
“kalau begini caranya bisa-bisa aku akan jatuh cinta pada orang yang sombong itu, aku gak mau kalau harus jatuh padanya.”
Agita mengoceh tak henti menuju ke meja makan.
Sedangkan suaminya hanya tersenyum melihat tingkah istrinya, entahlah ada apa dengan dirinya ia hanya ingin menjahili istrinya itu, lebih tepatnya istri kontraknya ya. Angga keluar menyusul istrinya menuju meja makan setelah memakai pakaian kantor yang di siapkan istrinya itu.
Selesai sarapan pagi angga berangkat bekerja, dan beberapa menit agita pun berangkat kerja dengan ojol, ia tidak ingin berangkat kerja bersama dengan suaminya ia tidak ingin menjadi sorotan teman-temannya yang bekerja bersamanya di restorant.
***
Angga sampai di kantornya ia berjalan dengan gagahnya, dengan sikap dingin, dan tegasnya membuat para karyawan kagum dan juga takut pada bos mereka itu.
“aura si bos menakutkan ya.” Ucap salah satu karyawan
“kenapa apa kamu takut?” jawab teman karyawan itu
“Siapa sih yang gak takut salah sedikit aja langsung kertas yang berbicara mengundurkan diri sendiri atau di pecat.”
Ya itulah Angga, jika ada yang melanggar peraturan di kantornya ia memberikan dua pilihan yaitu mengundurkan diri sendiri atau ia yang akan memecatnya. Dengan tidak bisa bekerja di manapun.
__ADS_1
“Angga, gimana rasanya punya istri?” tanya asistennya sekaligus sahabatnya
Angga hanya senyum-senyum mengingat apa yang ia lakukan pada istrinya itu, tanpa menjawab pertanyaan dari asistennya sekaligus sahabatnya itu.
“wuaa parah ni anak, kenapa kamu malah senyum- senyum kayak orang gila sih ngga.”
“enak aja bilang aku orang gila kamu coba aja, segeralah mencari pasangan dan menikahlah pasti kamu akan tau rasanya.” Jawab angga tersenyum menunjukan gigi putihnya.
“dasar kamu ngga, beneran jatuh cinta sama dia baru kamu tau ngga.”
“hahaha, gak mungkinlah aku jatuh cinta padanya.”
“aku hanya ingin menepati janjiku ke mami biar gak di jodohkan dengan pilihan mami.”
“kamu masih menunngu Alisa?”
“iya lex, aku udah janji ke dia bakal menunggu dia.”
“apa kamu yakin dia setia sama kamu selama di sana?”
__ADS_1
“apa maksud kamu lex?”
“gak ada maksud apa-apa ngga, udah ah aku mau urus pekerjaanku dulu.”
Alex keluar meninggalkan bos sekaligus sahabatnya itu.
***
Agita mulai bekerja lagi setelah beberapa hari ia cuti karena pernikahannya dengan Angga. Kini ia duduk di tempat yang biasa mereka kumpul jika istrahat. Agita melamun mengingat ibuya yang msih di rawat yang belum menemukan pendonor yang cocok, setiap kali melihat ibunya terbaring tak berdaya ia merasa sesak ingin rasanya ia menggantikan posisi ibunya itu. Tapi apalah daya agita tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Selain berusaha mendapatkan uang untuk perawatan ibunya.
Tanpa agita sadari ada yang memperhatikan dirinya sedari tadi, pria itu mulai tertarik dengan sosok agita yang mandiri, cantik, baik, dan juga murah senyuman. pria itu hanya bisa memandang agita dari jauh, ia belum memiliki keberanian untuk mendekati agita. Pria itu meninggalkan ruangan yang menjadi tempat istrahat agita sebelum ia kepergok sama karyawan lain.
Setelah pria itu pergi karyawan lainnya datang menuju ruangan untuk istirahat sejenak karna pengujung restoran belum terlalu ramai mereka bergantian untuk istrahat. Dan salah satunya gina sahabat agita yang baru beberapa hari ini menjadi sahabatnya.
“hay Agit, ada apa denganmu koq bengong sih, hati-hati kesambet setan baru tau rasa kamu”.
Agita hanya menanggapi kata candaan gina dengan senyuman, ia benar-benar lagi gak mood karna perihal ibunya.
##Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
__ADS_1