Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 148 (Part2)


__ADS_3

Agita tertawa karna anak mereka yang belum lahir itu sudah berani menjahili Daddy nya. sehingga membuat Angga dan Agita sudah tidak sabar menunggu buah hati mereka lahir ke dunia.


Berbeda dengan pasangan suami istri yang satu ini, yang begitu sabar menanti sang buah hati.


Meri dan Alex selalu berusaha bahkan program kehamilan pun mereka ikuti agar segera mendapatkan momongan, karna menurut mereka tanpa seorang anak rumah tangga mereka belum lengkap walaupun sudah memiliki segala-galanya.


"Mas, aku udah telat seminggu dan aku juga sudah membeli beberapa tes kehamilan di apotik, aku ingin mencoba tes kehamilannya mas, ingin tau hasilnya" ucap Meri dengan memegang perutnya


Alex yang mendengar perkataan istrinya dan melihat wajah istrinya terlihat sedih, ia memeluk Meri


"Apapun hasilnya kita harus sabar, dan kuat menghadapinya"


"Iya mas, aku ke kamar mandi dulu, udah gak sabar aku mas"


Meri pergi meninggalkan Alex yang sedang duduk di Shofa yang berada di kamar mereka.


Sesampainya di kamar mandi Meri mengeluarkan beberapa tes kehamilan, dengan gugup ia mulai mencelupkan tes kehamilan di sebuah wadah yang berisikan urinenya sendiri.


Dengan pelan Meri mencelupkan dan dengan pelanpun ia mengangkat alat tes kehamilan itu, namun Meri menutup kedua matanya dan takut untuk membuka kedua matanya, ia takut melihat hasilnya.


Meri menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskanya keluar, dengan pelan-pelan Meri membuka kedua matanya dan Meri pun sedih ketika melihat alat tes kehamilan yang masih tetap garis satu bukan garis dua, yang menandakan kalau dirinya belum hamil.


Tak ingin menyerah dan belum percaya dengan hasil yang ia lihat, Meri mencoba semua alat tes kehamilan namun hasilnya tetap sama.


Meri tak bisa menahan air matanya keluar ia menangis dengan berjongkok dan tak tahan lagi ia melemparkan semua alat tes kehamilan itu, sehingga alat itu berserakan di mana-mana dalam kamar mandi.


Alex yang mendengarkan sesuatu dari kamar mandi, ia bergegas menyusul istrinya dan mengecek apa yang terjadi di dalam kamar mandi.


Alex membuka pintu kamar mandi, ia melihat alat tes kehamilan yang berserakan di kamar mandi. Alex menatap istrinya yang sedang menangis sambil memeluk kedua lututnya dengan wajah Meri menunduk tepat di atas lututnya.


"Sayang..!!"panggil Alex dengan menghampiri istrinya.


Alex memeluk Meri yang sedang menangis sambil sesegukan.


"Mas.."


Meri memanggil Alex namun Alex tak menghiraukan panggilan Meri, Alex langsung memeluk istrinya, ia tau kalau saat ini Meri begitu sedih, kecewa, dan membutuhkan pundaknya untuk menangis.


"Mas, aku gagal lagi mas" ucap Meri dengan menangis


Sebelum Meri memberitahukan, Alex sudah bisa menebak hasilnya dari raut wajah istrinya.


"Kamu sabar ya sayang, dan aku juga tidak menuntut kamu harus memberikan keturunan kepadaku, aku sangat mencintaimu dan aku tulus menikahimu"


"Tapi mas, aku gagal menjadi istrimu karna tidak bisa memberikan keturunan kepadamu"

__ADS_1


Alex melepaskan pelukannya dan ia memegang kedua pipi istrinya


"Lihat aku sayang, apapun kamu aku gak peduli, jika hari ini kita belum mendapatkannya. besok kita coba lagi begitu seterusnya, ingat tidak ada hasil yang mengkhianati usaha"


Meri yang mendengar perkataan Alex, suaminya. membuat Meri tidak bisa menahan dirinya sehingga pecahlah tangisan Meri sehingga ia menangis dengan suara yang keras.


"Maafin aku mas, maafin aku. hiks hiks" ucap Meri dengan menangis


Alex menggendong istrinya keluar dari kamar mandi, ia menggantikan pakaian Meri yang saat itu basah. Meri kecewa dengan hasilnya sehingga Meri membuang semua yang ada di kamar mandi ke lantai.


Setelah menggantikan pakaian, mereka duduk berdua di Shofa dengan Alex memeluk Meri.


"Kamu tidak perlu bersedih lagi, karna aku tetap mencintaimu dengan segala kekuranganmu"


ucap Alex dengan mencium dahi sang istri


"Mas.."


