Istri Kontrak

Istri Kontrak
Epsode 105


__ADS_3

Metting yang di lakukan Angga bersama dengan pengusaha lainnya telah selesai, sebelum ia menutup pertemuannya, Angga menyampaikan sesuatu tentang pekerjaan.


Setelah selesai Angga di datangin karyawannya dan mengatakan bahwa Alisa datang ke ruangannya.


"Maaf tuan"


"Ada apa?" ucap Angga dengan wajah yang dingin tampak cuek


"Ada nona Alisa di ruangan tuan"


Mendengar nama Alisa Angga menatap karyawannya dengan wajah yang menahan emosi.


"Kenapa kalian membiarkannya masuk" ucap Angga dengan meninggalkan ruang metting


Angga melebarkan langkah kakinya, ia tidak habis pikir dengan wanita itu.


"Mau apalagi dia datang kemari, benar-benar membuang waktu saja" ucap Angga


Angga mengeraskan rahangnya ketika karyawannya mengatakan kalau wanita itu sedang beradu mulut dengan Alex. yang membuat Angga marah jika Alex berada di ruangannya itu berarti Deon bersamanya saat ini.


Semua karyawannya menatap Angga yang terlihat emosi dengan langkah kakinya begitu cepat, mereka merasa takut entah apa yang terjadi dengan pimpinan mereka, yang mereka tau hanya Alisa yang datang menemuinya, dan satu lagi yang mereka tidak tahu anak kecil yang datang bersama dengan tuan Alex.


Angga sampai di ruangannya, ia membuka pintu ruangannya melebarkan pandangannya mencari Deon putranya, pandangan Angga terhenti tepat ke putranya namun yang membuat Angga emosi adalah putranya terlihat ketakutan dan sedang menangis memeluk Alex.


Angga berjalan mendekati Alex dan Deon.


"Deon..."panggil Angga pada putranya


"Daddy.." ucap Deon sambil menangis


Angga langsung menggendong putranya, dan menghapus air mata putranya. dengan emosi Angga menatap Alisa dan juga Yeni temannya.


"Daddy, Tante jahat"


"okey tidak apa-apa, kau akan aman bersama dengan Daddy"


Tak berapa lama Agita datang, ia terkejut melihat putranya menangis ketakukan.


"Apa yang terjadi dengannya mas?" ucap Agita dengan berlari ke arah Angga dan juga putranya


Angga terkejut melihat Agita yang datang tiba-tiba ke ruangannya.


"Aku bisa jelaskan semuanya"

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada putraku mas?!" tanya Agita dengan suara yang terdengar marah


"Tidak apa-apa Agita, Deon hanya"


"Hanya apa?" Agita merebut Deon dari gendongan Angga.


"Selesaikan dulu masalahmu dengannya baru kau bisa mendekati Deon"


Ketika Agita beranjak pergi meninggalkan mereka, Angga menahan tangan Agita ia tidak ingin Agita salah paham padanya.


"Wawww... wawww kelihatannya seru" ucap Alisa dengan bertepuk tangan


"Apa kau datang kemari mau menjual anakmu agar mendapatkan uang dari Angga ?"


"Tutup mulutmu Alisa"


"kenapa aku harus menutup mulutku, seharusnya kau sadar diri Agita, kau pikir ada orang yang mau menerima anak harammu itu haaaa,jangan mimpi kau Agita" ucap Alisa.


Angga tidak tahan dengan ucapan Alisa yang telah menghina wanita yang ia cinta dan putranya yang sangat ia sayangi. Angga mendekati dan Bumm Angga mendorong Alisa ke tembok dan mencekik lehernya.


"Apa yang kau katakan tadi tentang mereka?"


"Mereka hanyalah manusia yang Haus akan hartamu Angga"


Agita mendekati Alisa dan plaaaakkkk Agita menampar Alisa yang semakin kurangajar.


"Lepaskan aku Angga" teriak Alisa sambil melepaskan tangan Angga pada lehernya


"Jika kau berani mengusik keluarga kecilku akan ku pastikan besok kau tak bernyawa lagi" bisik Angga di telinga Alisa


Mendengar bisikan Angga, Alisa merasa takut, karna ia sangat mengenal sosok laki-laki yang hidup bersamanya di masa lalu yaitu Angga Hendrawan, jika ada yang mengusik hidup orang-orang yang ia sayangi Angga tidak akan pernah melepaskan mereka dari genggamannya sampai orang itu tak bernyawa lagi.


