Agita kini berada dalam mobil Angga menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang, dalam perjalanan Angga sekali-kali menatap Agita sehingga membuat Agita bingung dengan sikap Angga.
Angga menepikan mobilnya di pinggir jalan. lalu ia memeluk Agita "Maafkan aku, karna sikap egoisku dulu membuat Deon seperti tadi"
Agita membalas pelukan suaminya dengan mengelus-elus belakang Angga "itu masalalu mas, sekarang adalah masa depan yang harus kita perbaiki agar tidak terulang lagi apa yang terjadi di masalalu demi putra kita"
Mendengar ucapan Agita. Angga mengeratkan pelukannya seolah ia menyesali apa yang terjadi di masalalu.
"mas nanti kita terlambat berangkatnya"
"Maafkan aku sayang"
"Aku sudah memaafkanmu mas, bahkan aku sudah melupakan semuanya, yang ada di pikiranku saat ini hanyalah masa depan keluarga kita dan juga masa depan untuk putra kita"
"Makasih sayang" ucap Angga dengan mengenggam kedua tangan istrinya lalu ia merapikan rambut Agita.dan dengan perlahan-lahan Angga mendekatkan wajahnya ke wajah Agita. namun ketika ia mulai menempelkan bibirnya ke bibir istrinya, Agita. Agita menutupinya dengan tangannya.
"Kenapa sayang"
"Mas, kita akan terlambat ke kantor"
__ADS_1
"Aku bosnya dan kamu pun bosnya, lalu masalahnya di mana"
"Tapi mas apa kata karyawan kalau melihat kita terlambat ke kantor apa itu disiplin mas"
"Sayang hanya kali ini saja terlambat ke kantor koq" ucap Angga dengan ingin meneruskan yang gagal tadi.
"Tapi mas ini di jalan, apa kata orang nanti mas"
"Ya udah kita ke rumah saja" ucap Angga dengan mulai menghidupkan mesin mobilnya
"Astaga mas, kamu koq seperti anak kecil sih"
"Siapa yang marah kalau aku mencium istriku" ucap Angga dengan mencium pipi Agita.
"Mas, nanti kita akan mendapatkan teguran parkir di sembarang tempat"
"Ya udah kalau gitu aku parkir di depan hotel saja"
"Mas, jangan bercanda ini sudah siang mas"
"Siapa bilang ini pagi sayang"
Agita benar-benar di buat pusing dengan sikap Angga yang ke kanak-kanakan sehingga ia memberanikan dirinya mencium bibir Angga walaupun hanya cepat, namun itu membuat wajah Agita menjadi merah karna malu.
Angga terkejut dengan apa yang di lakukan Agita padanya, dengan cara Agita seperti itu membuat Angga bahagia namun ia menyembunyikannya "Katanya kamu malu koq kamu main nyosor aja"
"Aku melakukannya agar kita cepat pergi ke kantor mas"
"Tapi kamu melakukannya tanpa sepengetahuanku jadi itu ku anggap gak ada"
"Mas, jangan becanda mas"
"Aku gak becanda sayang, sekarang kamu pilih mau memberiku ciuman seperti tadi atau kita akan telat ke kantor"
Agita menarik nafasnya lalu menghembuskan nafasnya kembali lalu melakukan apa yang ia lakukan tadi yaitu mencium kembali bibir milik Angga suaminya,namun siapa yang mengetahui kejahilan Angga, dengan cepat Angga membalas ciuman itu dan menahan kepala istrinya, yang tadinya Agita ingin melakukannya agar cepat berangkat ke kantor malah membuat Agita dan Angga terlambat karna mereka melakukan ciuman itu selama 30 menit, dan itu berhenti karna suara klakson dari kendraan yang lainnya.
Agita terkejut mendengar bunyi klakson itu sehingga membuatnya mendorong Angga. "Mas"
"Sayang ada apa, aku masih ingin melakukannya" ucap Angga dengan mendekatkan wajahnya
"Mas, kita sudah kesiangan"
Angga tak memperdulikan ucapan Agita, ia tetap ingin melanjutkannya namun gagal karna handphone Angga berdering dan itu membuat ia kesal gara-gara telfon dari Alex misinya gagal.
"Sialan kamu Lex, ganggu orang saja" ucap Angga dengan mengumpat asistennya itu sekaligus sahabatnya
"Bos ini sudah siang, masa iya bos masih berada di atas"
"Jangan mengada-ngada kamu Lex kamu pikir aku sedang berada di mana"
"hahahaha maaf bos"
"Aku akan segera sampai setelah mengantarkan Agita ke kantornya"
"Gak usah datang bos biar aku yang mengurusnya, bos lanjutkan saja apa yang bos lakukan"
"Sialan kamu Lex" ucap Angga dengan mengakhiri telfonnya.
"Siang ini kamu lolos dari aku tapi malam ini kamu gak akan lolos dari genggamanku sayang" ucap Angga dengan melirik Agita lalu menghidupkan mesin mobilnya. dengan tujuan mengantarkan Agita ke kantornya.
__ADS_1