
Agita sibuk dengan semua persiapannya ia juga tak lupa dengan putranya sesibuk apapun dirinya selalu meluangkan waktu untuk putranya, ia menghubungi Angga dengan menanyakan apakah Angga yang akan menjemputnya, ia tidak ingin putranya terlantar ketika pulang sekolah nanti. Gina dan Meri membantu Agita hari ini mereka begitu sibuk karna waktunya sudah dekat sedangkan Angga masih menyelesaikan tugasnya di kantor.
Angga menelfon Adit agar masuk ke ruangannya "Masuk ke ruangan saya"
"Baik tuan" ucap Adit
Adit masuk ke dalam ruangan Angga, ia menunggu perintah dari bosnya.
"Tolong kamu menjemput putra saya di sekolahnya dan antarkan dia pada calon istri saya"
"Baik tuan"
Ketika membuka pintu Adit berpapasan dengan Alex seperti biasa Adit membungkukkan setengah tubuhnya tanda hormatnya pada atasannya.
Alex mendekati Angga " Adit kamu perintahkan kemana bos?"
"Aku menyuruhnya menjemput Deon dan mengantarkannya ke Agita"
"Ekhem...."
Angga menatap Alex "ada apa denganmu Lex, kamu sakit?"
"Gak bos"
"aku pikir kamu sakit"
"Hmmmm sebenarnya.."
Angga terus menatap Alex menunggu apa yang akan Alex katakan
"Bos, gimana kalau aku saja yang menjemput tuan kecil dan mengantarnya ke nona Agita"
Angga mendengar ucapan Alex ia menyandarkan tubuhnya di tempat duduk, ia tidak habis pikir akhir-akhir ini Alex terlihat aneh "Kamu gak menyukai istriku kan Alex?!"
"mana ada bos, aku gak berani menyukainya" ucap Alex dengan sedikit tertawa takut
"Trus maksud kamu mau menjemput putraku dan mengantarnya apa maksudnya?"
"Hehehe aku hanya meringankan pekerjaan bos dan membantu Adit agar tidak capek kesana kemari"
"Alasanmu gak masuk akal Lex"
"Tapi bos.."
"Lanjutkan pekerjaanmu atau kamu ku pecat"
"iya bos" ucap Alex dengan terlihat lesu
Angga menatap Alex sambil memainkan pulpen yang ada di tangannya.
Sedangkan Alex keluar dari ruangan Angga ia menyentakan kakinya Alex begitu kesel dengan bosnya hanya meminta menjemput putranya malah di tuduh menyukai Agita.
"Bos kenapa kamu harus mencurigai aku, aku kan hanya mau menjemput dan mengantar Deon, kamu gak peka si bos" ucap Alex dengan menarik rambutnya sendiri dan menyentakan kakinya sambil berteriak kecil "Aaaaaaaa... aku ingin melihatnya walaupun hanya sekali dan hanya semenit saja, sabar Lex masih ada waktu pulang kantor semoga aja dia masih berada di sana"
Angga begitu sibuk menyelesaikan pekerjaannya sedangkan Alex setiap jam selalu mengganggu Angga menanyakan apakah Angga belum mau pulang ke rumahnya melihat Agita. dan itu membuat Angga merasa kesal pekerjaannya sampai saat ini belum selesai karna Alex selalu mengganggunya.
"Bos ini udah jam 3 apa kita belum pergi menemui nona Agita?"
__ADS_1
Angga menatap Alex dengan tatapan yang begitu kesal, rasanya ia ingin melempar Alex keluar dari ruangannya yang selalu mengganggunya dengan pertanyaan yang sama. ia tidak habis pikir kalau Alex berperilaku seperti anak kecil, dan yang lebih membingungkan Alex selalu menanyakan menemui Agita itu yang membuat Angga menjadi cemburu ada apa sebenarnya antara istrinya dengan Alex. jika ia sampai menemukan sesuatu ia tidak akan melepaskan Alex.
Seperti sebelumnya beberapa menit kemudian Alex menanyakan pertanyaan yang sama dan itu membuat Angga tidak bisa mengendalikan amarahnya.
"Kamu bisa gak, gak mengganggu saya? kamu tau kan saya lagi menyelesaikan semua pekerjaan saya" ucap Angga dengan melemparkan mouse di atas meja yang di genggamnya
Alex hanya diam saja, ia tau bahwa saat ini bosnya itu sudah benar-benar marah karna sikapnya, ia pun tak menyadari dengan perubahan pada dirinya yang seperti anak kecil yang merengek-rengek minta pulang.
"Maaf bos.."
"Sebenarnya ada apa denganmu Lex, tidak biasanya kamu bertingkah seperti anak kecil seperti ini"
"Maaf bos, saya minta maaf silahkan bos melanjutkan pekerjaannya saya akan melanjutkan pekerjaan saya sambil menunggu bos selesai"
"Okey.." ucap Angga dengan menganggukan kepalanya sambil menahan emosinya karna Alex.
*****
Agita begitu sibuk kesana kemari bersama dengan 2 temannya yaitu Meri dan Gina. dengan seriusnya ia bahkan tidak tau kalau Deon sudah datang bersama dengan Adit.
"Mommy..." panggil Deon pada Agita
Agita yang mendengarkan suara Deon dan sebutan Deon padanya ia langsung menengok sambil tersenyum dengan mendekati putranya "Uuuu jagoan mommy" ucap Agita dengan menggendong Deon walaupun Deon sudah terlihat besar namun itu tak membuat Agita tidak menggendong Deon.
