Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 135 (part2)


__ADS_3

"Mommy..." panggil Deon dengan berlarian menghampiri Agita


"iya sayang" jawab Agita dengan memposisikan dirinya setengah duduk dengan bersandar di ranjangnya.


Deon naik di atas tempat tidur, ia duduk di dekat Agita yang sedang setengah duduk sambil menyandarkan kepalanya. Deon mengelus kepala mommy nya.


"mommy sehat-sehat yaa, jangan sakit nanti Deon sedih" ucap Deon lalu memeluk Agita


"iya sayang, mommy akan sehat-sehat selalu dan gak akan sakit lagi, nanti kalau mommy udah sehat kita pergi jalan-jalan dengan si Dede"jawab Agita dengan memeluk Deon putranya yang berada tepat di sampingnya.


"mommy mau makan apa nanti Deon buatkan"


"Mommy gak lapar sayang, mommy udah kenyang ketika melihat putra mommy yang ganteng ini datang"


"Ya udah kalau gitu Deon pijitin ya mom"


"kamu gak ada tugas dari sekolah sayang?"


"Ada mom, tapi Deon udah mengerjakannya sebelum Deon ke sini"


"Maaf ya sayang, kalau mommy belum bisa nemenin kamu ke sekolah dan mengerjakan tugas sekolah kamu" ucap Agita dengan meminta maaf kepada sang buah hati dengan memperbaiki rambut putranya.


"Gak apa-apa mom, Deon juga ingin mandiri agar bisa bantu mommy dan Daddy nanti"


Agita langsung memeluk Deon putranya dengan mata yang berkaca-kaca, menurutnya Deon terlalu kecil berpikiran seperti itu, Deon seharusnya bisa menikmati masanya bermain ataupun untuk menonton film kartun yang ia sukai dan juga bermanja-manja padanya.


Namun Deon berbeda dengan yang lain, yang umurnya bisa di bilang masih kecil tapi fikirannya sudah seperti orang dewasa yang mengerti keadaan orang tuanya, yang ingin membantu orang tuanya mengurus pekerjaan mereka.


Deon terkejut ketika air mata Agita jatuh ke pipinya, Deon menyentuh pipinya, Deon melepaskan pelukan Agita.


"Mommy jangan menangis, Deon akan selalu menjaga mommy" ucapnya dengan menghapus air mata Agita.


"Makasih ya sayang, kamu memang putra mommy yang pengertian" ucap Agita lalu menciumnya


"Mommy.."


"iya sayang"


"Deon boleh gak tidur dengan mommy malam ini?"


"Boleh sayang, mommy senang Deon mau menemani mommy"


Deon membaringkan tubuhnya di dekat Agita sambil memeluk Agita dan mengusap perut Agita.


"Mommy.."


"iya sayang"


"Nanti kalau adik Deon lahir. Deon ingin menjaga mereka seperti mommy menjaga Deon kecil"


"mommy bangga padamu sayang, mommy bahagia sekali punya anak seperti Deon" ucap Agita dengan mencium Deon


Sore itu ibu dan anak tertidur dengan saling berpelukan, bahkan tangan Deon tak lepas dari perut Agita mommy nya.


Tak berapa lama Angga sampai dari kantornya, sebelum menuju ke kamarnya dengan sang istri, Angga selalu menyempatkan dirinya pergi ke kamar Deon putranya untuk menyapanya dan memeriksa keadaan putranya. namun sore itu ia tak menemukan Deon putranya, ia mendengar kabar jika putranya sedang berada di kamar sang mommy nya dari salah satu pelayan di rumah itu.

__ADS_1


Angga bergegas pergi ke kamar yang ia tempati bersama dengan sang istri. ketika Angga membuka pintu kamarnya ia mendekati tempat tidur. senyuman itu terbit di wajah seorang pria yang tampan dengan berstatuskan seorang suami dan seorang ayah.


Angga melihat pemandangan yang begitu bagus sehingga ia tidak ingin melewatkan pemandangan sang istri bersama putranya. Angga memotretnya dengan menggunakan camera handphonennya untuk sebagai penyemangat dia bekerja nanti.


Angga bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terlihat begitu lengket. setelah membersihkan tubuhnya Angga keluar menuju ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.


Angga mendekati istrinya dan juga putranya, dengan tersenyum bahagia ia mengecup putranya lalu mengecup Agita istrinya, tak lupa juga ia mengecup sang buah hati yang masih berproses di dalam rahim sang istri.


Agita yang merasakan sentuhan di bagian perutnya terbangun dari tidurnya.


"Mas, kamu sudah pulang?"


