
Waktu begitu cepat berputar sehingga tak terasa sudah waktunya Angga menepati janjinya pada Alisa bahwa dalam 3 hari Angga harus mengusir Agita keluar dari rumahnya. dan waktu itulah telah datang.
Namun Angga belum mengusir Agita karna Agita saat ini tidak berada di rumah Angga. melainkan ia berada di rumah sakit dari semalam ia menjaga ibunya.dan tepat 3 hari dalam perjanjian Angga kepada Alisa kekasihnya, ibu agita telah meninggal karna tidak mendapatkan pendonor.
Agita pagi ini menangis dengan sesegukkan ia tidak menyangka jika ibunya tidak bisa bertahan untuk melawan penyakitnya. Agita tidak melepaskan pelukannya dari tubuh ibunya ia slalu memeluk ibunya bahkan dari semalam Agita tidak tidur sama skali ia menjaga ibunya.
Agita tidak menyangka jika obrolannya dan becandanya bersama ibunya semalam adalah hari terakhir bagi ibunya untuk Agita dan juga zio.
ibu Agita hanya berpesan pada mereka, kalau Agita harus kuat melawan kerasnya hidup di dunia karna menjadi orang baik belum tentu di sukai oleh orang-orang disekitar. ibunya hanya ingin Agita tetap menjaga adiknya zio, begitupun sebaliknya zio harus menjaga kakaknya. karna yang akan di tinggalkan ibunya hanyalah mereka berdua. nasehat ibu Agita adalah teruslah saling menjaga dan menyayangi satu sama lain apapun yang akan terjadi.
Sebaik apapun dan sepeduli apapun orang di sekitarmu mereka akan tetap meninggalkanmu dengan cara menjauhimu atau tidak mempedulikanmu suatu saat nanti. dan orang yang tidak akan pernah meninggalkanmu dalam suka maupun duka hanyalah saudaramu.
Permintaan ibunya tetaplah bersama-sama dan jangan pernah meninggalkan saudaramu hanya karna demi orang lain yang baru kau kenal.
itu adalah pesan terakhir dari ibu Agita untuk anaknya Agita dan juga Zio.
Agita menangis sesegukkan dalam pelukan ibunya, ia belum siap di tinggalkan ibunya. ibunya adalah tempat semua keluhan agita tempatnya berbagi semua keluhannya dan ibunya lah yang slalu menguatkan Agita ketika dirinya merasa rapuh akan kerasnya hidup.
Agita melepaskan pelukannya dari tubuh ibunya, saat ini mayat ibunya akan di bawah kerumah Agita yang dulu sebelum ia tinggal bersama dengan Angga.
Agita memakamkan jasad ibunya di samping makam ayahnya karna permintaan ibunya dan ayahnya waktu masih hidup ialah jika mereka meninggal nanti mereka ingin di makam kan berdampingan.
setelah di makamkan kini tinggallah Agita dan zio yang berada di makam itu. Agita dan zio saling memeluk merasa sedih kepergian ibunya.
"Bu, sekarang ibu sudah bertemu dengan ayah. ibu tidak merasakan sakit lagi dan ibu juga tidak sendirian lagi begitupun juga dengan ayah kini kalian sudah bersama-sama di alam sana" ucap Agita dengan memegang batu nisan ibunya.
"Bu, Agita ikhlas dengan kepergian ibu, meskipun Agita belum siap harus hidup tanpa ibu dan ayah. jika itu yang terbaik buat ibu dan ayah Agita ikhlas Bu".
Zio terduduk di samping makam ibunya dirinya terpukul dengan kepergian ibunya. namun ia berjanji pada ibu dan ayahnya kalau ia akan menjaga Agita kakaknya dan tidak akan pernah meninggalkan kakaknya.
__ADS_1
Agita menatap adiknya zio yang sedang menangis, Agita menghapus air matanya dan memegang tangan adiknya.
"Zio, kita harus kembali sedikit lagi malam akan tiba kita harus mengikhlaskan kepergian ibu"ucap Agita dengan air matanya terus menetes ia tidak bisa membendungkan air matanya.
