
"Aku gak cemburu sama skali, lagian Agita juga bukan siapa-siapa buatku"
"Makanya karna bukan siapa-siapa bagimu, biarkan lah Ken dekat dengan Agita siapa tau mereka berjodoh, iya kan Ken ?"
"Yaa doain aja Lex semoga aja"
"udah deh kalau kalian masih bahas ini aku kembali ke kantor"
"Apa salahnya sih Ngga, tinggal bilang aja iya aku cemburu kalau Agita ada yang dekatin. gampang kan, iya gak Lex?" ucap Ken
"Iya betul Ken. jujur aja Ngga, kalau iya nanti kita bantu biar kalian dekat lagi"
"Gak perlu" ucap Angga dengan beranjak dari duduknya.
Angga berencana kembali ke kantornya karna ia benar-benar gak mood dengan sahabat-sahabatnya.
Namun ketika Angga melangkahkan kakinya tiba-tiba ada seorang anak kecil berlarian sambil memanggil mommy menuju ke arah meja Agita. mendengar itu langkah Angga terhenti dan juga Ken dan Alex pun berhenti tertawa di saat mendengar suara anak kecil itu.
"Mommy, Mommy..." panggil Deon sambil mendekati arah tempat duduk Agita dan Daffa.
Agita segera memeluk putranya sambil mengusap pucuk kepala putranya.
Angga tertekun melihat anak kecil yang memanggil mommy kepada Agita dan juga memeluk Agita dan di balas Agita pelukan anak itu.
__ADS_1
Bukan hanya Angga saja, tetapi 2 orang yang sedang duduk pun menatap mereka siapa lagi kalau bukan Ken dan Alex.
Tiba-tiba angga kembali ke tempatnya dan duduk bersama dengan Ken dan juga Alex. Angga tidak jadi kembali ke kantornya karna seorang anak kecil itu, rasa penasaran Angga ingin mengetahui ada apa sebenarnya, apa yang terjadi kepada Agita. kenapa ia tiba-tiba kembali dengan sudah memiliki laki-laki lain dan juga siapa anak itu apa hubungan Agita dengannya dan laki-laki itu siapanya Agita.
Ken dan Alex yang melihat Angga kembali mereka tertawa "kenapa balik lagi Ngga?, gak jadi yaa" ucap Alex
"Apa kau penasaran hubungan apa yang dimiliki Agita dengan laki-laki dan juga anak kecil itu?"
Angga menatap Alex dengan tatapan marah dan juga kesal dengan Alex yang gak berhenti bicara sudah dari tadi.
.
"Kau bisa diam gak Lex?, dari tadi ngoceh muluh emang gak capek mulutmu Lex" ucap Angga dengan nada marah.
Tiba-tiba anak kecil itu berbicara dengan Agita, anak itu memanggil Agita dengan sebutan mommy, tidak hanya itu saja Daffa mengusap kepala Deon penuh dengan kasih sayang.
Mereka mengobrol sambil tertawa dan itu membuat Angga merasa kesal karna ia tidak bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
Semakin mereka mengobrol tiba-tiba tangan Daffa memegang pundak Agita sambil mengelusnya dan berpindah ke kepala milik Agita.
Angga tak menyadari dengan memandangi mereka Angga menggenggam gelas sehingga gelas itu pecah di tangannya.
Ken dan Alex terkejut melihat tangan Angga yang berdarah namun Angga tak merasakan apa-apa dirinya masih dengan memperhatikan Agita dan laki-laki itu.
__ADS_1
"Angga ada apa denganmu, kenapa kau mengenggam gelas itu dengan kuat, kalau tanganmu kenapa-kenapa bagaiman" ucap Alex dengan membersihkan darah di tangan Angga dengan tisu.
ketika pecahan gelas itu terdengar semua orang menatap ke arah mereka bertiga dan Agita pun menatap mereka namun Angga mengalihkan pandangannya ke arah lain sedangkan Ken dan Alex menunduk membersihkan pecahan gelas dan juga membersihkan darah yang ada di tangan Angga.
Agita hanya menatapnya sekilas karna ia tak bisa melihat wajah tiga laki-laki itu dengan jelas.
Agita meneruskan obrolannya bersama Abang angkatnya, Adiknya Zio, dan juga putra semata wayangnya deon. sampai akhirnya pesanan makanan mereka sudah tiba dan di hidangkan di atas meja mereka oleh seorang pelayanan tak lain adalah pelayanannya. Gina sendiri.
"Terima kasih yaa Gin" ucap Agita
Agita, Daffa, Zio dan Deon sedang mengisi perut mereka. setelah selesai makan mereka kembali ke hotel menemui mami dan papi angkatnya Agita.
Daffa menggenggam tangan Deon sedangkan tangannya yang lain menggandeng pundak Agita.
Angga masih dengan tatapannya pada Agita. dalam diri Angga ia merasa kesal rasanya ia ingin menarik Agita yang sedang di gandeng laki-laki lain. namun sayang Agita sudah pergi dengan laki-laki yang tak lain adalah abangnya, Daffa.
Setelah perginya Agita. Angga menarik tangannya yang sedang di bersihkan Alex dari darah lukanya yang akibat pecahan gelas. Angga beranjak pergi dari restoran itu dengan meninggalkan Ken dan Alex.
Ken dan Alex saling bertatapan mereka mengangkat pundak mereka bersamaan seolah tidak tau apa yang terjadi dengan Angga sebenarnya.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.
🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
__ADS_1
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.