Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 18


__ADS_3

Angga terlihat kesal dengan apa yang di lakukan istrinya, ia tidak terima dengan sikap istrinya yang menolaknya.


"Lihat saja nanti akan ku buat kamu menginginkannya Agita". ucap Angga dengan tatapan yang dingin dan tersenyum licik.


Angga tidak peduli dengan perasaan istrinya dia hanya menginginkan hak nya itu saja.


Agita berlari menuju kamar tamu, ia membuka dan menutup pintu kamar tersebut dengan keras sehingga beberapa pelayan di rumah Angga kaget .


"Ada apa dengan Nona Agita? apa mereka lagi berantem?"


"Sudahlah kita tidak perlu tau, itu urusan mereka kita hanya pelayan di sini, dan di gaji bekerja melayani semua kebutuhan Tuan Angga".


"Ia benar, kita tidak perlu ikut campur itu urusan mereka" ucap beberapa pelayan di rumah itu.


Agita menyandarkan tubuhnya di balik pintu itu dengan pelannya ia terduduk di lantai, ia menangis mengingat ucapan suaminya "kenapa ini semua harus terjadi, kenapa tuhan hiks hiks.. apa salah ku sampai engkau memberiku ujian seberat ini" Agita menangis sambil memegang handuk yang di pakainya.

__ADS_1


rasanya ia ingin mengakhiri semua perjanjian yang telah di buatnya dengan suaminya. namun sesaat ia tersadar jika ia masih membutuhkan biaya untuk kesembuhan ibunya, ia tidak ingin kehilangan ibunya karna hanya ibunya yang di milikinya saat ini satu-satunya keluarganya. Agita segera berdiri menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya , setelah membersihkan tubuhnya ia mengganti pakaiannya dan keluar dari kamar.


Agita ingin keluar melihat keadaan ibunya dan menemani ibunya malam ini, ia ingin menghabiskan waktu malam ini menjaga ibunya di RS. tanpa pamit Agita pergi menuju ke RS. kini ia sampai di RS dan di RS hanya ada zio yang menemani ibunya.


Zio yang melihat kakaknya datang ia segera menghampiri kakanya menanyakan kabar kakanya " Bagaimana kabar kakak, apa baik-baik saja, suami kakak memperlakukan kakak dengan baik kan, dan kenapa mata kakak sembab seperti baru habis menangis kak ?" begitu banyak pertanyaan yang di lontarkan oleh Zio adiknya kepada sang kakak yaitu Agita.


"Dek, kamu nanya nya satu-satu biar kakak bisa jawab juga satu-satu, dan kamu tidak perlu khawatir, kakak baik-baik saja koq"


"kalau kakak baik-baik saja kenapa mata kakak sembab habis nangis begitu?"


"Kenapa kak? apa suami kakak memperlakukan kakak dengan tidak baik?" tanya zio kepada sang kakak yaitu Agita.


"kakak baik-baik saja dek, dan tadi mau kesini mata kakak kelilipan ada debu yang masuk ke mata kakak dek makanya air mata kakak keluar karna sakit" jawab Agita kepada adiknya dengan alasan yang di buat-buat demi menenangkan adiknya yang emosian itu.


"kakak gak bohong kan sama aku"

__ADS_1


"gak dek, sejak kapan kakak bohongin kamu hmmm.."


"Yaa, kakak gak pernah bohong selama aku kenal kakak"


"Tapi kali ini kakak bohongin kamu dek, maafin kakak. kakak tidak punya pilihan lain selain berbohong padamu dek" batin Agita dan tanpa di sadari Air mata Agita jatuh menetes di pipinya.


"Kakak kenapa menangis?" Zio kaget melihat kakaknya yang tiba-tiba menangis.


"Kakak tidak apa-apa dek, kakak hanya kangen ayah, kangen kebersamaan kita dulu dek"


"Kakak ikhlaskan saja kepergian ayah, skarang kita fokus pada kesembuhan mama kak" ucap zio pada kakaknya agar kakaknya tidak bersedih lagi mengingat kenangan sang ayah.


##Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊


dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.

__ADS_1


terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗


__ADS_2