
Saatnya Angga menjemput Deon di sekolahnya, dan mengajaknya jalan-jalan dan beli mainan yang baru.
Angga menjemput Deon tanpa supir mobilnya atau tanpa Alex asistennya karna Alex sedang mengurus semua yang di perintahkan tentang Alisa. Angga hari ini menemani Deon sebagai supir bagi putranya, kemanapun yang Deon sukai Angga akan menurutinya.
Angga telah sampai di sekolah Deon, Deon sedang berdiri bersama dengan temannya yang bernama suci.
salah satu seorang guru di sekolah Deon melihat Angga turun dari mobilnya, wanita itu terkagum melihat ketampanan Angga. bahkan dirinya mendekati Angga dan berkata.
"Ada yang bisa saya bantu tuan Angga?"
"oh maaf saya datang kemari mau menjemput putra saya"
Wanita itu terkejut mendengar apa yang di ucapkan Angga tadi, ia memikirkan perkataan Angga sambil mengingat-ngingat apakah ia melewatkan info tentang pernikahan Angga. namun iya tidak menemukannya bahkan ia mengingat semua apa yang di lakukan Angga.
"tapi mengapa tuan Angga sudah memiliki anak, jika dia belum menikah?" batin wanita itu salah satu guru di sekolah Deon. guru yang bernama ibu yasmin
Angga melebarkan pandangannya untuk mencari putranya. Angga menelusuri tempat itu dengan pandangan matanya. sehingga ia menemukan Deon putranya sedang berdiri dengan seorang anak cewek.
"Nama putra tuan siapa, biar nanti saya bantu"
"gak usah, karna saya sudah menemukan putra saya"
ibu yasmin begitu penasaran dengan putranya tuan Angga, ia mencari-cari siapa putra tuan Angga sebenarnya.
"Siapa sih putra tuan Angga, dan yang mana putranya kenapa aku gak tau yaa" batin Bu Yasmin sambil melebarkan pandangannya mencari sosok yang di ucapkan Angga.
Angga melambaikan tangannya kepada Deon agar Deon melihatnya. ketika Angga melambaikan tangannya terus menerus Deon melihatnya dan membalas lambaian tangan daddy nya.
"Apa kau mau pulang bersamaku suci?" tanya Deon pada temannya yang bernama suci
"gak usah Deon. bentar lagi ayahku sampai" jawab suci
"Tapi bagaimana kalau ayahmu gak datang?"
"Tenang aja ayahku pasti datang koq"
"Baiklah kalau begitu, aku pamit dulu, Babay Uci"
"by Deon"
Deon berjalan menuju ke arah Daddy nya namun pandangannya tertujuh ke ibu Yasmin, ia tidak suka kalau ibu Yasmin menatap Daddy nya begitu. Deon mempercepat langkahnya agar Bu Yasmin tidak mendekati Daddy nya. karna Daddy nya adalah milik mommy nya gak ada yang boleh mengambilnya.
Angga mendekati Deon, sambil menggendongnya dan berkata "Jangan lari-lari nanti kau jatuh sayang"
__ADS_1
"Aku gak apa-apa Daddy"
Deon menatap Bu Yasmin, tapi apa yang di dapatkan Deon Bu Yasmin membalas senyuman Deon, dan itu membuat Deon Tambah tidak menyukainya. karna Deon orang yang gak bisa menahan ia membisikan sesuatu kepada Daddy nya.
"Dad, ayok cepat pergi aku gak suka Daddy dekat-dekat dengan Bu Yasmin" bisik Deon ke telinga Angga.
"iya, kita pergi sekarang tapi teman kamu gak ikut pulang bersam kita?" tanya Angga.
"Gak dad, katanya sebentar lagi ayahnya akan menjemputnya"
"oh gitu, ya udah kita pergi"
"Ayo dad. ."
Angga dan Deon menuju ke tempat permaianan yaitu wahana, Angga menemani putranya bermain di wahana sampai putranya merasa bosan.
setelah selesai bermain Deon mengajak Angga agar pergi ke aQuarium, Deon ingin melihat ikan-ikan yang ada di sana.