Agita dan zio pergi meninggalkan makam ibu dan ayahnya. mereka menuju rumah mereka setibanya di rumah Agita melihat sekeliling dalam rumahnya setiap sudut ia mengingat ibunya begitu banyak kenangannya bersama ibunya. sehingga membuat Agita menangis sesegukkan lagi tapi kali ini Agita mengeluarkan suara tangisnya. ia merasa bersalah pada ibunya kalau dirinya belum bisa menjadi anak yang berbakti belum bisa membahagiakan orang tuanya belum bisa memenuhi semua permintaan orang tuanya.
Zio yang melihat kakanya terduduk di lantai di mana lantai itulah menjadi tempat duduk mereka bertiga waktu ibunya masih hidup, mereka bercanda sambil melantai bahkan Agita dan zio berebutan untuk tidur di pangkuan ibunya.
Rumah itu kini terasa sepi tidak ada lagi senyuman dan canda tawa orang tuanya.
Agita menangis seharian bahkan ia juga belum makan sampai akhirnya Agita pingsan. melihat kakanya pingsan Zio memanggil nama kakanya sambil berteriak ia menangis melihat kakanya yang terlihat lemah dan zio tidak tau apa yang harus ia lakukan sedangkan yang berada di dalam rumah hanyalah mereka berdua.
Ketika Zio beranjak dari duduknya untuk mengambil air buat kakanya. handponen Agita berdering dengan cepatnya zio menjawab panggilan itu dan yang menelfon saat itu adalah Gina sahabat Agita dan juga adik Ken.
"Hallo Git, kenapa kau tidak masuk kerja hari ini?"
tanya Gina pada Agita namun Gina mendapatkan jawaban dari pertanyaannya dengan suara seorang laki-laki dengan menangis.
"Tolong bantu kak Agita, tolong bantu"
Gina yang mendengar suara yang meminta tolong dengan menyebut nama Agita. Gina semakin penasaran apa yang terjadi dengan Agita.
"Ada apa dengan Agita?, kenapa dia cepat katakan" ucap Gina dengan merasa khawatir
Ken yang melihat sikap adiknya berbicara di telfon merasa bingung, tidak biasanya adiknya seperti itu ketika sedang menelfon.
"kak tolong bantu kak Agita"
"iya kenapa dengan Agita, cepat katakan"
__ADS_1
"Kak Agita pingsan kak, tubuhnya terlihat lemas"
"cepat katakan alamat rumah kalian di mana" ucap Gina sambil mengambil tasnya dan memakai sendalnya untuk keluar namun langkahnya terhenti ketika Ken menahan tangannya.
"kau mau kemana dek?"
"Kak EN kita segera pergi ke tempat Agita kak"
"Ada apa dengan Agita?"
"Agita pingsan kak"
mendengar ucapan Gina adiknya. Ken mengambil kunci mobilnya, mereka kini menuju ke rumah Agita dengan 25 menit Ken dan Gina sampai di rumah Agita.
Ken dan Gina berlari menuju ke dalam rumah Agita. tepat sampai di dalamnya Gina dan Ken melihat Agita yang sedang terbaring di pangkuan zio dengan tubuh yang lemas dan terlihat pucat.
dengan segera Ken mengendong Agita. membawa Agita ke rumah sakit di ikut Gina dan juga zio.
Ken menyuruh Gina untuk membawa mobilnya sedangkan ken menggendong tubuh Agita di pangkuannya.
dalam waktu 30 menit mereka telah sampai di rumah sakit Agita langsung mendapatkan penanganan dari dokter.
setelah dokter memeriksa Agita dokter mengatakan jika tubuh Agita dalam sehari ini tidak mendapatkan asupan makanan dan juga air sehingga membuat tubuhnya lemas. dan juga dokter mengatakan bahwa Agita sedang mengandung, usia kandungannya sekarang adalah 3 Minggu.
dokter menyarankan agar Agita menjaga kesehatannya agar bayi dalam kandungannya juga baik-baik saja.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.
🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
__ADS_1
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.