"Mommy lagi apa?"
"Mommy lagi melakukan sesuatu agar ruangan ini bisa menjadi lebih bagus dan indah"
" seperti di cerita-cerita dongeng itu ya mom?"
"iya, bagaimana mommy pintar dan jagokan"
Agita tersenyum melihat sikap Deon putranya dan mendengar semua pertanyaannya " putra mommy sekarang udah banyak ngomongnya yaa, gak seperti kemarin yang bawaannya cuek banget yang gak mau tau semuanya"
"Selama mommy tersenyum dan bahagia Deon akan selalu menyukai itu dan selalu mendukung mommy" ucap Deon lalu memeluk mommy nya.
"Apakah ini akan menjadi ruangan kita berpesta ya mom?" ucap Deon dengan menatap mommy nya
"iya sayang" ucap Agita sambil mencubit pipi gembulnya Deon dengan tersenyum
Meri melihat kakaknya ia berlari mendekati Adit "Kakak sedang apa di sini?"
"kakak baru menjemput tuan kecil lalu mengantarnya kemari"
"Oh gitu, kakak udah makan?"
"Sudah tadi di kantor, kamu sudah makan?"
"Sudah kak, tadi mba Agita mengajak aku sama mba Gina makan" ucap Meri dengan melihat ke arah Agita yang sedang tersenyum dengan Deon.
"Baguslah, nanti kalau pulang kakak jemput"
"Gak usah kak, Meri bisa pulang bareng mba Gina. kakak istrahat aja yaa"
"baiklah, tapi setelah selesai semua langsung pulang gak usah keluyuran, ingat kamu adalah perempuan ada yang harus kamu jaga"
"iya kak, Meri tau. udah berapa kali kakak selalu mengatakannya" ucap Meri dengan wajah memelas seakan Meri masih kecil di mata kakaknya, namun ketika ia melihat tatapan Adit Meri tersenyum "iya kakakku sayang, Meri akan selalu mendengarkan apa yang Kakak bilang"
__ADS_1
Setelah pamit kepada Agita untuk kembali ke kantor Adit mendekati Meri adiknya seperti biasanya ia selalu mengecup pucuk kepala Meri. dan di manapun itu kalau ketemu mereka selalu melakukannya jika salah satu di antara mereka akan berpisah.
"Hati-hati kak" ucap Meri sambil melambaikan tangannya.
Meri mendekati Agita dan juga Deon "Hay tuan ganteng" sapa Meri dengan mencubit pipi Deon
dari jauh Gina berteriak sambil bersiul untuk mengolok-olok Meri karna mendapatkan ciuman di sore hari. "ciee yang mendapatkan kiss di sore hari ini ciee cieee"
"Apaan sih mba Gina"
Agita melihat tingkah Meri dan juga gina. ia hanya tersenyum melihat teman-temannya begitu bahagia.
"bilang aja kalau kamu iri gin"
"Mana ada aku iri git, diakan milik Meri"
"Bener kamu gak berniat deketin dia ?"
"cakep sih, tapi aku gak mau nikung teman sendiri"
Agita dan Meri tertawa lepas mendengar ucapan Gina. sedangkan Gina terlihat bingung melihat Agita dan Meri tertawa
"Ada apa sih, kenapa kalian tertawa?!"
"Gak ada apa-apa Gin"
"Kalau gak ada apa-apa kenapa kalian tertawa, aku kan ngomong yang bener nanti kalau aku melakukannya bisa-bisa kakakku Ken mengurungku dengan beribu cerama"
Agita menatap Meri dengan tertawa "Gina belum tau Mer"
"iya mba, biarin aja gak penting juga mana mau mba Gina dengan kak Adit"
"Emangnya kamu ikhlas kalau aku mengambil Adit dari kamu mer?"
"Aku ikhlas koq mba Gina, asalkan mba Gina bahagia dengan kak Adit" ucap Meri
"Kamu jangan bercanda mer, nanti kalau jadi kenyataan gimana?"
"Kalau jadi kenyataan ya Alhamdulillah, iya gak mer?" ucap Agita
"iya mba Agita"
"Aaaa kalian bikin aku sakit kepala"
Agita tertawa pecah dan di ikuti Meri. "Bener kamu memiliki perasaan ke Adit Gin?" tanya Agita
"Aku gak mungking nikung temanku git"
"Aku nanya kamu memiliki perasaan ke Adit atau gak?"
"hehehe dikit aja git"
"Ya udah mer, Gina gak serius dengan kakakmu gak usah kamu beri restu"
"Apa? apa yang kamu ucapkan git?"
"gak usah beri ruang mer kalau Gina gak serius sama kakak kamu" ucap Agita dengan menarik tangan Meri agar meninggalkan Gina sendiri
__ADS_1
"Heyy jangan tinggalkan aku, kita belum selesai" ucap Gina dengan mengejar Meri dan Agita yang malah menghindari Gina mendekat
Mereka tertawa dengan suara yang besar sehingga membuat yang lainnya menatap ke arah mereka. dan banyak yang berkomentar positif bahwa Agita adalah wanita yang baik yang gak memandang dari fisik ataupun latar belakangnya selama mereka baik maka Agita pun lebih baik.