
Sudah beberapa hari Alisa tidak mendapatkan telfon dari perusahaaan yang mengontraknya sebagai model majalah, seharusnya kemarin ia sudah mulai melakukan pemotretan, namun sampai saat ini Alisa tidak mendapatkan telfon.
Alisa memutuskan untuk datang ke perusahaan yang mengontraknya sekaligus mengecek lokasi pemotretan, sesampainya di sana ia kaget melihat ada model lain sedang melakukan pemotretan. ia mendekati fotografernya dan menanyakan kalau ini pemotretan untuk apa.
"Maaf pak, kalau boleh aku tau ini pemotretannya untuk majalah remaja ya pak?"
"iya mba, ini pemotretan majalah remaja"
"itukan seharusnya aku yang di situ, kenapa jadi wanita lain?"
"Maaf mba, itu saya tidak tau saya hanya menerima job yang telah di berikan"
"Gak bisa gitu dong, seharusnya kau menolaknya kalau bukan aku, kan udah dari awal aku yang modelnya"
"Maaf mba, itu bukan urusan saya" ucap fotografer dengan meninggalkan Alisa.
Alisa menatap wanita yang sedang di potret karena tidak bisa menerima ia berjalan mendekati wanita itu dengan menarik rambutnya.
"Siapa kau haaaaa, berani-beraninya kau mengambil tempatku"
"Aauuu sakit" wanita itu berteriak karna kepalanya terasa sakit ketika Alisa menarik rambut wanita itu
Cru-cru yang ada di lokasi melerai mereka berdua agar berhenti, namun setelah mereka berhasil menahan Alisa, wanita yang di Jambak Alisa menyerangnya dengan menarik rambut Alisa.
"Kau pikir kau siapa, berani-beraninya kau menyerang ku" ucap wanita yang di serang Alisa.
"Lepasin aku" ucap Alisa dengan merontak-rontak
Setelah terlepas ia menatap semua orang yang ada di lokasi, dengan menunjuk semua orang sambil berkata " ingat, akan ku buat kalian menyesal seumur hidup"
"Silahkan saja, kau pikir aku takut haaaa" ucap wanita itu
"Lihat saja"
"Sudah pergi sana, kau tidak di butuhkan di sini lagi"
"Awas kalian semua" ucap Alisa dengan meninggalkan tempat pemotretan
Alisa bergegas menemui pemilik perusahaan namun sebelum ia mendatangi ruangannya, ia mendapatkan telfon dari managernya.
"Ada apa?"
"Kau di mana"
"Aku di lokasi pemotretan"
"Ngapain kau kesana?"
"Aku hanya mengecek apakah pemotretan belum di lakukan tapi apa yang aku dapatkan mereka mengusirku"
"Aku tunggu kau di restoran Yeni, aku akan jelaskan semuanya"
"10 menit aku sampai di tempat Yeni"
__ADS_1
Alisa bergegas pergi ke restoran, baginya mereka tidak menghargai dirinya sebagai model sehingga mereka memutuskan kontrak sepihak tanpa persetujuannya, Alisa melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.
Sesuai dengan yang di katakan Alisa, ia sampai ke restoran tepat dalam waktu 10 menit. ia menghampiri Yeni dan juga managernya yang sedang mengobrol.
"Jelaskan padaku apa yang terjadi" tanya Alisa dengan wajah dan rambut yang terlihat acak-acakan
"Ada apa denganmu, kenapa kau seperti orang gila"
Alisa tidak merespon apa yang Yeni katakan, ia mengambil sebatang rokok yang ada di meja dengan memasukan kemulutnya dan di nyalakan korek untuk membakar rokok.
Mereka sedang berada di ruangan Yeni yaitu ruangan khusus, jadi gak ada satu orang pun yang melihat Apa yang mereka lakukan.
"Ada apa denganmu Sa?"
"Aku kesal mereka menggantiku dengan wanita murahan dalam pemotretan majalah remaja" jawab Alisa dengan suara yang emosi
"Kenapa bisa begitu, memangnya apa yang kau lakukan sehingga mereka melakukannya padamu"
"Aku gak tau Yen, aaaa mereka membuatku jengkel" ucap Alisa
Sedangkan manager Alisa hanya diam saja, karna ia tau apa yang terjadi sebenarnya namun ia tidak ingin ikut campur dalam masalah Alisa dan juga Angga.