"Iya"


"Besok kita ke rumah sakit ya, aku ingin periksa diriku dan kamu juga ya mas"


"Iya kita berdua akan pergi ke rumah sakit besok"


Beberapa menit kemudian tiba-tiba perut Meri sakit ia merasakan sesuatu yang aneh.


"Gak ada apa-apa mas, perutku hanya sakit saja. Sebentar ya mas aku ke kamar mandi dulu"


"Cepat kembali ya sayang jangan lama-lama karna aku masih ingin memelukmu" teriak Alex yang mencoba menghibur istrinya dengan gombalannya.


Sesampainya di kamar mandi ternyata ia datang bulan dan itu membuatnya bersedih lagi.


"Hiks hiks hiks.. kenapa kamu gak memberiku kesempatan sekali saja ya Allah untuk menjadi seorang ibu" ucap Meri dengan menangis.


Alex yang melihat istrinya belum keluar merasa khawatir, sehingga ia memutuskan untuk menyusulnya ke kamar mandi.


Ketika Alex berdiri, Meri keluar dari kamar mandi, Meri tidak bicara apa-apa pada Alex. Meri berjalan ke arah tempat tidur ia langsung membaringkan tubuhnya.


Alex yang melihat tingkah istrinya aneh, ia mendekati Meri. Angga memeluk Meri dari belakang karna posisi saat ini Meri membelakangi Alex.


Meri menyembunyikan wajahnya dari Alex karna saat ini sedang menangis, Meri tidak ingin suaminya ikut bersedih juga.


"Sayang, ada apa. cerita ke aku"


"Aku datang bulan mas" ucap Meri dengan menangis

__ADS_1


Alex memeluk erat istrinya dengan mencium terus kepala milik istrinya.


Alex tidak bisa berkata-kata lagi, ia takut jangan sampai ucapannya nanti akan menambah kesedihan kepada istrinya.


Meri sudah tidak bisa menahan ngantuknya lagi karna efek dari menangis, mata Meri sudah bengkak bahkan ia tidak bisa membuka matanya karna menangis terus.


Dengan pelan Meri tertidur dan itu membuat Alex merasa lega, Alex bangun dari tidurnya. ia mengambil leptopnya karna tidak ingin istrinya bersedih.


Alex mencari cara untuk menghibur istrinya setelah mendapatkan beberapa caranya, Alex pun siap-siap untuk tidur dan dirinya punya sudah mengirim pesan ke Angga kalau dirinya belum masuk kantor karna masih ingin menemani istrinya di rumah.


******


Pagi telah tiba, Angga bersiap-siap pergi ke kantor namun sebelum pergi ia sarapan pagi bersama dengan keluarganya, Anggapun sudah membaca pesan dari sahabatnya itu. sebagai seorang sahabat dan bos yang baik Angga mengizinkan Alex gak datang dulu di kantor, agar Alex bisa menemani dan menghibur istrinya.


Angga terpaksa harus mengerjakannya semua sebelum sore, karna ia berencana mau mengajak Agita dan Deon untuk pergi menemui Meri dan Alex di kediaman mereka, selama ini Alex selalu membantunya mengurus perusahaannya. sebagai sahabat Angga merasa sedih dengan mendengar kalau Meri selalu menyalahkan dirinya sendiri karna selalu gagal memberikan keturunan kepada Alex


"Kamu kenapa mas?"


"Aku hanya sedih saja, Alex hari ini belum masuk kantor karna dia harus menemani dan menjaga Meri"


"Kenapa dengan Meri mas?"


"Aku mendengar sedikit dari penjelasan Alex, kalau saat ini Meri menyalahkan dirinya sendiri karna belum bisa memberikan anak kepada Alex" Jelas Angga kepada Agita, istrinya.


"Aku bisa gak pergi menemui Meri mas, aku ingin menghiburnya juga"


"Tapi sayang perut kamu sudah besar aku takut nanti kamu.."


"Mas, aku akan menjaga diriku baik-baik mas"


Angga menatap wajah Agita, lalu ia mengalihkan tatapannya ke arah perut Agita


Agita merasa dirinya di tatap dengan aneh oleh Angga, suaminya.


"Ada apa sih mas?"


"Gak ada apa-apa"


"Trus kenapa kamu menatapku seperti itu?"


"Okey kamu boleh pergi menemui Meri, tapi setelah kerjaanku selesai aku akan menjemputmu"


"Iya,iya" ucap Agita


Angga menyelesaikan sarapan paginya, Agita pergi mengantar Angga sampai ke depan rumah.

__ADS_1


Angga mencium dahi dan bibir Agita dan tak lupa juga ia mencium perut Agita.


"Tunggu aku dari kantor nanti kita berangkat sama-sama" ucap Angga dengan masuk ke dalam mobil


__ADS_2