
Setelah Agita masuk kedalam ruangan itu. Daffa memperbaiki jas nya sambil mendekati Alisa sedangkan Alisa terus mundur sehingga ia tersandarkan di tembok yang berada di gedung itu.
"Semakin lama kau semakin menjadi-jadi ucapanmu, apa kau katakan tadi kau mengancam kehidupan Agita menjadi tidak tenang, hmmmm." ucap Daffa dengan memasukan tangannya di dalam saku celananya dan saat itu siapapun yang melihat Daffa akan memujinya dengan sikap cool nya.
Daffa menyentuh rambut Alisa dengan menggulungnya sehingga kepala Alisa ikut tertarik.
"Aku ingatkan padamu, sebelum kau menyentuh Agita atau mengganggu keluargaku, pikirkan nasibmu setelah itu akan menjadi apa"Ucap Daffa dengan menatap gaya Alisa dari kepala sampai kaki.
"Pikirkan apa yang kau katakan, aku bisa saja membuatmu menjadi orang yang tidak memiliki apa-apa lagi" ucap Daffa.
"jika kau tidak percaya lihat saja aku akan membuatmu menangisi semuanya"
Alisa hanya tersenyum mendengar ancaman Daffa . ia benar-benar tidak takut bahkan ia membuat Daffa marah dengan mengatai Agita lagi.
Daffa yang tidak tahan dengan ucapan Alisa ia mencekik lehernya dengan mengangkat sedikit agar Alisa kesakitan.
__ADS_1
"Aku masih memberimu peringatan tapi mulutmu selalu menghina orang lain, jadi jangan salahkan apa yang akan terjadi terhadapmu nanti" ucap Daffa dengan masih memegang leher Alisa.
Agita yang melihat Daffa mencekik Alisa. ia mendekati mereka dengan berlari dan meredakan emosi Daffa. ia tidak ingin Daffa terkena masalah hanya gara-gara Daffa membela dirinya.
Sedangkan Angga hanya menonton apa yang di lakukan Daffa kepada Alisa. menurutnya rasa sakit yang di dengar dari mulut Alisa karna menghina Agita tersalurkan dari tindakan Daffa. Angga menjadi penonton saat itu bahkan Agita mau menghentikan mereka Angga malah menahan Agita dan membiarkan itu terjadi.
Demi Daffa abangnya Agita tidak mendengarkan ucapan Angga padanya. ia tidak ingin abangnya terkena masalah.
"Bang lepasin Alisa" namun Daffa tidak mempedulikan Agita. mata Daffa tidak berkedip sedikitpun karna emosinya sudah memuncak ia tidak peduli dengan ucapan siapapun selama ia belum melihat Alisa tersiksa di tangannya.
Agita tidak tau harus berbuat apalagi, Daffa benar-benar marah saat ini sampai akhirnya Agita menangis dan berkata.
"Bang lepasin Alisa, demi aku dan Deon tolong lepasin dia Agita tidak ingin Abang menjadi seorang pembunuh" ucap Agita dengan memeluk Daffa.
Daffa yang merasakan pelukan itu dan mendengar tangisan Agita. ia melepaskan Alisa dari genggamannya. ia menarik tangan Agita dan berhadapan dengannya sambil menghapus air mata Agita. dan memeluk Agita.
__ADS_1
Sedangkan Alisa ia terbatuk-terbatuk karna cekikan Daffa padanya. Alisa meraba-raba tembok untuk mencari sebagai pegangannya di saat terbatuk.
Daffa mengalihkan tatapannya kembali ke Alisa dengan memberinya peringatan bahwa ini belum seberapa , Daffa mengatakan agar Alisa menunggu kejutan darinya selanjutnya jika berani mengganggu Agita dan juga Deon.
Setelah memberi peringatan ke Alisa Daffa mengajak Agita masuk ke dalam ruangan. namun langkah Daffa terhenti di depan Angga. ia menatap Angga dengan tatapan serius ia pun memberikan peringatan pada Angga sama halnya dengan Alisa.
"Aku peringatkan satu hal padamu, jangan pernah mendekati Agita dan juga Deon selama urusanmu dengan wanita ini belum selesai, aku gak akan tanggung-tanggun memberi pelajaran pada kalian termasuk kau Angga pengusaha hebat di kota ini" ucap Daffa dengan menunjuk wajah Angga.
Angga mendengar ucapan Daffa ia tidak bisa berkata apa-apa lagi,karna Alisa selalu mengikutinya di manapun ia berada.
Setelah kepergian Agita dan Daffa, Angga pun ikut masuk kedalam ruangan acara itu dan meninggalkan Alisa sendirian.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.
🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
__ADS_1
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.