Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 142 (Part2)


__ADS_3

Alex pun melongo ketika melihat Angga dari ruangannya yang lewat menuju ke ruangannya sendiri.


"Apa hari ini bos salah minum obat yaa? koq bisa seceria itu bahkan senyum-senyum sendiri seperti orang yang mendapatkan durian runtuh" ucap Alex yang heran dengan sikap Angga hari ini.


Alex yang tak mau mati karna rasa penasarannya, ia pergi keruangan Angga hanya untuk melihat kondisi Angga.


Alex mengetuk pintu lalu ia masuk keruangan Angga.


"Ada apa lex?" tanya Angga kepada Alex asistennya itu.


"Seharusnya aku yang nanya, ada apa denganmu bos hari ini"


"Emang kenapa denganku Lex"


"Masih pura-pura gak tau"


"beneran Lex, aku bahkan gak tau apa maksud dengan kata-katamu itu"


Alex menarik rambutnya dengan keras karna kesal melihat bosnya yang seperti orang bodoh.


"Kamu sakit Lex?"


"Bukan aku tapi kamu bos"


"Aku gak sakit Lex"


"iya kamu gak sakit bos, tapi sakit jiwa yang seperti orang gila senyum-senyum sendiri tanpa sebab"


"Astaga, aku pikir kamu kenapa lex, aku pikir Meri membuatmu pusing tujuh keliling, gimana malam pertamanya lancarkan kemarin-kemarin?"


"Gak lancar karna kamu selalu mengganggalkannya bos"


"Kamu demen banget Lex nyalahin aku ya ketika sudah menikah"


"Hari ini aja kamu menggangguku bos"


"Haaaaa, benarkah Lex? koq kamu gak ngasih tau aku sih"


"Astaga, gak usah pura-pura gak tau bos"


"Hahahaha, kamu bisa mengambil cuti lagi Lex kapanpun kamu mau"


Alex yang mendengar ucapan Angga. matanya berbinar-binar.


"Benarkah bos?"


"iya bener, kan gampang tinggal aku potong gaji kamu lagian kan biar adil Lex"

__ADS_1


"Sialan, mana ada seperti itu bos, kalau gak ikhlas ngasih cutinya ya gak usah bos"


"ya udah, aku ngasih hanya sekali ya Lex. karna kamu sudah menolaknya ya udah ku simpan lagi ucapanku"


"Udah simpan aja sampai belumut, siapa juga yang mau liburan kalau pikiran mikirin kerjaan dan gaji"


"Ya sudah kalau gak mau"


"Ya Allah kenapa kamu kirimkan aku bos seperti ini ya Allah" ucap Alex dengan mengangkat kedua tangannya sambil memohon kepada yang maha kuasa.


Angga yang melihat sikap Alex sahabatnya sekaligus asistennya itu, ia menahan tawanya karna mengerjai Alex.


"Aku gak bisa beri kamu libur selama Agita hamil Lex, karna aku harus siaga menjaga dia. jadi aku sangat membutuhkanmu untuk mengelolah perusahaan, menggantikan aku Lex"


"Tapi janji ya bos nanti kalau Agita udah lahiran izinin aku liburan, aku juga mau buat junior di antara aku dan Meri"


"Pasti Lex, aku akan memberi kamu liburan bersama dengan istrimu, bahkan aku Yang akan mencarikan tempat terindah untuk kalian berdua"


Alex tersenyum mendengar apa yang Angga ucapkan


"Makasih bos"


"Gak usah berterima kasih cukup perlihatkan kalau kamu bekerja dengan baik di perusahaan ini"


"Aku udah bekerja lama di sini bos, masa iya bos masih meragukan pekerjaanku"


"Karna sekarang berbeda Lex dulu kamu fokus di kerjaan bukan di wanita, sekarang kamu bakal fokus ke istri kamu"


"trus kenapa kamu gak ngambil liburan dari aku Lex?"


"karna aku masih memiliki tujuan lain dan saat ini aku berencana membuka usaha buat Meri biar dia gak bosan di rumah, dan itu memerlukan modal juga bos"


"Kan uang kamu banyak Lex, masa iya udah habis"


"uangnya buat sesuatu dan itu hanya aku dan Meri yang tau"


Angga mengangguk-anggukan kepalanya.


