
Angga telah sampai di kantornya ia berjalan menuju lift dengan begitu cool nya ia berjalan melewati semua karyawan, setelah sampai di dalam lift ia menekan nomor lantai ruangannya kini Angga tiba di ruangannya. ia duduk sambil memeriksa semua berkas yang berada di mejanya, tiba-tiba handponenya berbunyi dengan tersenyum ia mengambil handponennya yang berbunyi dalam saku jasnya seketika senyuman itu hilang ketika dengan melihat nama yang tertera di panggilan bukan nama nama Alisa kekasihnya melainkan nama maminya.
"Hallo mi"
"Iya Angga. mami hanya memastikan aja biar kau tidak lupa malam ini makan malam di rumah jangan lupa ajak Agita juga"
"iya mi. Angga tidak lupa hanya saja Agita gak enak badan kemarin mi makanya aku batalin ke rumah mami"
"Tapi skarang Agita gak apa-apa kan?" tanya maminya Angga
Angga terdiam melihat Agita pagi tadi, menurut Angga itu masih sakit apalagi di tambahnya dengan semalam, ia tidak mungkin memberikan alasan lagi ke maminya.
Mami Amel yang tidak mendapatkan jawaban dari putranya berteriak memanggil nama putranya tapi yang maminya dapatkan hanyalah keheningan tanpa suara.
"Angga, Angga apa kau masih di sana ?"
Angga yang mendengarkan maminya teriak-teriak di telfon iya tersadar dari lamunannya
"iya mi, Aku masih di sini"
"Apa Agita baik-baik saja Angga?"
"iya mi. Agita baik-baik saja"
"Untuk saat ini aku berbohong dulu tapi kalau mami melihat jalannya Agita seperti itu aku bagaimana?" batin Angga
"Oke mami tunggu nanti malam"
"Mi, bolehkan kita..."
__ADS_1
Angga baru mau menyarankan ke maminya lebih baik makan malamnya di malam Minggu saja, tapi sebelum maminya mendengarkan saran Angga perkataannya langsung terhenti ketika maminya langsung berbicara.
"Mami gak mau mendengar alasan lagi pokoknya malam ini kalian datang makan malam di rumah, jika tidak selama seminggu mami menginap di rumah kau Angga"
Mendengar ucapan maminya angga mengkhayal ketika maminya berada di rumahnya.
" bisa kacau nanti semuanya apalagi tidak akan lama lagi Alisa akan pulang karna Alisa sering main dan menginap di rumahku" batin Angga
"Baik mami, malam nanti aku dan Agita ke rumah mami. makan malam bersama mami dan papi"
"Bagus, jadi penurut gitu kan bagus Angga"
"Aku kan selalu nurutin ke inginan mami"
"Ya sudah, mami mau menyiapkan bahan-bahan untuk makan malam nanti"
"Baik mami"
"Dasar anak nakal, kebiasaannya mengakhiri telfon sepihak" ucap maminya di seberang sana.
Setelah beberapa menit Alex masuk ke dalam ruangan Angga. Alex duduk di sofa yang berada di ruangan Angga bossnya, Angga menyusul Alex duduk di sofa itu kini mereka duduk berhadapan, mereka bercerita banyak sampai Angga menyinggungkan soal masalah Alisa yang tidak memberi kabar kepadanya lagi, Bahkan dirinya menghubungi kekasihnya tak mendapatkan respon balik.
Alex yang mendengarkan ucapan Angga sahabatnya itu hanya diam ia tidak ingin memberitahu kan ke pada Angga apa yang membuat Alisa tidak memberikan kabar padanya, Alex membiarkan Angga sendiri yang tau apa yang di lakukan Alisa di belakang Angga selama ini.
Rasanya Alex emosi jika mendengar nama Alisa. dirinya tidak bisa menahan emosi jika mengingat sikap Alisa terhadapnya. Alisa yang pernah mengirimnya chat untuk bertemu Alex yang mengingat Alisa adalah kekasih sahabatnya sekaligus bossnya, alex menanggapi chat itu dengan datang bertemu dengannya di restoran, tapi apa yang di dapat oleh alex hanyalah gombalan dari Alisa ia membujuk Alex agar menjalani hubungan dengannya, bahkan Alisa menjelek-jelekan Angga sahabatnya. alex mendengar itu sontak saja menolak dan emosinya mulai memuncak waktu itu tapi ia menahan emosinya karna yang di hadapi nya adalah wanita jika Alisa adalah laki-laki Alex tak akan memberikan ampun padanya.
Alex menarik nafasnya dan menghembuskannya keluar "Huuuufftttt... rasanya emosiku akan naik ketika mengingat Alisa menjelekan Angga. biar aku mau bersama dengannya"
"Kau kenapa Lex?"
__ADS_1
"gak apa-apa Angga. hanya banyak pikiran saja aku"
"Hahahahaha.. makanya cepatlah cari pasangan Lex biar gak setres mikirin pekerjaan, rumah dll"
"Memangnya kau bahagia sudah menikah ?"
Angga terdiam dengan pertanyaan yang di berikan Alex dirinya tidak tau apakah ia bahagia atau tidak tapi ia mulai nyaman tinggal bersama dengan Agita. Agita selalu menyiapkan semua kebutuhan dirinya.
Alex yang melihat Angga melamun langsung memukul tangan Angga.
"praaakkk.."
"Aawww, ada apa sih Lex?"
"Napa kau melamun, apa kau tidak bahagia menikah?"
"Masalahnya itu Lex aku gak tau aku bahagia atau tidak, tapi aku mulai terbiasa tinggal bersama dengan Agita dan aku bahkan mulai merasa nyaman di dekatnya Lex"
"Benarkah ?" Alex tersenyum kecil mendengar Angga mengatakan itu, berarti Agita berpeluang akan menggantikan nama Alisa di hati Angga.
"Tapi aku gak tau Lex dengan perasaanku, aku masih bingung"
"Ya sudah kau jalani dulu aku mendukung apapun keputusanmu Angga"
Setelah berbicara panjang lebar dengan Angga. Alex pamit ke pada Angga untuk kembali ke ruangannya, Alex meninggalkan Angga di ruangannya.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.
__ADS_1
terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