
"Alena please dengerin penjelasan aku dulu, aku bisa jelasin semuanya ke kamu"
"Please fa, jangan ganggu aku lagi"
"Gak"
"Kamu kenapa sih"
"Aku minta maaf Alena, aku tau aku salah"
"Sekarang gak ada yang perlu di jelaskan lagi, dan aku juga sudah memaafkanmu"
"Aku gak mau"
Daffa terus menahan tangan Gina biar Gina gak bisa kabur untuk menghindari dirinya.
"Daffa lepasin aku, tolong aku mohon jauhi aku, jangan ganggu aku lagi"
"Gak, aku gak mau melepaskanmu begitu saja setelah beberapa tahun kamu menghilang dari hadapanku"
Gina yang sudah capek melawan genggaman tangan Daffa dan juga sikap Daffa, Gina hanya bisa duduk kembali di tempat semula, yang saat ini mereka berada di restoran.
#flashback on
Daffa melihat Gina sedang duduk sendiri di restoran itu sehingga Daffa mendekati Gina dan menyapanya kembali.
Namu ketika Gina mendengar suara yang tak asing ia melihat seseorang yang berdiri di hadapannya itu.
__ADS_1
ketika ia ingin pergi Daffa langsung menahan Gina dengan memegang tangannya.
#flashback off
"Alena aku minta maaf aku tau aku salah, aku ingin memperbaiki semuanya aku ingin kita kembali seperti dulu lagi"
ketika Daffa menjelaskan kesalahannya, tiba-tiba handphone Gina berdering menandakan ada seseorang yang menelfon.
Gina melihat layar handphonennya, tertera nama kakaknya ken yang sedang memanggil, tanpa berfikir panjang lagi Gina langsung mengangkatnya agar bisa menghindari Daffa lagi.
"Maaf aku harus pergi, kakakku sedang menungguku"
Daffa mengenggam tangan Gina, seolah ia tidak mengizinkan Gina pergi.
"Lepasin aku Daffa, kakakku sedang menungguku sekarang"
"okey, tapi izinkan aku mengantarmu"
"Biar aku yang urus mobilmu, sekarang aku akan mengantarmu ke tempat kakakmu"
"Daffa, jangan bikin aku tambah benci dengan sikapmu seperti ini"
"Aku hanya ingin bersama dengan kamu"
Gina hanya diam saja ketika Daffa mengatakannya dia ingin bersama dengan dirinya.
beberapa menit lagi handphone Gina berdering dengan nama panggilan yang sama yaitu kakaknya Ken.
__ADS_1
"Aku akan membiarkanmu pergi tapi izinkan aku bertemu denganmu lagi"
Gina menghembuskan nafas panjangnya yang melihat sikap Daffa terus memaksanya. ia tidak habis pikir dengan sikap Daffa yang dulu dan sekarang tetap sama saja, gak ada yang berubah.
"Baiklah, kita akan bertemu lagi, nanti aku akan mengabarimu tempat dan harinya"
Gina tidak punya pilihan lain selain mengiyakan apa yang Daffa inginkan, Gina begitu kenal sikap Daffa yang keras kepala dan egois.
"Bagi aku nomor kamu, biar aku bisa menghubungi kamu"
Gina memberikan nomornya walaupun Gina tak ingin lagi berhubungan dengan Daffa. hanya ini satu-satunya cara agar dirinya bisa menjauhi Daffa nanti yaitu mengikuti keinginan Daffa bertemu dangan dirinya dan juga berkomunikasi dengan dirinya.
Setelah memberikan nomor Gina segera pergi namun tangannya di genggam lagi oleh Daffa. Gina menatap tangannya dan juga wajah Daffa.
"Aku akan mengantarkamu"
"Daffa"
"izinkan aku mengantarkanmu sampai ke mobilmu, aku takut ada yang jahat padamu"
Gina membiarkan Daffa mengantarnya sampai ke mobilnya.
"Aku harap kamu gak melupakan janjimu untuk bertemu kembali dan minum kopi bersama" ucap Daffa tersenyum
Gina tak merespon apa yang Daffa ucapkan, bahkan Gina tak membalas senyuman Daffa. Gina menghidupkan mobilnya dan menginjakan kakinya di gas mobilnya.
"Bye Alena" ucap Daffa dengan melambaikan tangannya dan tersenyum.
__ADS_1
Daffa masuk kembali ke restoran itu dengan senyum bahagia karna Gina menerima ajakannya untuk bertemu kembali. Daffa menatap nama Gina di handphonennya.
"Aku gak akan melepaskanmu lagi, dan gak akan membiarkanmu pergi lagi" ucap Daffa