Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 54


__ADS_3

Setelah kepergian Ken Alisa melepaskan tangan Angga yang memeluk pinggangnya. Alisa duduk di sofa sambil menatap Angga. Angga tau arti tatapan Alisa.


Angga mendekati Alisa dengan duduk di sampingnya, ia memegang tangan Alisa dan akan mencium punggung tangan Alisa namun Alisa melepaskan tangannya sebelum Angga menciumnya.


"Kau dengar kan Angga apa yang di ucapkan Ken. mereka mengatakan aku tidak perlu dekat-dekat denganmu bahkan mereka menghinaku" ucap Alisa dengan nada marah-marah


"iya aku tau, maafkan aku sayang aku akan mengurus semuanya"


"aku sudah bersamamu, bahkan menjalin hubungan denganmu sudah bertahun-tahun, tapi apa kau lihat sikap mereka padaku seolah aku orang lain, dan istrimu itu dia hanyalah wanita yang baru 5 bulan bersamamu tapi teman-temanmu lebih membela dia dari pada aku" ucap Alisa dengan suara yang keras.


Angga berusaha menenangkan Alisa dengan membujuknya, namun Alisa ngotot kalau Angga harus menceraikan istrinya skarang dan mengusirnya malam ini.


"Lepaskan aku jangan menyentuhku, aku tidak ingin mendengar alasanmu. aku mau skarang juga kau ceraikan dia dan usir dia dari rumah ini"


Angga tetap berusaha membujuk Alisa, namun Alisa melepaskan tangan Angga yang menggenggam tangannya.


"Aku mohon percayalah padaku aku akan menceraikan dia dan mengusir dia tapi belum saat ini"


"Jika bukan hari ini trus kapan kau akan mengusirnya?"


"Sampai masa kontraknya berakhir alis"


"Kapan kontraknya berakhir?"


"Lima hari lagi akan berakhir"


"Aku gak mau menunggu lima hari, aku mau dalam waktu tiga hari kau mengusirnya Angga"


"tapiiiii..."


"Gak ada tapi-tapian Angga. aku gak mau mendengar alasanmu, jika kau tidak bisa mengusirnya aku akan pergi dari hidupmu"


Angga mendengar ucapan Alisa langsung memegang kedua tangannya,


"Apa yang kau katakan sayang, kau tetap Alisa kekasihku, kesayanganku aku gak akan biarkan kau pergi meninggalkan aku sayang"

__ADS_1


"Kalau kau tidak ingin aku pergi maka cepat lakukan apa yang aku katakan Angga"


"oke baiklah sayang dalam waktu 3 hari aku akan mengusirnya dari rumah" ucap Angga dengan mengiyakan permintaan Alisa.


Alisa mendengar ucapan angga. dirinya tersenyum dan memeluk Angga.


"Makasih sayang"


"Gak marah lagi kan?" tanya Angga pada Alisa kekasihnya.


"Aku gak marah jika dalam 3 hari kau sudah mengusirnya".


"Iya, iya sayang" ucap Angga dengan membalas pelukan Alisa.


Sedangkan Agita duduk termenung di atas tempat tidurnya bersama Angga suaminya, pikirannya melayang-layang memikirkan ibunya jika tidak mendapatkan pendonor. dan bagaimana nasibnya bersama adiknya nanti, dirinya benar-benar belum siap jika kehilangan ibunya.


baginya ibunya adalah kehidupannya. tanpa ibunya Agita tidak tau lagi bagaimana hidupnya apakah ia masih bisa bertahan atau akan menyerah.


"Bu, ibu adalah harapanku satu-satunya saat ini setelah kepergian ayah. ibu adalah penyemangat ku selama aku hidup. jadi Agita mohon pada ibu bertahanlah demi Agita dan juga zio sampai Agita dan doketer menemukan pendonor"


"Agita akan melakukan apapun demi kesembuhan ibu itu adalah janji Agita pada diri Agita dan juga ayah. cukup ayah yang pergi ibu jangan ikut pergi, Agita mohon bu bertahanlah" ucap Agita sambil memeluk kedua lututnya


Agita menunggu Angga di dalam kamar. dirinya tidak mengetahui jika Angga sudah pulang sedari tadi bahkan Angga beradu mulut dengan sahabatnya sendiri yaitu Ken. hanya karna Agita Ken beradu mulut dengan Angga.


Agita pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Agita menikmati rendaman tubuhnya di bathup sambil memejamkan matanya.


Alisa kembali ke apartemennya dengan di antar Angga. sekarang Angga sudah berada kembali di rumahnya sendiri ia berjalan menuju kamarnya.


Angga membuka pintu kamarnya untuk masuk ke dalam kamarnya, bersamaan dengan Agita. Agitapun membuka pintu kamar mandi ia keluar dari kamar mandi.


namun sebelum ia berjalan menuju ke arah lemari Angga dengan cepatnya menarik tangan Agita.


"Aawww" ucap Agita dengan memegang pergelangan tangannya.


"Kenapa sakit, apakah sakit tanganmu haaaa" ucap Angga dengan membentak Agita.

__ADS_1


Agita bingung dengan sikap Angga yang datang tiba-tiba membentak dirinya.


Angga menarik Agita dan melemparkan Agita ke tempat tidur.


"Apa-apaan ini Angga, ada apa denganmu?"


"Apa kau sudah mendapatkan uang dari Ken sehingga kau mengadu padanya dengan mencari pembelaan"


"Lepaskan aku Angga. aku tidak mengerti dengan maksudmu"


Angga tidak memperdulikan Agita memberontak ia tetap mengukuh tubuh Agita dengan mencium leher Agita. namun Agita mendorong bibir Angga yang ingin menciumnya.


"Angga lepaskan aku" ucap Agita dengan menangis


Angga tetap tidak peduli dengan perlawanan Agita, Angga menahan kedua tangan Agita.


Angga melakukannya lagi ke Agita tapi kali ini Agita tidak terima dengan sikap Angga yang memaksanya.


Angga yang melihat Agita melawan. dirinya menarik nafasnya dan membuangnya keluar sedangkan Agita menangis di bawah kukuhan tubuh Angga. namun setelah ia menarik nafasnya Angga melanjutkannya dengan berkata ke Agita.


"Jika kau masih melawan jangan salahkan aku nanti" ucap Angga memperingati Agita


namun Agita tidak memperdulikan ucapan Angga ia tetap melawan sehingga membuat Angga marah dan menarik rambut Agita.


"Aaawww, sakit Angga"


"Sudah ku katakan jangan melawanku, jika tidak ingin dirimu terluka" ucap Angga dengan urat di lehernya akan keluar.


Agita masih menangis dengan posisinya.


sedangkan Angga tetap melanjutkan semua keinginannya.


Agita hanya diam hanya air matanya lah yang keluar saat ini ia benar-benar tidak mengerti dengan sikap Angga yang menjadi sekasar ini.


#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.

__ADS_1


🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊


dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.


__ADS_2