"Husstt.. kamu tidak perlu banyak bergerak nanti Deon akan bangun"


Agita mengalihkan pandangannya ke putranya yang sedang terlelap dalam tidurnya.


Angga mendekati Agita lalu ia mengelus wajah Agita penuh sayang.


"Gimana udah mendingan?"


"Iya mas, udah agak mendingan"


"Nanti kita ke dokter lagi untuk memeriksakannya" ucap Angga dengan mengecup seluruh wajah Agita lalu yang terakhir ia mencium bibir mungil milik sang istri.


Agita hanya menganggukan kepalanya pertanda dirinya mengiyakan apa yang Angga katakan.


"Kamu mau makan apa?"


"Aku belum lapar mas"


"Daddy aku gak mau apa-apa, cukup Daddy memelukku dan selalu berada di dekatku" ucap Agita dengan menyerupai suara anak kecil


Angga menatap Agita lalu mengalihkan pandangannya ke arah perut sang istri dengan mengelusnya.


"Daddy akan selalu berada disisi kamu dan juga mommy, Daddy akan selalu memelukmu setiap saat nak" ucap Angga dengan mengelus perut sang istri


Angga menatap Agita lalu mengecup kembali dahi Agita. lalu Angga memeluknya dengan erat.


"terima kasih karna masih percaya padaku"


"Pekerjaan kamu bagaimana mas?" Agita langsung mengalihkan pembicaraan mereka karna ia tidak ingin Angga suaminya mengingat masa lalu dan menyalahkan dirinya yang gak bisa merawat dirinya dan Deon putranya di waktu dulu.


"Pekerjaanku berjalan dengan lancar di kantor ya walaupun aku selalu memikirkanmu di sana"


"Meri menelfonku katanya dia akan datang dengan Alex suaminya"


Angga langsung menatap Agita setelah Agita menyebutkan nama Alex.


"Ada apa mas? apa aku salah bicara?"


"Aku gak suka kamu menyebut nama Alex"


"Hey sayang, aku ini sudah jadi milikmu jadi gak mungkin aku melakukan itu" ucap Agita dengan tersenyum melihat suaminya yang cemburu


"Tapi aku gak suka sayang, dia adalah pria lain"

__ADS_1


"Dia itu sahabatmu sayang"


Angga menekuk wajahnya seolah ia tidak terima, Agita membela Alex bukan mendengarkan dirinya.


Agita yang melihat sikap suaminya itu mengerti jika suaminya sekarang seperti anak kecil yang suka cemburuan. Agita mencium wajah sang suami dan itu berhasil membuat Angga tersenyum.


"Makasih sayang"


"Dasar kamu mas"


Angga mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri, dengan pelan Angga mengecup bibir sang istri lalu ia membisikan sesuatu di telingan sang istri.


"Bolehkah aku menjenguk anakku sayang"


Agita memukul tangan Angga "Mas di sini ada Deon putra kita mas, kamu gak seharusnya ngomong seperti itu"


"Trus aku ngomongnya bagaimana sayang, ayo aku mau menjenguknya selagi kamu dalam mood yang bagus" ucap Angga dengan menyentuh bibir sang istri


Ketika Angga mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Agita. dengan pelan ia mendekatkan bibirnya ke bibir Agita.


"Daddy..."


Bruk Deon putra mereka bangun dan memanggil Angga sang Daddy. Angga yang mendengar panggilan itu langsung menjauh dan terlihat salah tingkah karna Deon.


"Eh kamu udah bangun sayang" tanya Angga dengan menatap sang putra


Sedangkan Agita menahan tawanya ketika melihat wajah sang suami yang memerah karna malu.


"Daddy kapan datangnya?"


"Tadi sayang Daddy datangnya"


Angga naik di atas tempat tidur tepat di samping Deon yang saat ini Deon berada di antara Agita dan Angga.


Angga memeluk Deon putranya agar tidur kembali, lalu Angga menatap Agita dan membisikan sesuatu lagi.


"Urusan kita belum selesai sayang"


Mendengar bisikan sang suami, Agita bukannya takut tapi malah menahan tawanya. karna sikap sang suami yang gak ada malunya.


"Dasar kamu mas, ada anak kecil kamu bisa ngomong seperti itu"


"Deon gak keberatan kan?"


"Gak keberatan apa dad?"


"Jawab aja gak"


"iya gak"


"Tuh kan Deon aja gak keberatan"


"tidur lagi sayang, daddymu sudah mulai tidak waras"


Sore itu mereka tidur bersama dengan saling memeluk satu sama lain, siapapun yang melihat keluarga itu pasti akan ikut bahagia juga.

__ADS_1


__ADS_2