Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 61


__ADS_3

Pagi ini Agita mejalani hidupnya seperti biasa walaupun dirinya masih sedih tapi ia harus bangkit demi adiknya dan juga calon buah hatinya nanti. seperti biasa Agita pergi berangkat bekerja. jika bagi Agita seperti biasa namun bagi Ken tidak biasa.


Ken mendengar cerita dari adiknya jika saat ini Agita telah di usir Angga dari rumahnya membuat Ken marah. namun Ken masih menyelesaikan urusannya di siang ini setelah selesai ia akan menemui Angga.


Agita sudah mulai terbuka dengan masalahnya pada sahabatnya. dan Agita juga sudah berjanji akan menceritakan semuanya. setelah menceritakan semuanya Agita menjadi lega tidak ada lagi ia tutu-tutupi dari Gina sahabatnya.


Pekerjaan Ken telah selesai ia berencana tidak langsung pulang ke apartement melainkan ingin menemui Angga. namun Ken tidak mendapati Angga di kantornya.


Ken berencana menemui Angga di rumahnya, saat ini Ken dalam perjalanan menuju rumah Angga sahabatnya. setelah sampai Ken turun dari mobilnya sambil memanggil-manggil nama Angga.


Ken begitu marah ia tidak terima jika Angga memperlakukan Agita seperti itu.


Diruang tamu Alisa, Angga dan Alex sedang asyik mengobrol namun tiba-tiba mereka mendengar orang yang memanggil Angga dengan berteriak-teriak dan itu adalah Ken.


Ken kini berhadapan dengan mereka bertiga.


Alex yang melihat wajah Ken. ia merinding melihatnya marahnya seseorang yang pendiam berbeda dengan marahnya seseorang yang banyak bicara.


Ken mendekati Angga dengan menarik krak baju Angga. rasanya Ken tidak tahan lagi ingin memukul wajah Angga. namun ken menahan emosinya.


Alex yang melihat Ken menarik krak baju Angga dirinya terkejut bahkan ini pertama kali melihat Ken begitu marah pada seseorang seperti ia ingin menelan mentah-mentah orang itu.


Sedangkan Alisa hanya tersenyum melihat adegan itu di mana Ken menarik krak baju Angga. sedikit pun ia tidak merasa takut.


"Apa yang kau lakukan pada Agita?"


tanya Ken dengan suara yang lantang dan marah


"Cih, kau menanyakan wanita itu, apa yang aku lakukan padanya!. dengar baik-baik aku memperlakukannya dengan baik atau pun buruk itu bukan urusanmu"


"Itu akan menjadi urusanku, apapun yang terjadi pada Agita itu akan menjadi urusanku"


"Hahahaha, kenapa ken, kau menjadi seperti ini apa kau sudah termakan dengan godaannya atau kau sudah tidur dengannya?"


Alex terkejut mendengar ucapan Angga ia tidak menyangka jika Angga akan mengatakan seperti itu.

__ADS_1


tiba-tiba pukulan Ken melaju ke wajah Angga


"Buukk, jaga mulutmu Angga. Agita tidak seperti wanita yang kau ucapkan"


Bibir Angga yang terkena pukulan dari Ken telah mengeluarkan darah. Angga berdiri sambil membersihkan darah yang keluar dari mulutnya.


"Apa yang di katakan Angga benar, dia hanya menginginkan uang milik Angga saja" Alisa ikut bicara saat ini ia menambahkan ucapan Angga pada Ken.


Ken menatap Alisa dengan melototkan matanya.


"Diam kau ******, dasar wanita sampah seharusnya kau berkaca dulu sebelum membicarakan orang lain"


"Kenapa kau malah marah ke Alisa? apa yang di katakan Alisa benar dan jaga ucapanmu Alisa bukan wanita seperti itu" ucap Angga dengan membela alisa kekasihnya


"Dan kau harus tau Ken wanita yang kau bela-bela itu adalah wanita yang hanya menginginkan uang rela menjual dirinya hanya karna uang" ucap Angga sekali lagi dan itu membuat Ken marah.