"Baiklah, dan aku tak perlu tau karna itu rahasia kamu dan Meri"


"Aku juga gak berniat memberitahumu bos" ucap Alex dengan tertawa


"Dasar asisten gak ada sopan santun"


"Buahahahahaha.." Alex tertawa berhasil membalas mengerjai Angga.


"Eh ngomong-ngomong Ken gimana kabarnya Lex, dia udah gak hubungin aku"

__ADS_1


"Sama bos, dia bahkan gak hubungin aku juga"


"Aku masih mikir kenapa Ken tiba-tiba ingin mengelolah bisnisnya di sini, sedangkan dulu Ken gak ingin tinggal di sini,dirinya bela-belain ingin tinggal di Prancis"


"Aku juga mikirnya seperti itu bos, seperti ada keganjalan"


"Diapun udah di sini gak pernah ngabarin kita, gak seperti dulu"


"Apa aku harus cari tau bos?"


"Gak perlu Lex itu privasi orang, kita tunggu saja dia ngomong ke kita"


*******


Hubungan Gina dan Daffa masih seperti biasa, Gina tetap bersikeras tidak ingin bertemu dengan Daffa lagi, namun Daffa terus berusaha ia tau dulu ia pernah berbuat salah terhadap Gina. namun saat ini dirinya ingin memperbaiki semuanya.


Gina yang tak bisa lupa masalalunya itu, terus menghindari Daffa. bahkan Daffa rela datang hanya ingin menemui Gina dan Terus meminta maaf.


Gina duduk di kursi yang ada di ruangannya saat ini sambil melamun, dan para karyawannya bekerja melayani pengunjung dengan baik.


Bu Yeni saat ini hanya bisa diam saja bahkan ia hari ini berencana memberikan surat pengunduran dirinya. Bu Yeni yang seenaknya dulu sekarang ia seperti karyawan lainnya. karna restauran pak Herry ternyata restauran Ken. tetapi pak Herry yang menggantikan Ken karna Ken sibuk dengan pekerjaannya di Prancis. Gina adiknya Ken tidak ingin orang-orang tau kalau dirinya adalah adik dari pemilik restauran itu, ia menyamar sebagai waiter di restaurant itu.


Bu Yeni datang mendekati Gina dengan memegang kertas putih, Bu Yeni sudah beberapa kali mengundurkan diri namun Gina selalu menolaknya, karna Bu Yeni harus membayar perlakuannya terhadap karyawan lainnya termasuk perlakuan Bu Yeni terhadap Agita.


Bu Yeni selalu mendapatkan penolakan dari Gina atas pengunduran dirinya. walaupun kesal Bu Yeni tetap memperlihatkan sikap ramah dan senyum kepada Gina.


"Maaf Bu Gina, saya datang.." sebelum Bu Yeni selesai berbicara, Gina langsung memotong perkataan Bu Yeni"


"sudah saya katakan kalau kamu tidak boleh berhenti bekerja sebelum saya mengatakan kamu harus berhenti bekerja" ucap Gina ketika ia melihat kertas yang di pegang Bu Yeni.


"Tapi Bu, ini sudah hampir setahun saya bekerja di sini"


Gina mendengar ucapan Bu yeni, ia menatap Bu Yeni dengan tatapan yang tak terbacakan.


"Apa kamu bilang tadi?"


"Saya ingin berhenti bekerja Bu"


"Apa kamu gak dengar apa yang saya katakan kalau kamu gak boleh berhenti kalau bukan saya yang memberhentikan kamu"


"Tapi Bu.."


"Apa harus saya ulangi lagi ucapan saya, apa yang kamu lakukan saat ini tidak seberapa dengan apa yang kamu lakukan kepada Agita, paham kamu"


"Iya Bu, saya paham"


"Kalau sudah paham keluar dari ruangan saya" ucap Gina.

__ADS_1


Bu Yeni keluar dari ruangan Gina dengan wajah yang terlihat begitu kesal.


"Agita lagi Agita lagi, awas kamu Agita aku gak akan biarin kamu hidup bahagia, karna kamu sudah buat aku seperti ini" ucap Bu Yeni dengan masih berdiri di depan pintu ruangan Gina.


__ADS_2