
Agita terbangun dari tidurnya ia mengucek matanya sambil melihat ke arah sampingnya ia tidak menemukan suaminya. Agita melihat jam yang berada di nakas dekat tempat tidurnya waktu menunjukan pukul 2 pagi dini hari.
Agita bangun dari tempat tidurnya ia berjalan menuju ke arah balkon ia mendapati suaminya tengah tertidur di sofa. Agita mengambil selimut di pakaikan selimut itu pada Angga suaminya setelah melakukan itu Agita kembali ke tempat tidur merebahkan tubuhnya tak menunggu lama Agita tertidur kembali. namun tak berapa lama Agita terbangun di pukul 5. dirinya segera beranjak dari tempat tidur ia berjalan menuju ke dapur ia berniat memasak makanan nasi goreng untuk sarapan pagi suaminya. Agita kini berada di ruang dapur dan di dapur itu sudah ada bi Lastri dan Maria, mereka sedang menyiapkan bahan-bahan makanan untuk mereka masak.
2 orang pelayan itu terkejut saat melihat Agita istri dari majikan mereka sedang berada di dapur.
"Nona Agita sedang apa di sini?" tanya bi Lastri salah satu pelayan.
"Aku mau masak sarapan pagi buat suamiku bi" ucap Agita
"Tapi non jika tuan tau nanti kita kena marah"
"Angga tidak akan marah bi tenang saja soal Angga itu akan jadi urusanku"
Agita mengambil ahli pekerjaan bi Lastri dan Maria ia benar-benar membuat sarapan nasi goreng buat Angga suaminya dengan telaten Agita mengerjakan semuanya, bi Lastri yang melihat itu terkagum melihat kecepatan tangan Agita yang menyiapkan bahan-bahan untuk nasi gorengnya.
waktu menunjukan pukul 6:30 dan makanan untuk sarapan pagi buatan Agita telah siap, ia memindahkan makanan itu di meja makan di rasa semua sudah beres Agita pamit ke bi Lastri untuk naik ke atas, ke kamarnya untuk mandi dan membangunkan suaminya.
Agita telah sampai di kamarnya ia tidak menemukan suaminya ia pergi menuju ke balkon dan benar saja Angga masih tertidur di sofa yang berada di balkon Agita heran melihat suaminya yang masih tidur.
Agita memutuskan pergi ke kamar mandi untuk mandi membersihkan tubuhnya yang lengket karna baru habis memasak sarapan pagi buat dirinya dan Angga suaminya.
Angga terbangun dari tidurnya karna adanya pancaran sinar matahari di pagi hari mengenai wajahnya, ia membuka matanya dan mengamati di sekelilingnya ia terkejut dengan tempat ia berada saat ini. Angga segera bangun dengan memegang kepalanya yang terasa sakit karna alkohol semalam,
Angga berjalan masuk ke dalam kamarnya ia melihat ke arah tempat tidur tapi ia tidak melihat keberadaan Agita istrinya. Angga mendengar percikan-percikan air di lantai dari kamar mandi menandakan seseorang sedang mandi. dengan pelan ia berjalan ke sofa yang ada di kamar miliknya ia duduk sambil meminum segelas air putih.
Agita telah selesai dengan aktivitas mandinya ia berjalan menuju lemari untuk memakai pakaiannya. setelah itu ia menuju ke meja rias dan menatap suaminya yang sedang duduk sambil memegang kepalanya, Agita berjalan mendekati Angga.
__ADS_1
"Kau tidak apa-apa ?" tanya Agita pada suaminya
"Aku baik-baik saja hanya sedikit pusing dan sakit kepalaku". jawab Angga
"Ya sudah kau mandi dulu bersihkan tubuhmu biar lebih fres, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu juga.
Angga menatap Agita sambil tangannya mengusap kepala istrinya.
"Terima kasih" ucap Angga pada istrinya.
Angga berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, merendamkan tubuhnya di bathup.
Agita yang merasakan kepalanya di usap oleh orang yang di cintainya itu ia tersenyum bahagia, sekecil apapun perhatian yang Angga berikan sangat berarti buat Agita saat ini.
setelah selesai merias wajahnya ia menyiapkan kebutuhan suaminya dari pakaian kantor, sepatu bahkan tas kantor yang akan di bawah oleh Angga nanti.
Angga dan Agita kini berada di meja makan mereka sarapan pagi bersama setiap harinya, Angga memasukan satu sendok nasi goreng ke mulutnya ia mengunyah nasi goreng itu dengan pelan.
"Bi Lastri .." panggil Angga pada pelayannya
"Iya tuan"
"Pagi ini siapa yang memasak nasi goreng ini?"
Bi Lastri tadinya menatap tuannya kini ia beralih menatap Agita.
Agita yang melihat bi Lastri menatapnya, ia tersenyum sambil mengagukkan kepalanya.
__ADS_1
Bi Lastri pun tersenyum dan beralih menatap tuannya.
"Nona Agita tuan yang memasaknya"
Angga yang mendengarkan itu menatap bi Lastri dan juga Agita istrinya.
"Benarkah kau yang memasaknya?" tanya Angga sambil menatap istrinya
"Iya aku yang memasaknya, kenapa tidak enak"
"Gak, ini enak koq"
Angga mengalihkan tatapannya ke bi Lastri
"Kau kembalilah bekerja"
"Baik tuan"
bi Lastri berjalan meninggalkan tuan dan istrinya sarapan, sambil tersenyum ia berjalan menuju ke belakang, karna selama bi Lastri bekerja di rumah tuannya, tuannya tidak pernah tersenyum dengan orang lain apalagi harus berbicara dengan pelayan.
semenjak adanya keberadaan kekasihnya itu tuannya begitu di batasi untuk berinteraksi dengan orang lain, bahkan kekasihnya tidak pernah melihat dan menghargai mereka sebagai pelayan. berbeda dengan Agita. Agita bahkan hampir setiap hari berinteraksi dengan mereka, dan itu membuat Agita memiliki nilai positif dari pelayan di rumah suaminya.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.
terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗
__ADS_1