"tutup mulutmu, jika kau tidak tau apa-apa tentang Agita. kau tidak perlu berkomentar banyak" ucap Ken yang dengan amarah yang menggebu-gebu


sedangkan Alex hanya menyimak dan mendengarkan apa yang mereka katakan, Alex tidak tau harus membela siapa keduanya adalah sahabatnya seperti sodara baginya.


Angga mendengarkan ucapan Ken. dirinya tidak terkejut sama skali ia hanya menertawakan ucapan Ken.


"Apa kau yakin itu adalah anaku Ken, apa kau yakin anak yang ada di kandungan Agita adalah anaku. jika kau ingin bertanggung jawab atas kehamilan Agita sana kejar dia dan ajaklah dia menikah" ucap Angga


ketika Ken mau membalas ucapan Angga. sudah ada orang lain yang lebih dulu berbicara.


"Tutup mulutmu Angga"


"Papi, mami" ucap Angga yang terkejut dengan kedatangan orang tuanya di rumahnya.


orang tua Angga berjalan mendekati mereka, papinya Angga melayangkan tangannya ke wajah putranya dengan menampar wajah Angga.


"Apa seperti itu cara seorang pemimpin dalam perusahaan ataupun dalam rumah tangga, haaaa jawab Angga. apa papi mendidik kau memperlakukan wanita seperti itu apalagi dia adalah istrimu, jawab papi, Angga " ucap papinya Angga dengan nada yang membentak ia benar-benar marah melihat kelakuan putranya terhadap seorang wanita.


"Sudah pi, ini salah mami karna memaksa Angga menikah" ucap maminya Angga sambil menarik-narik lengan suaminya.

__ADS_1


"ini bukan salah mami, apa yang mami lakukan sudah benar, Agita adalah wanita yang baik papi tau itu tapi anak kitalah yang tidak tau cara memperlakukan wanita"


Setelah mengucapkan itu papinya Angga menatap Alisa dengan tatapan tajam seolah ia tidak suka jika Alisa berkeliaran di kehidupan Angga putranya.


Alisa yang melihat tatapan itu ia mendekati orang tua Angga sambil memegang tangan papinya Angga.


"om, om tenang dulu" ucap Alisa pada orang tua Angga


Namun papinya Angga menatap tangan Alisa yang berani menyentuh lengannya.


Alisa yang melihat tatapan itu, ia melepaskan tangannya yang memegang lengan orang tua Angga.


"Papi benar-benar kecewa dengan sikapmu Angga. anak yang papi banggaa-banggakan ternyata tidak berprikemanusiaan. kau rela mencampakkan dan mengusir istrimu hanya demi wanita lain yang kau tidak tau sikap asli dari wanita itu.


"Apa maksud papi dengan mengatakan seperti itu?, Alisa adalah wanita baik-baik Pi"


"Tutup mulutmu Angga, wanita baik-baik tidak akan pernah merusak kebahagian wanita lain apalagi mendekatinya"


"Tapi Pi,"


"ingat Angga sebelum kau membawa Agita kembali dan meminta maaf padanya jangan pernah muncul di hadapan papi dan mami ingat itu Angga. dan kalau kau ingin menikahi wanita lain jangan harap papi menyetujuinya dan mendapatkan restu dari papi" ucap papinya Angga dengan meninggalkan Angga.


"Ayo mi, kita pulang untuk rencana mami di tunda dulu sampai menantu kita kembali mi"


"iya Pi" ucap maminya Angga dengan menghapus air matanya yang sedari tadi menetes karna melihat putra semata wayangnya beradu mulut dengan suaminya hanya karna demi wanita lain Angga rela mengusir dan menceraikan istrinya.


Ketika Ken pun meninggalkan rumah itu, tiba-tiba Angga menyuruh Alex untuk membatalkan kerja samanya dengan perusahaan Ken yang ada di Prancis.


Ken yang mendengar itu hanya tersenyum, ia tetap melanjutkan langkah untuk meninggalkan rumah milik Angga.


Sedangkan alex masih bingung apakah ucapan Angga untuk membatalkan kerja samanya dengan Ken benar-benar Angga ingin atau hanya karna Angga emosi saja. dan Alex memutuskan akan menanyakan semuanya pada Angga ketika bosnya itu tidak emosi lagi.


#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.


🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊

__ADS_1


dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.


__ADS_2