
Jika malam ini Angga dan Agita berpadu kasih, berbeda dengan seorang pria yang berada di apartemennya dengan hidup sendiri. pria itu hanya mengandalkan gambar di layar ponselnya untuk mengobati rasa kangennya jika ia merindukan wanita itu, siapa lagi kalau bukan Alex. saat ini ia belum memiliki keberanian untuk mendekati Meri apalagi menembaknya untuk di jadikan kekasihnya.
Di ruangan yang tidak begitu gelap hanya lampu tidur kecil yang menerangi ruangan itu seorang laki-laki sedang duduk menatap sebuah album foto di mana yang ada di dalam album itu adalah foto keluarga dan foto wanita yang begitu ia sayangi namun wanita itu telah menjadi milik orang lain.
"Ma, wanita yang begitu mama sayangi saat ini sudah bahagia dengan kehidupannya yang baru, Ken tidak perlu menjaga Agita lagi karna sudah ada seseorang yang akan menjaganya selama hiidupnya, Ken harap mama bisa melihatnya dari surga" ucap Ken dengan menyentuh gambar ibunya sambil meneteskan air matanya. "Tugas Ken telah selesai yang di berikan mama untuk mencari keberadaan Agita dan menjaganya sampai dia bahagia, tapi maaf ma Ken tidak bisa menyelamatkan ibunya Agita. maafkan Ken ma, Ken akan pergi meninggalkan kota ini ma dan akan melanjutkan bisnis papa yang ada di Prancis Ken akan meninggalkan bisnis Ken di sini dengan di kelolah oleh Gina ma" ucap Ken
Sepanjang malam Ken menangis dengan memeluk sebuah foto keluarga, menangis berjam-jam membuatnya kecapean sehingga ken tertidur begitu saja sambil memeluk bingkai foto.
*******
Pagi telah tiba, Matahari mulai menampakan wujudnya dari terangnya dan burung-burung ikut berkicauan.
Di dalam ruangan sepasang suami istri yang masih terlelap karna olahraga yang semalam, namun tidur lelapnya terganggu dengan adanya sinar matahari yang menembus dari cela-cela jendela.
Agita terbangun karna adanya sinar matahari, pemandangan yang di lihatnya pertama bangun yaitu wajah suaminya, Angga yang saat ini masih tertidur. Agita tersenyum dengan memainkan jarinya di wajah Angga, bahkan ke bibir Angga. dengan gerakan yang di buat Agita membuat Angga terbangun.
"Apakah kamu menikmatinya sayang?!" ucap Angga dengan mata masih tertutup. "Apa kamu ingin berolahraga lagi di pagi ini?" ucap Angga dengan membuka kedua matanya dan langsung memeluk Agita.
"Lepaskan aku mas, ini sudah pagi nanti apa kata mami dan papi, dan Deon juga. pasti mereka sedang menunggu kita untuk sarapan" ucap Agita dengan mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Angga.
"Tenang saja sayang mereka mengerti dengan keadaan kita saat ini" ucap Angga dengan memulai aksinya di pagi ini dan Agita tidak lagi menolak permintaan suaminya itu. paginya Angga dan Agita melakukannya sekali lagi dan Angga baru menyelesaikannya pukul setengah sembilan.
__ADS_1
Agita bangun dari tempat tidur menuju ke kamar mandi namun ketika ia berdiri dari tempat tidur Angga langsung menggendongnya dan membawanya ke dalam kamar mandi.
"Apa yang kamu lakukan mas?"
"Aku hanya ingin mandi bersama denganmu sayang"
"Mas, jangan macam-macam mas sekarang jam setengah Sembilang nanti kamu terlambat masuk kerja mas"
"Tenang saja, aku adalah bosnya jadi gak ada yang bisa memecatku sayang"
"Mas..." panggil Agita pada Angga.
Angga tak mendengarkan Agita memanggil namanya agar tak melakukan apa-apa, namun Angga menganggapnya kalau Agita sedang bernyanyi pagi ini di kamar mandi.
"Kamu adalah istriku jadi apa yang harus di malukan sayang"
"Mas, jangan seperti ini"
"tapi aku masih menginginkannya sayang" ucap Angga dengan mulai membuat istrinya agar terangsang dengan ulahnya. Agita pasrah ia tidak bisa melawan Angga. dan siang itu Angga melakukannya lagi di dalam kamar mandi dengan Agita. setelah selesai Angga membersihkan dirinya dengan menggunakan shower, sedangkan Agita membersihkan tubuhnya di bathup.
Angga sudah selesai dengan mandinya, namun ia melihat jika istrinya masih asyik berendam sehingga Angga mendapatkan ide untuk menjahili sang istri.
__ADS_1
"Kamu belum selesai mandinya sayang, apa aku harus memandikanku dan menggendongmu sayang" ucap Angga dengan menjahili Agita.
"Mas, cukup mas aku sudah selesai mandinya, sekarang kamu keluarlah lebih dulu mas" ucap Agita
"Baik, tapi jika dalam 10 menit kamu belum selesai aku akan memandikanmu dan menggendongmu untuk menggantikan pakaianmu" ucap Angga dengan tersenyum lalu keluar meninggalkan Agita di dalam kamar mandi.
Mengingat apa yang di ucapkan Angga, Agita bergegas menyelesaikan mandinya jika sampai Angga meminta melakukannya sekali lagi Agita yakin jika ia tidak akan mampu melayani Angga suaminya.
Angga yang melihat Agita keluar dari kamar mandi tersenyum ia tidak menyangka jika Agita menganggap ucapan Angga adalah benar pada hal Angga hanya ingin menggoda Agita saja.
Dengan bersamaan Angga dan Agita keluar dari kamarnya, mereka mendapati meja makan telah kosong, semua orang telah menyelesaikan sarapannya.
"Bi, bi..." panggil Agita ketika pelayan di rumah Angga lewat di hadapannya.
"Iya non"
"Deon mana ?"
"Deon sudah berangkat sekolah non bersama dengan nyonya dan juga tuan besar"
"Baiklah,makasih bi"
__ADS_1
Pagi menjelang siang Angga dan Agita melakukan sarapan berdua, Agita akan begitu malu jika sampai bertemu dengan mami dan papi Angga, karna ulah suaminya mereka melewatkan sarapan bersama pertama dengan kedua orang tua Angga dan juga putranya.