
Setelah Agita masuk ke dalam rumah, Ken belum beranjak dari tempatnya ia menyandarkan kepalanya di sandaran tempat duduknya 10 menit Ken masih berada di depan rumah Angga entah apa yang ia pikirkan saat ini, namun saat dirinya menghidupkan mobilnya tiba-tiba Ken melihat Angga sampai di rumahnya. ketika dirinya ingin menemui Angga gerakannya terhenti mendengar suara seorang wanita yang tertawa.
Ken menatap ke depan mobilnya ia melihat Angga sedang berbicara dengan Alisa kekasihnya, dan masuk ke dalam rumah angga. melihat itu Ken tidak suka dengan sikap Angga dan juga Alisa. seharusnya Angga tidak membawa wanita lain ke dalam rumah sedangkan dirinya sudah beristri, dan juga Alisa seharusnya ia mengerti saat ini pria yang bersamanya itu adalah suami orang lain tidak sepatutnya ia berhubungan dengan laki-laki bersuami.
Ken turun dari mobilnya ia mengikuti Angga masuk ke dalam rumah. sesampainya di dalam Ken tidak menyangka kalau sikap Angga selama ini telah melukai wanita lain yang tak lain adalah istrinya sendiri yaitu Agita.
"Angga..." panggil Ken sambil berjalan mendekati Angga yang sedang berdiri sambil memeluk pinggang Alisa.
Angga mendengar namanya di panggil ia langsung menatap orang yang memanggilnya.
"Ken, kau sedang apa di sini?" tanya Angga pada sahabatnya.
"Aku kesini mengantar istrimu, aku tidak sengaja bertemu dengannya tadi di taman" jawab Ken pada Angga
"Oh, jadi kau kesini karna mengantar Agita"
Ken melihat sikap Angga menanggapi ia mngantar Agita hanya biasa-biasa saja bahkan ia tidak melepaskan pelukannya pada Alisa.
Ken menatap Alisa dan berkata "apa kau tidak ingin pulang ke rumahmu Alisa?, apa kata orang nanti kau berduaan dengan orang yang telah beristri" tanya Ken dengan sindiran.
__ADS_1
Alisa yang mendengar ucapan Ken hanya tersenyum, ia menatap Angga dan memeluk Angga.
mendengar ucapan Ken sahabatnya Angga pun tersenyum dan berkata "trus kau bagaimana berduaan dengan seseorang yang telah bersuami?"
ucap Angga kepada Ken sahabatnya seolah Angga membalas ucapan Ken yang di lontarkan pada Alisa.
"Aku hanya mengantarnya pulang Ngga. aku tidak bermaksud apa-apa"
"Kenapa kau harus peduli pada Agita. kenapa kau tidak membiarkannya pulang sendiri, dia kan punya mata dan kaki untuk berjalan"
Alisa yang mendengar ucapan Angga dirinya tersenyum sambil memainkan jarinya di wajah Angga.
apa yang Angga dan Alisa lakukan saat ini benar-benar membuat Ken merasa jijik dengan sikap keduanya seolah mereka bukanlah manusia yang berperasaan lagi.
sedangkan Ken mengepalkan kedua tangannya melihat sikap Angga. tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa seperti kata Angga benar dirinya tidak bisa ikut campur karna Agita adalah istrinya.
Ken pergi dari rumah Angga ia takut nanti emosinya tidak terkendalikan melihat sikap Angga dan Alisa.
sesampainya di mobilnya ia menendang ban mobilnya ia masuk ke dalam mobilnya lagi-lagi ia memukul stir mobilnya seolah dirinya marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa melakukan apa-apa ketika wanita yang slama ini menjadi malaikat dalam hidupnya harus menerima sikap sahabatnya.
__ADS_1
Ken tidak menyangka jika Angga telah di butakan oleh cintanya pada Alisa sehingga dia bisa berbuat seperti itu ke wanita lain dan wanita lain itu adalah wanita yang begitu berharga bagi Ken.
Ken memukul-mukul stir mobilnya sampai tangannya memerah. ia mengusap wajahnya dengan kasar dan menarik rambutnya.
ia menyalahkan dirinya kenapa Agita tidak bertemu dengannya lebih dulu sebelum Angga. dan kenapa ia tidak mengenali Agita saat bertemu di restoran waktu itu pertama kali ia berkumpul dengan Angga dan Alex.
Ken menarik nafasnya dan mengeluarkan nafasnya kembali. ia menghidupkan mobilnya untuk pulang ke apartemennya.
Sesampainya di apartement Ken langsung menuju kedapur ia meminum segelas air putih dan melemparkan gelas ke dinding.
Adiknya Ken kaget ketika mendengar benda yang pecah ia berlari menuju ke dapur di dapatinya kakanya sedang berdiri dan gelas yang sudah pecah berhamburan di lantai.
Adiknya Ken yang tak lain adalah Gina yang selama ini menjadi sahabatnya Agita. kaget melihat kakaknya seperti itu
"Kak EN. ada apa dengan kakak?"
"Kenapa kak EN seperti ini, apa yang membuat kak EN marah?" pertanyaan Gina yang diajukan pada kakaknya tak di respon oleh Ken.
Gina memanggil Ken dengan sebutan EN karna dalam keluarganya sebelum kedua orang tua Ken meninggal Ken sering di panggil EN oleh orang tuanya dan juga gina. dan yang slama ini yang memantau Agita dia adalah Ken dan semenjak ia mengetahui Agita bekerja di restoran bersama dengan Gina adiknya Ken meminta bantuan pada adiknya, Gina. agar memantau Agita setiap saat di restoran ia bekerja.
__ADS_1
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.