
"Gak terasa ya Pi, sedikit lagi Angga resmi menikah dengan Agita. walaupun dulu dia pernah menyakiti perasaan Agita. namun Agita tetap menerimanya"
"iya, papi juga senang kalau akhirnya mereka bisa bersatu lagi"
"mami bangga memiliki menantu seperti Agita. gak kebayang gimana sulitnya membesarkan buah hati sendiri, dalam masa kehamilan Angga saja mami gak mau jauh dari papi waktu itu, tapi menantu kita bisa melewati semua itu dengan sendiri Pi" ucap ny.amel dengan mata yang berkaca-kaca, ia tau bagaimana rasanya berada di posisi itu dan lebih membuat ny.amel bersimpati ke Agita kalau Agita terus membesarkan putranya dengan tidak menggugurkan cucunya yang saat ini.
"Papi paham apa yang mami maksudkan, sekarang tugas kita harus membahagiakan mereka, melindungi Agita dan juga cucu kita"
"iya Pi" ucap ny.amel sambil menyandarkan kepalanya di pundak suaminya
Di tempat lain di gedung untuk di gelarkan acara pernikahan Agita kini sudah terlihat bagus dengan penataannya dan juga pendekoran ruangan.
Agita, Gina, dan juga Meri saat ini sedang duduk dengan mengistirahatkan tubuh mereka yang sedari tadi mengurus ini itu walaupun Agita tidak terlalu melakukannya karna setiap ia mengerjakannya selalu di rebut oleh Gina dan Meri , seakan mereka gak mau jika Agita kecapean sedangkan ini adalah acara pernikahannya seharusnya dirinya tidak berada di tempat itu melainkan berada di rumah dengan mempersiapkan dirinya. namun Agita tetap ingin mengerjakan semua membantu orang-orang yang mempersiapkan semuanya dan itu terbukti bahwa Agita adalah sosok yang keras kepala jika tentang membantu orang bahkan Angga pun tak bisa membantahnya hanya bisa mengizinkan Agita namun dari belakang Angga memperkerjakan orang-orangnya agar memperhatikan Agita dan menjaga Agita agar tidak terluka.
10 menit Angga dan Alex telah sampai Angga berjalan mendekati Agita dengan wajah yang kesal. dengan pelannya Angga mendekati Agita dan mencium kepala Agita.
Dengan tingkah Angga yang begitu perhatian pada Agita membuat para pekerja terkagum melihat perhatian Angga untuk calon istrinya.
Sedangkan Alex matanya tak berhenti menelusuri setiap sudut ruangan ia yang selalu berada di belakang Angga saat ini dirinya malah ketinggalan dari Angga.
Angga selalu memperhatikan Alex dengan tatapan kesal dan juga penasaran perubahan sikap Alex. setiap tatapan Alex menelusuri setiap ruangan Anggapun mengikutinya namun angga tak mendapatkan apapun
"Kamu kenapa mas?" tanya Agita
"Gak apa-apa sayang"
"koq sikap Alex gak seperti biasanya mas?" tanya Agita ketika melihat Alex seperti sedang mencari sesuatu dengan matanya. "Alex lagi cari siapa mas?"
"Gak tau sayang, aku juga bingung sikap Alex berubah, kamu tau gak di kantor dia selalu menggangguku selalu menanyakan jam berapa aku mau menemui kamu dan lebih yang bikin aku kesal dia nanya kayak gitu setiap menit dan setiap jam"
"Mungkin Alex punya urusan di luar mas tapi gak enak ngomong sama kamu"
"kalau memang Alex ada urusan di luar kenapa dia ingin menjemput Deon di sekolahnya dan mengantarkannya ke kamu?!"
__ADS_1
"Yang benar mas?"
"iya, makanya aku kesal dan marah dia ngomong ke gitu" ucap Angga dengan meraih putranya ke pangkuannya.
Agita tersenyum melihat ekspresi wajah Angga ketika mengatakan perubahan sikap Alex. "udah gak usah di tekuk seperti itu wajahnya mas, gak mungkin Alex melakukannya ke kamu gak usah mikir yang aneh-aneh deh" ucap Agita dengan meninggalkan Angga dan putranya sedang bermain
Ketika Agita berjalan mendekati salah satu pekerja, Alex menyapa Agita. Agita membalas sapaan itu dengan senyuman.
