Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 116


__ADS_3

Angga sedang mengotak Atik leptop miliknya, ia memeriksa semua cabang bisnisnya.


Sedangkan Alex terus menatap Angga yang sedang bekerja sambil senyum-senyum.


Angga yang merasa dirinya di perhatikan oleh Alex, ia pun menatap Alex dan menanyakan apa yang membuat Alex senyum-senyum.


"Kamu kenapa Lex, senyum-senyum seperti itu?"


"Gak kenapa-napa bos" ucap Alex dengan masih tersenyum "Aku hanya memikirkan apakah bos gak ada niat mau menghapus lipstik yang menempel di wajahnya bos"


"Maksud kamu apa Lex"


Alex berdiri dari tempat duduknya, ia mendekati Angga dan mengambil cermin yang berada di ruangan Angga dan meletakan cermin itu tepat di depan wajah Angga.


Angga yang masih bingung dengan sikap Alex yang aneh, yang senyum-senyum sendiri sekarang mengambil cermin dan di letakan di depan dirinya "Kamu cari masalah Lex?"


"Gak bos, coba bos melihat wajah bos di cermin" ucap Alex dengan menunjuk cermin dengan lirikan matanya.


Angga yang melihat wajahnya di cermin tersimpul malu, ia tidak menyangka jika Agita melakukannya dengan menempelkan lipstiknya di pipinya "Astaga" batin Angga


"Bagaimana bos?"


"Diam kamu Lex, makanya cepat nikah biar bisa di tempelin lipstik seperti ini"


Alex tertawa mendengarkan ucapan Angga, ia tau kalau saat ini bos nya sekaligus sahabatnya itu malu tapi untuk menghilangkan rasa malunya Angga mengarahkan ke topik lain yaitu menyuruh Alex untuk menikah agar bisa merasakan apa yang Angga rasakan saat ini.


"koq jadi aku sih, kan saat ini si bos yang jadi topiknya"


"udah diam kamu, mana tau kamu tentang romantisnya suami istri" ucapan Angga membuat Alex terdiam karna saat ini jangankan istri pacarpun Alex tak punya. "Gak usah pura-pura gak dengar Lex"


"Siapa yang pura-pura orang aku dengar koq bos"


"ya udah cari pacar sana jadikan dia istrimu, sana keluar carilah" ucap Angga dengan mengusir Alex.


Alex pun keluar dari ruangan Angga. "Aaaa si bos aku kan hanya memberitahunya, koq jadi aku sih yang kena" ucap Alex di balik pintu ruangan Angga.


Alex berjalan masuk ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya, ketika masuk ke ruangan ia menyapa Adit yang sedang bekerja di menjanya. "Hai dit"


"iya pak Alex, Ada apa pak?"


"Gak ada apa-apa lanjutkan saja pekerjaanmu" ucap Alex dengan duduk di kursi kerjanya.


Alex dan Adit berada di satu ruangan sebagai sekretaris dan asisten khusus untuk Angga.


Saat jam makan siang, Alex menemui Angga untuk makan siang namun Angga menolaknya karna ia sudah memiliki janji untuk makan siang bersama Agita istrinya.


"Bos, sudah waktunya makan siang"


"Kamu makan siang bersama Adit saja, karna aku punya janji makan siang dengan istriku"


"Apakah aku dan adit gak bisa ikut bos?"


"Gak boleh, nanti kalian merusak makan siangku lagi" ucap Angga dengan pergi meninggalkan Alex.


"Cepat sekali berubahnya si bos, pada hal kan aku yang selalu menemani dia kemana-mana sekarang malah mengatakan aku pengganggu acara makan siangnya"


Alex memiliki ide, agar ia bisa bergabung makan siang bersama dengan Angga. ia mengikuti Angga pergi bersama dengan Adit. awalnya Adit menolak karna ia takut jika ketahuan sama tuan Angga. namun Alex tetap memaksa Adit. bahkan Alex mengancam Adit kalau dirinya tidak ikut dengannya "Kamu mau di pecat dit?"


"Gak pak"


"Makanya ayo ikut denganku"

__ADS_1


"Kalau ketahuan tuan Angga bagaimana pak"


"Udah serahin semuanya padaku dit, ayo"


Akhirnya Adit mengikuti Alex untuk pergi mengikuti Angga dari belakang.


Sebelum ke restoran Angga menjemput Agita lebih dulu di DG MALL. setelah itu mereka pergi bersama-sama menuju ke restoran.


"Kenapa kita harus mengikuti tuan Angga pak?"


"Karna dia tidak ingin kita mengganggunya dit"


Adit yang mendengar ucapan Alex tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sesampainya di restoran Angga masuk dan mengambil tempat duduk di sudut restoran itu, agar ia tidak terganggu dengan orang yang masuk keluar ke restoran.


Alex menjedanya 5 menit, setelah 5 menit Alex masuk ke restoran seolah itu bukan di sengaja namun kebetulan makan di tempat yang sama. Alex berjalan dan memilih tempat duduk di dekat meja Angga dan Agita, mereka belum menyadari jika Alex berada di dekat mereka walaupun beda meja. Alex dan Adit memesan makanan.


"Sayang, kamu sengaja ya?"


"sengaja?! maksudnya apa sayang"


Angga menunjuk pipinya yang agak sedikit memerah karna bekas lipstik milik Agita " ini sayang, kamu sengaja nempelin lipstik kamu di pipiku agar orang-orang menertawakanku"


"Kenapa emang gak boleh mas aku nempelin lipstiknya?"