"Alex, mulai hari ini keluar dari kantor ini aku tidak ingin melihat dia berkeliaran di kota ini" ucap Angga dengan mendorong Alisa sekali lagi ke tembok dan melepaskan tangannya di leher Alisa.


"Baik bos"


"Jika aku masih melihatnya berkeliaran di kota ini nyawamu yang akan menjadi taruhannya Lex" ucap Angga dengan wajah yang tak terbacakan.


"Apa maksudmu membunuh Alisa?" Yeni teman Alisa ikut berbicara


"Aku tidak mengenalmu dan aku tidak punya urusan denganmu" ucap Angga


"Sekarang kau berusan denganku, demi wanita murahan itu kau berani menghilangkan nyawa Alisa" ucap Yeni sambil menunjuk Agita

__ADS_1


"Apa kau katakan, wanita murahan. ingat kalianlah wanita murahan yang haus akan kekayaan orang lain" ucap Angga dengan memegang rahang mulut Yeni.


"Sekali lagi kau mengatakannya, aku pastikan malam ini kau tidak akan bernyawa lagi" ucap Angga melepaskan tangannya dan mendekati Agita dengan memeluknya.


Agita tidak bisa menghindari dirinya dari Angga, karna Agita begitu terharu dengan pembelaan Angga pada dirinya dan juga Deon darah dagingnya sendiri.


Saat itu Deon tidak berada di ruangan, ia di ajak salah satu karyawan yang memanggil Angga di ruang metting tadi, ia mengajak Deon pergi membeli ice cream kesukaaannya.


Angga menghapus air mata Agita yang menetes di kedua pipinya.


"Jangan menangis, aku akan selalu melindungi kalian di manapun kalian berada, bagiku kau dan Deon adalah segala-galanya dalam hidupku" ucap Angga dengan memeluk kembali Agita.


Alisa melihat Angga memeluk Agita, ia tidak menerima dengan apa yang Angga dan Agita lakukan padanya, ia berencana akan membalaskan dendamnya pada mereka berdua.


"ingat, aku akan membuat kalian berdua menyesal" ucap Alisa dengan menunjuk mereka berdua.


Alisa dan Yeni keluar meninggalkan ruangan Angga, sambil memegang pipinya yang di tampar Agita, dan tamparan itu membekas di pipi Alisa sehingga wajah Alisa terlihat berwarna merah.


"Maafkan aku" ucap Angga


Agita membalas pelukan Angga padanya.


karyawan yang di tugaskan untuk menjaga Deon masuk ke dalam ruangannya bersama dengan Deon putranya.


"Daddy, mommy .." panggil Deon dengan memegang 2 ice cream rasa coklat dan juga rasa stroberry


Angga mengambil Deon dari gendongan karyawannya dengan memberi ucapan terima kasih


"Terima kasih" ucap Angga


karyawan itu terkejut ia tidak menyangka laki-laki yang selama ini menjadi pimpinannya yang terkenal menakutkan bisa seramah ini dengan mengucapkan terima kasih padanya.


"Sa..sama-sama tuan" ucap karyawan itu dengar tebatah-batah.


"Kau tidak apa-apa sayang?" tanya Angga pada putranya


"gak apa-apa dad"


Angga memberikan Deon kepada Agita dan menyuruh Agita agar duduk di sofa yang berada di ruangannya.


"Aku tidak mau tau kau urus si Alisa, bagaimana caranya besok ia sudah berada di desa yang aku sebutkan tempo hari yaitu desa yang jauh dari keramaian dan juga tidak memiliki signal handphone"


"Baik bos, siap laksanakan"

__ADS_1


"besok aku sudah mendapatkan kabar baik dengan kau sudah mengirim Alisa di desa dongge, dan aku tidak ingin mendengar alasan lain yang keluar dari mulutmu, dan oh iya satu lagi semua milik Alisa dari paspor, kartu pengenal, ATM semuanya kau ambil jangan berikan ia semuanya, agar ia merasakan bagaimana hidup susah"


"Baik, perintah di laksanakan" ucap Alex dengan sedikit bercanda Agar Angga tidak terlihat tegang karna emosi kedatangan Alisa.


__ADS_2