"Agita..." panggil Alex
"Ada apa Lex, kamu perlu sesuatu?" tanya Agita
"Gak, aku hanya ingin" Alex ragu-ragu mengatakannya karna ia tidak ingin mereka akan menjahilinya.
"Ingin apa Lex, katakan saja"
Sedangkan dari kejauhan ada seorang lelaki yang sedang duduk bersama dengan putranya menatap Agita dan Alex dengan wajah yang mulai berubah tadinya tertawa bersama dengan Deon saat ini tawa itu Telah hilang sedikit demi sedikit. hanya lototan mata yang terlihat menyeramkan namun Alex dan Agita tak menyadari itu.
"Kegiatan pendekoran udah selesai ya ?" tanya Alex agar ia memiliki topik untuk berbicara dengan Agita
"iya udah, tapi masih ada sedikit yang harus di perbaiki"
"oh gitu, trus teman-teman kamu gak ada yang bantuin kamu Agita?"
"Ada.."
"trus mana mereka ?"
Agita menyipitkan matanya dengan terus menatap Alex. ia merasa ada yang tidak beres dalam diri Alex. dan apa yang di katakan Angga benar kalau Alex terlihat berbeda dengan sikapnya. "Ku pikir Angga hanya mengarang saja tentang sikap Alex, tapi saat ini ternyata sikap Alex benar-benar aneh" batin Agita
Angga berjalan mendekati Agita dan juga Alex ia tidak ingin jika Agita di dekati oleh laki-laki lain termasuk Alex, mau siapapun itu jika bukan dirinya ia tidak akan mengijinkannya.
Alex mengabaikan Angga yang sedang berjalan mendekati mereka begitupun Agita yang terlihat cuek karna mereka tidak menyadari jika saat ini Angga sedang berdiri di antara Agita dan Alex.
__ADS_1
Mereka terus mengobrol sampai akhirnya Alex mendekati Agita dan membisikan sesuatu di telinganya, namun sebelum nama itu terucap Angga mendorong Alex dan menarik Agita.
"Ternyata apa yang aku pikirkan bener, kamu mulai main di belakangku dengan berniat mengambil Agita dari ku Lex, dasar kamu Lex" ucap Angga dengan marah bahkan Agita pun terkejut ketika Angga mendorong Alex dan menariknya.
"Kamu salah paham bos, aku gak ngambil Agita." jelas Alex dengan menyakinkan Angga
"Trus maksud kamu apa dekat-dekat kayak gitu ke Agita pakai bisik-bisikan lagi"
"Gak gitu bos, kamu salah paham aduh gimana jelasinnya ini "
Agita memegang lengan Angga "udahlah mas, gak enak di lihat orang-orang" ucap Agita yang mencoba meredakan emosi Angga.
"Biarin aja semua orang tau sikap Alex yang sebenarnya sayang"
"Aku gak ada niat mau mengambil Agita dari kamu bos"
"Kamu gak usah nyari-nyari alasan Alex, gak nyangka aku dengan sikapmu seperti ini" ucap Angga seakan-akan ia begitu kecewa dengan Alex.
"iya, iya aku jelaskan, tapi aku gak ada niat sama skali merebut Agita dari kamu bos"
"trus maksud kamu apa dekatin Agita?"
"Aku hanya ingin menanyakan teman Agita udah makan atau belum karna aku kasian mereka bekerja seharian bersama dengan Agita" teriak Alex dengan menutup matanya
Agita yang mendengarkan penjelasan Alex terkejut dengan sikapnya yang perhatian ke teman-temannya.
"Sejak kapan kamu perhatian sama orang lain Lex, kamu kan yang gak mau tau urusan orang"
"hmmm, aku kan hanya ingin membantu mereka biar mereka gak kena sakit nantinya , kalau mereka sakit trus yang nemenin Agita siapa ketika hari itu tiba bos"
"Okey alasan kamu masuk akal Lex, tapi jika kamu buat kesalahan dengan berniat mendekati Agita, hati-hati kamu"
"iya bos.." jawab Alex sambil menarik nafas dan menghembuskan nafasnya seolah dirinya merasa lega kalau Angga tidak mengetahui siapa nama wanita yang ia sukai.
__ADS_1