
Tibalah saatnya angga menjemput agita untuk menemui maminya,
di dalam mobil hanya ada keheningan, tanpa seuntai kata di antara mereka berdua yang terdengar hanyalah mesin kendraan yang lain, juga mesin mobil angga,
angga memilih mengemudikan mobilnya dengan sendiri tanpa supir.
Agita masih setia dengan lamunannya yaitu memikirkan pengobatan ibunya dan juga keputusan yang di ambilnya, ia tidak punya pilihan lain tapi ia pun tidak ingin jika harus menikah dengan orang yang ia tidak sukai dan ia tidak cintai.
“ada apa dengan agita?, apa yang ia fikirkan?, jika ia tidak menginginkan ini kenapa dia menawarkan dirinya setelah menolak tawaranku”,
“ah masa bodoh, itu urusannya bukan urusanku, yang terpenting adalah aku bisa menunjukkan ke mami kalau aku membawa calon istriku, setidaknya mami percaya dan tidak curiga kalau agita hanyalah istri kontrakku selama enam bulan ”, batin angga
Angga memecahkan keheningan di antara mereka,
“kita akan pergi kerumah orang tuaku, kita akan bertemu dengan mereka”,
Agita menatap angga, lalu ia menganggukan kepalanya,
ia kembali menatap di luar jendela mobil angga.
Dan sampailah mereka di kediaman tuan Aji Hendrawan dan ny. Amelia Amran kedua orang tua angga, angga memencet bel rumah di kediaman orang tuanya, dan tak menunggu waktu lama pembantu di rumah itu membukakan pintu, angga masuk ke dalam rumah mencari maminya, kedua orang tuanya asyik mengobrol di ruang keluaga milik mereka.
“siapa bi?”
__ADS_1
“tuan angga nyonya” mendengarkan angga putranya datang, ny. Amel mangalihkan pandangannya dari papinya angga,
“selamat malam mi, pi”, angga berjalan mendekati mami dan papinya tak lupa ia mencium pipi maminya.
“akhirnya kamu datang juga sayang, mami kangen padamu” ny. Amel memeluk putranya itu, pandangannya tertuju pada gadis yang berada di belakang angga,
ny.Amel melepaskan pelukannya dan berjalan mendekati gadis itu yang tak lain adalah agita.
“siapa dia angga?, apa dia calon istrimu”
“dia adalah agita mi, calon istri angga” angga memperkenalkan agita pada kedua orang tuanya.
Ny. Amel langsung memeluknya, dan berkata ," terima kasih sayang sudah mau menerima putra mami.
Agita membalas pelukan ny.amel, “iya nyonya, gita juga bersyukur mendapatkan calon suami seperti mas angga”, ucap agita dengan drama aktingnya kepada ny.amel.
“iya nyonya ee mami, maaf, gita belum terbiasa mi”.
Ny.amel yang melihat tingkah gita yang malu-malu memanggilnya mami hanya tersenyum, “kamu harus membiasakannya sayang”
Agita tersenyum dan menganggukan kepalanya “iya mi”
“kapan kalian akan menikah “
__ADS_1
“secepatnya mi, rencananya dua minggu lagi kami akan menikah”
Agita terkejut, dengan apa yang di katakan angga, ia melototkan matanya kepada angga, tetapi angga mengabaikan lototan mata itu, ia hanya tersenyum ke agita.
“ya sudah, kita makan malam dulu”
“iya mi, tapi angga gak bisa lama-lama, masih ada urusan di luar mi”,
“ya sudah, kita makan malam dulu”.
Hanya bunyi sendok dan garpu yang terdengar di keheningan saat makan malam berlangsung, tak ada satu orang pun yang berbicara pada saat makan malam.
Setelah makan malam angga pamit pada kedua orang tuanya untuk pulang, dan mengantarkan agita pulang. Mereka keluar dari rumah orang tua angga menuju ke mobilnya.
“maksud kamu tu apa, pakai dua minggu lagi nikah, kenapa kamu gak tanya persetujuan aku dulu ”, agita tidak terima dengan apa yang di rencanakan angga tentang pernikahan mereka.
“ngapain minta persetujuan kamu, kamu udah terima tawaranku, berarti kamu setuju apapun yang aku katakan dan lakukan”
“maksud kamu apa?”
“maksud aku kita segera menikah sayangku”
“pokoknya aku gak setuju”
__ADS_1
Angga mengabaikan agita yang marah-marah di sampingnya hanya gara-gara keputusan dua minggu lagi menikah.
##.Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