"Jelaskan padaku apa yang terjadi?"
"Aku gak tau jelas, tapi kata mereka kau telah mengusik kehidupan Tuan Angga Hendrawan"
"Apaaaa ?!!,ini semua pasti gara-gara wanita jalang itu" ucap Alisa dengan marah saat mendengar penjelasan managernya
"Aku mau menemui Angga di kantornya"
"Sekarang kau mau menemuinya?"
"iya, tega banget dia lakuin ini ke aku"
"emangnya kau udah gak ada hubungan sama skali dengannya?"
"Persetan dengan hubungan, dengan cintanya, sekarang aku mau menemuinya" ucap Alisa dengan beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan mereka
Yeni gak mau terjadi apa-apa dengan temannya, ia mengejar Alisa.
"Aku ikut bersamamu sa, tapi biarkan aku yang mengendarai mobilnya"
Alisa memberikan kunci mobilnya pada Yeni.
Yeni menitip restoran pada managernya Alisa, karna ia ingin pergi bersama dengan Alisa menemui Angga.
Sesampainya di kantor Angga Alisa turun dari mobil ia meninggalkan Yeni yang masih di dalam mobil.
Semua menatap Alisa, karna mereka sangat mengenal Alisa bahwa dia adalah kekasih Angga pimpinan mereka dengan begitu mereka segan pada Alisa. mereka semua tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya kepada Alisa dan juga Angga, Angga menikah pun tak ada yang mengetahuinya.
Alisa berjalan dengan cepat melewati resepsionis, ia masuk ke dalam lift untuk menuju ke ruangan Angga. namun sesampainya di ruangan Angga, Alisa tidak mendapati Angga.
Alex saat ini sedang pergi menjemput Deon di sekolah atas perintah Angga. sedangkan Angga sedang mengikuti metting di ruangan khusus.
__ADS_1
Salah satu karyawan datang menghampiri Alisa dengan memberitahukan bahwa bos mereka saat ini sedang mengikuti metting, dan dalam 20 menit metting akan selesai.
Mau tidak mau Alisa harus menunggu di ruangannya agar bisa menemui Angga.
Yeni masuk ke ruangan Angga.
"Mana Angga?"
"Dia masih mengikuti metting"
"Lah trus?!"
"kita tunggu 20 menit lagi akan selesai"
"okey"
15 menit kemudian Alex datang keruangan angga bersama dengan Deon, Alex terkejut melihat ada Alisa di dalam ruangan Angga.
"Apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku ingin menemui Angga" ucap Alisa dengan menatap Deon
Alisa beranjak dari tempat duduknya ia berjalan mendekati Alex dan juga Deon.
Deon yang merasa ketakutan ia menggenggam dengan erat tangan Alex.
Alex yang merasa tangannya di genggam ia mensejajarkan dengan tinggi Deon
"Kau kenapa?" tanya Alex pade deon
Namun Deon tak menjawabnya, ia terus menatap Alisa yang datang mendekatinya.
Alex mengerti dengan sikap Deon yang berubah.
"Apa yang kau lakukan di sini?" ucap Alex dengan suara yang meninggi
"Aku hanya ingin menemui Angga" ucap Alisa dengan menyentuh Deon.
Namun Deon menghindarinya ia bersembunyi di belakang Alex "Uncle.." panggil Deon ketakutan.
"Keluar kataku, jangan menakutinya Alisa"
"Aku tidak menakutinya, aku hanya ingin berkenalan dengannya" ucap Alisa dengan tersenyum
"Sekali lagi aku katakan keluar kau dari ruangan ini"
"Apa aku gak salah dengar?!, seharusnya kau yang keluar dari ruangan ini karna ruangan ini adalah milik calon suamiku"
"Apa calon suamimu, ingat sampai kapanpun aku gak akan membiarkan kau mengganggu Angga"
"Terserah kau, aku gak peduli dengan omonganmu, oh iya satu lagi anak haram tak di izinkan masuk ke ruangan ini" ucap Alisa dengan kembali ke tempat duduknya semula.
Alex mengepalkan kedua tangannya, rasanya Alex ingin merobek mulut Alisa, namun ia menahan emosinya karna adanya Deon di sampingnya, ia tidak ingin Deon melihat apa yang ia lakukan.
__ADS_1