"Bukan gak boleh sayang, nanti apa kata karyawan ku nanti"


"Kamu sendiri yang minta kiss dari aku sebelum berangkat kerja, makanya aku kasih mas"


"Ya udah gak usah bahas lagi" ucap Angga dengan mengalah


"Kalau gak mau tertempel dengan lipstik ku gak usah minta kiss ya mas, nanti mereka malah gibahin kamu di kantor"


"Husstt mas, nanti kalau ada yang dengar malu mas"


"Kenapa harus malu kamu kan istriku"


Alex yang mendengar percakapan itu menahan tawa ia baru tau ternyata bos sekaligus sahabatnya itu bisa ngegombal seperti itu. Alex sudah tidak tahan lagi ia memutar balik tubuhnya menghadap ke arah Angga dan Agita sehingga membuat Angga terkejut.


"Sedang apa kamu di sini?"


"Sedang makan lah bos masa sedang buang air" ucap Alex dengan pindah tempat duduk


"Ngapain kamu duduk di sini?"


"Mau ikut mendengar gombalannya bos"


Agita tersenyum malu sehingga kedua pipinya terlihat merah merona dengan apa yang di katakan Alex, ia tidak menyangka apa yang ia bicarakan dengan angga terdengar oleh Alex.


"Dasar jomblo, sana cari pacar biar bisa romantis"


"Tapi aku mau di gombalin sama bos dulu, pengen tau gimana rasanya di gombalin oleh bos sendiri" ucap Alex dengan menjahili Angga.


Angga merasa geli dengan apa yang Alex ucapan "Kamu masih normal kan Lex? jangan bilang kalau selama itu kamu tidak memiliki pacar karnaaa"


"Karna apa bos?! jangan mikir yang gak-gak bos karna aku masih normal alias masih cowok tulen 100%"


"Gak percaya aku Lex, nyatanya sampai saat ini kamu gak memiliki pacar"


"Kalau aku gak normal gak mungkin aku menyukai wanita ini bos"

__ADS_1


Angga kesel mendengar ucapan Alex, api cemburunya sudah mulai menyalah ia mengambil sebuah cemilan kecil dan di lemparkan ke arah Alex.


Alex kaget dengan lemparan Angga."Hati-hati bos kasian nanti makanannya menangis"


"Ya udah kamu ambil dan makan sana"


"gak, bos kan yang melemparnya"


"Awas jika kamu berani melirik istriku Lex, aku bakal buat kamu tinggal di jalanan seperti gelandangan"


"kejam amat bos Aku kan hanya bercanda bos, gak mungkinlah aku menyukai istri bos"


Angga menatap Adit." kamu juga ikut-ikutan dengan Alex?"


"tidak tuan, saya hanya di ajak pak Alex"


"Gak usah ikut-ikutan dengan dia kamu Adit, nanti kamu ketularan jadi perjaka tua sama dia"


Adit mendengar apa yang di ucapkan atasannya tersenyum, ia tidak ingin kedekatannya dengan atasan membuatnya menjadi tidak sopan, sehingga ia menjaga lisannya agar tidak menyinggung perasaan mereka.


"Jangan gitulah bos, tenang saja aku sudah mendapatkannya"


"Benarkah?" ucap Agita


"iya.."


"jangan macam-macam kamu Lex"


"Yang ku maksud bukan istrinya bos, aku kan hanya bercanda tadi"


"Trus siapa?"


"Wanitalah bos, gak mungkin pria" ucap Alex kepada Angga dengan membuat Angga penasaran "Tenang saja bos, deket-deket ini aku ingin pedekate sama dia setelah itu aku akan menjadikannya pasanganku"


"Emang dia suka sama kamu Lex? " tanya Angga


"pastilah, siapa sih yang gak suka denganku yang sudah tampan, mapan pokoknya deh" ucap Alex dengan sedikit memuji dirinya.


"Sombong amat kamu Lex, kalau dia menyukai kamu ya sudah dekatin, tapi kalau dia gak suka sama kamu kasian kamu Lex " ucap Angga dengan tertawa


"Kalau dia gak menyukaiku ya sudah yang ada saja kalau begitu" ucap Alex sambil melirik Agita.


Angga melihat apa yang dilakukan Alex pada istrinya " sudah bosan hidup enak kamu Lex?"


"Bercanda bos" ucap Alex dengan tertawa


"Sudah mas, gak usah emosi Alex hanya bercanda koq mas gak usah ambil serius gitu" ucap Agita dengan menyakinkan Angga jika Alex gak mungkin melakukan seperti itu.


"tenang saja bos aku lagi berusaha deketin si gadis itu tapi bukan istri bos"


"Semangat ya Lex" ucap Agita


"Kenapa kamu semangati dia?" ucap Angga dengan kesel karna Agita menyemangati Alex.


"Astaga sayang aku tuh hanya milik kamu jadi gak mungkin aku melakukannya dengan laki-laki lain apa lagi sampai berpindah hati, lagian Alex kan membutuhkan dukungan sayang" ucap Agita dengan memegang tangan Angga.


Tak berapa lama makanan yang mereka pesan telah siap para waiter menyajikan makanan itu di atas meja Angga dan Agita,


Alex meminta para waiter untuk menaruh makanan mereka di atas meja bosnya.


Angga yang melihat tingkah kurang ajar Alex. membuatnya sedikit emosi Karna Alex menggagalkan makan siangnya Dengan istrinya.

__ADS_1


Alex yang menyadari itu ia hanya tersenyum ke arah Angga. seperti tidak melakukan kesalahan sedikitpun.


Sedangkan Agita ia hanya menahan tawa melihat tingkah bos dan anak buahnya. Alex seperti itu ke Angga karna Angga adalah sahabatnya jadi ia berfikir apa salahnya mengganggu bosnya. karna sudah lama Alex tidak melihat wajah kesel bos sekaligus sahabatnya itu.


__ADS_2