Hari ini Angga menuruti semua apa yang Deon inginkan, baginya hari ini adalah harinya putranya jadi apapun yang di inginkan akan Angga turuti.
sampai tak terasa waktu menunjukan udah hampir magrib dan Deon belum kembali membuat Agita begitu khawatir,
Agita mondar mandir di teras rumahnya menunggu Deon pulang, dan tak lupa juga Agita menghubungi Angga namun nomor Angga sedang tidak aktif, Agita ingin pergi mencarinya namun ia tidak tau harus mencari mereka kemana.
"Agita sudah tidak bisa menahannya lagi sampai akhirnya ia pergi ke dalam rumahnya mengambil kunci mobil untuk mencari Deon"
Ketika Agita menuju ke mobilnya, bunyi klakson mobil Angga di bunyikan pertanda mereka telah sampai.
Agita begitu khawatir ia berlari mendekati mobil Angga dan bertanya "Mana Deon?"
""Deon ada di dalam mobil ia ketiduran karna capek seharian bermain"
"Kenapa baru pulang jam segini, kalian lagi pergi kemana?" tanya Agita dengan wajah yang marah
"Kan aku sudah mengatakannya di chat, kalau aku mau mengajak Deon bermain Git"
"Tapi kenapa sampai jam segini, dan kenapa juga gak mengabari aku"
"Deon belum mau di ajak pulang katanya ia masih ingin bermain dulu"
"Tapi kan kamu bisa menghubungi aku kalau kalian akan telat pulang"
"Handphoneku lowbet git, aku gak bisa menghubungimu karna handphoneku mati"
__ADS_1
Agita diam tak merespon apa yang Angga ucapkan, ia menggendong Deon dari mobil masuk ke dalam rumahnya.
Agita mengantarkan Deon ke kamarnya dengan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. setelah selesai Agita pergi ke belakang membuatkan kopi untuk Angga.
"Silahkan di minum mas"
"Maafkan aku Git, aku gak akan ngulangin kejadian seperti hari ini"
"Aku gak marah mas, aku hanya kesal aja setidaknya mas Angga kasih kabar ke aku"
"Kan tadi udah di jelaskan kalau handphoneku lowbet ke buru mati pas mau hubungi kamu"
Agita hanya diam saja gak menanggapi ucapan Angga. ia masih ketakutan kalau sampai Deon pergi dari sisinya.
"Aku janji kalau jalan bersama dengan Deon aku bakal hubungi kamu, dan tenang aja aku gak akan bawah kabur Deon dari kamu Git"
"iya aku percaya mas, maaf kalau aku tadi ngebentak mas"
"Gak apa-apa Agita, aku tau perasaan kamu sebagai seorang ibu"
Angga meminum kopi yang di buatkan Agita untuknya, setelah beberapa menit Angga pamit pulang ke rumahnya, karna ia gak mau kalau Agita dan Deon menjadi topik buat gosip mereka nanti
"Aku pamit dulu git"
"iya mas, hati-hati di jalan mas "
"Iya" jawab Angga sambil pergi keluar dari rumah Agita menuju ke mobil
Angga masuk ke dalam mobilnya ketika ia menghidupkan mobilnya ia melihat ada mainan Deon yang tertinggal di dalam mobilnya yaitu mainan yang Angga belikan untuk Deon tadi. Angga keluar dari mobilnya lagi dan memberikan mainan itu ke Agita.
"ini mainan Deon, tadi aku membelinya karna ia ingin memiliki mainan baru"
"Makasih mas, maaf sudah merepotkan mas"
"Gak apa-apa Agita, Deon adalah putraku jadi sudah menjadi tanggung jawabku apapun kebutuhan Deon"
"Sekali lagi makasih mas, sudah baik ke Deon"
"Aku yang berterima kasih karna kau sudah merawat dan membesarkan Deon hingga saat ini"
"Aku pamit dulu, katakan ke Deon kalau aku gak pamit ke dia karna aku lagi buru-buru pulang ke rumah"
"ia mas, hati-hati di jalan mas"
__ADS_1
Angga pergi meninggalkan rumah Agita, begitupun dengan Agita setelah mobil Angga sudah tidak terlihat lagi baru ia masuk ke dalam rumahnya.