Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 152 (END)


__ADS_3

Ken yang awalnya ingin melupakan Kiyan, namun pertemuannya dengan Kiyan tadi membuat dirinya ingin mencari tau, apa yang terjadi dengan Kiyan sehingga suaminya begitu kasar ke dirinya.


Beberapa bulan Ken terus mencari informasi tentang Kiyan, sampai ke latar belakang Kiyan. begitupun dengan Bryan. Ken terus mencari tau keduanya dengan Ken meminta bantuan kepada salah satu orang kepercayaannya agar menyelidiki Kiyan dan Bryan.


*****


Orang tua Angga, sahabat Agita, Gina. Ken dan Daffa sedang berkumpul di rumah sakit karna hari yang di tunggu-tunggu telah tiba untuk kelahiran sang buah hati Angga dan Agita.


Angga yang terlihat begitu khawatir meminta masuk ke dalam untuk menemani istrinya, dokterpun mengizinkan Angga masuk.


Ny.Amel memegang tangan suaminya, Daffa memegang tangan Gina dan Ken ia terus menatap ke arah ruangan persalinan.


Tak henti-hentinya mereka berdoa agar di beri kemudahan dan kelancaran untuk Agita dan anaknya.


Angga yang menemani Agita bersalin, terus memegang tangan Agita dan tak lupa ia mencium kening istrinya.


Angga terus menyemangati agar Agita kuat dalam melakukannya, dan melihat perjuangan Agita membuat air mata Angga jatuh tepat ke wajah Agita.


"Kamu harus kuat sayang, demi anak-anak kita" bisik Angga di telinga Agita.


Di luar ruangan semua orang terus berdoa keselamatan Agita dan anaknya.


Gina yang begitu khawatir, dengan keadaan Agita membuatnya cemas, Daffa yang melihat Gina cemas ia langsung memegang tangan Gina.


"Kamu tidak perlu khawatir, Agita adalah orang yang kuat Gina, Agita adalah orang yang kuat kamu harus percaya padaku" ucap Daffa yang menguatkan Gina.


Daffa pun sebagai seorang kakak begitu khawatir dengan keadaan adiknya, namun ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, agar Gina tak ikut mengkhawatirkan Agita juga.


Daffa terus meyakinkan Gina kalau Agita adalah orang yang kuat, agar Gina tidak begitu khawatir lagi.


Ken terus menatap ruangan di mana Agita yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawanya. Ken terus berdoa agar Agita dan anaknya selamat.


Angga yang terus menguatkan Agita tak bisa membendung air matanya lagi, sehingga beberapa jam perjuangan Agita mempertaruhkan nyawanya terbalaskan juga.


Suara tangisan bayi terdengar di ruangan bahkan terdengar sampai ketelingan Ny.Amel dan suaminya, Ken, Daffa dan Gina


Mereka kebingungan ketika mendengar suara tangisan bayi yang ada dua, mereka berdiri menunggu dokter keluar. sedangkan Angga menangis bahagia ketika mendengar tangisan bayinya.


Angga mencium kening milik Agita


"Anak kita sayang, anak kita" ucap Angga dengan menangis dan Agita pun menangis.


Angga mengadzani kedua anaknya, ia mengadzani kedua anaknya dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


Dokter keluar dari ruangan persalinan, Ny.Amel yang melihat dokter keluar ia menghampirinya,


"Bagaimana keadaan menantuku dokter?"


"Alhamdulillah ibu dan anak selamat, dan Nona Agita melahirkan dua anak kembar yang berjenis perempuan dan laik-laki" jelas dokter ke Ny.amel sambil tersenyum.


Semua orang tersenyum ketika mendengar apa yang dokter katakan.


"Apa kita bisa melihatnya dok?" tanya Gina


"Iya bisa, silahkan" ucap dokter dengan mempersilakan mereka untuk masuk.


Ny.Amel menghampiri Agita dan langsung mencium dahi milik Agita.


"Makasih nak, kamu sudah memberikan anugrah yang paling berharga dalam keluarga Hendrawan"


"Mi.."Panggil Agita


"Kamu tidak perlu banyak berbicara dulu, kamu harus banyak istirahat"


"Selamat dek" ucap Daffa ke Agita.


Ken pun memberikan selamat ke Agita, dan tak lupa Ken mencium kening Agita. Angga yang melihat Ken mencium kening istrinya membuat senyuman di wajahnya menghilang.


"Baik mi"


"Ingat Angga. Agita mempertarungkan nyawanya demi kedua anakmu Angga. kamu harus mengingat pengorbanan Agita"


"Iya mi, Angga akan selalu mengingatnya" ucap Angga pada mami Amel.


"Maaf kami terlambat" ucap Alex dan Meri masuk ke dalam ruangan yang saat ini Agita sudah di pindahkan ke ruangan lain.


"Dari mana aja kamu Lex?"


"Kami berdua terkena macet, jadi agak lama nyampenya bos"


Meri menghampiri Agita dengan mengucapkan selamat.


"Selamat mbak, aku turut berbahagia" ucap Meri


"Makasih Meri, aku doakan semoga kamu cepat menyusul juga"


"makasih mba atas doanya"

__ADS_1


Meri yang melihat bayi lucu itu tersenyum, Meri memegang tangan bayinya.


"Kamu begitu lucu nak" ucap Meri


****


Mereka sedang mengobrol mencari nama yang pas buat kedua anak Angga. walaupun Angga telah menyiapkan nama untuk putranya dan putrinya masih mendapatkan kata tidak setuju dari maminya.


Ny.Amel tidak setuju dengan nama yang Angga berikan sehingga dalam ruangan itu terjadi perdebatan.


Dalam perdebatan itu tiba-tiba di dalam ruangan Meri mual di saat mereka sedang berdebat.


"Uuueeeekkk..uuueeekk.."


Semua orang terdiam, termasuk Alex. dengan cepat Alex memegang tangan Meri


"Kamu gak apa-apa sayang?"


"Gak apa-apa mas, hanya sedikit pusing saja" ucap Meri.


Ny.Amel memanggil dokter kandungan temannya, agar memeriksa Meri.


Semua orang menunggu hasil pemeriksaan dari dokter Nia, semua orang begitu tegang termasuk Alex.


"Selamat Bu, ibu hamil dengan usia kandungan 2 Minggu" ucap dokter Nia kepada Meri.


"Apa dok, hamil?" ucap Alex yang masih tidak percaya


"Iya pak, istri bapak hamil dengan usia 2 Minggu"


Alex yang mendengar pernyataan dokter membuat dirinya menatap Meri dan mencium-cium wajah Meri


"Kamu hamil sayang, kamu hamil sayang" ucap Alex


"Iya mas" ucap Meri dengan menangis.


Semua orang di ruangan itu berbahagia dengan mendengar kabar Meri telah hamil, dan yang sebentar lagi Alex akan menjadi seorang ayah.


#END


Terima kasih yang sudah mampir, yang sudah memberikan suport buat author. **maaf kalau dalam penulisan masih banyak kekurangan atau masih banyak typo, tolong di maklumi dan di maafkan 🤭


Untuk ISTRI KONTRAK udah tamat ya. sekali lagi makasih semuanya🤗😘**

__ADS_1


__ADS_2