
Setelah kejadian Angga mengajak Agita dan juga Deon putranya makan di restoran, mereka berjalan keluar dari ruangan Angga.
Angga menggendong Deon putranya sedangkan Agita berjalan di samping Angga. mereka menjadi sorotan karyawan Angga. mereka berbisik-bisik mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya, mengapa Angga menggendong anak kecil dan siapa wanita yang di sampingnya.
Agita mendengar karyawan berbisik-bisik tentang dirinya dan Angga, walaupun begitu namun Agita tetap melemparkan senyumannya pada semua karyawan di kantor Angga. Agita tetap bersikap ramah pada mereka sedangkan Angga ia tetap masih dengan sikap cueknya dan dingin namun tetap terlihat tampan.
******
Sehari setelah kejadian di kantor, Alex menelpon Alisa ia mengatakan bahwa Angga ingin bertemu dengannya.
Alisa mendengar apa yang Alex katakan ia begitu senang, ia tidak menyangka kalau Angga ingin bertemu dengannya.
"Akhirnya kau telah sadar Angga, bahwa hanya akulah wanita yang begitu sangat mencintaimu, dan hanya akulah yang bisa membahagiakanmu" ucap Alisa dengan Percaya diri nya
Alisa telah sampai di restoran yang Alex jadikan sebagai tempat mereka bertemu, Alisa tak melihat Alex di restoran itu sehingga alisa memutuskan menunggu Alex dan juga Angga.
Alisa tersenyum bahagia akhirnya dirinya dan Angga akan bersatu kembali akan menjadi keluarga dan ia akan menjadi nyonya Hendrawan, dengan semua yang di miliki Angga ia bisa melakukan apapun termasuk menyingkirkan Agita dan juga anak nya itu.
10 menit kemudian Alex telah sampai di restoran ia berjalan menuju ke arah Alisa. dengan melihat kedatangan Alex membuat Alisa tersenyum namun seketika senyuman itu menghilang karna dirinya tak melihat Angga berada di sekitar alex.
Alex dengan santai duduk di depan Alisa walaupun Alex merasa malas jika harus bertemu dengan Alisa namun Alex tidak punya pilihan lain, kalau saja ini bukan perintah dari Angga sampai kapapun ia tidak akan bertemu dengan Alisa.
"Dimana Angga?" tanya Alisa dengan mencari keberadaan Angga
"Angga belum bisa datang menemui kamu"
"Kalau memamng Angga tidak bisa bertemu denganku, trus kamu mau apa?"
"Ada sesuatu yang ingin Angga beritahukan padamu"
"Apa itu?, katakan padaku" ucap Alisa dengan tidak sabar mendengarnya
"Sebelum aku mengatakannya kita memesan minum dulu, aku sudah benar-benar haus"
"Cepat katakan apa yang mau kamu katakan"
"Angga ingin kamu berlibur di tempat yang sudah dia siapkan"
__ADS_1
"Gak, aku gak mau kalian pasti mau ngirim aku ke desa itu kan?!"
"Angga akan menuruti semua permintaanmu asalkan kamu pergi berlibur kesana"
"Angga akan menuruti semua permintaanku?" ucap Alisa dengan tersenyum
"iya.." dasar wanita tidak tau malu batin alex
"Termasuk menikah denganku" ucap Alisa dengan mendekatkan wajah ke Alex
Alex mendengar ucapan Alisa ia keselek dengan minuman yang ia minum.
"Ya gak gitu juga Alisa"
"Lah trus ?, pokoknya aku gak mau pergi kesana" ucap Alisa dengan pergi meninggalkan Alex
Alex kembali ke kantor setelah bertemu dengan Alisa, ia tidak habis fikir jika wanita itu masih menginginkan Angga menikahinya.
"Bagaimana bisa ada wanita seperti itu yang tidak ada malunya" ucap Alex sambil menyetir mobilnya.
Dalam perjalanan menuju kantor Alex berfikir mencari ide untuk mengirim Alisa ke desa itu, sepanjang jalan ia berfikir keras, sampai akhirnya ia hampir menabrak seseorang dan beruntungnya orang itu tidak terluka parah.
"Gak apa-apa pak, seharusnya saya yang harus minta maaf"
Alex memperhatikan penampilan laki-laki itu, ia melihat bahwa laki-laki itu sedang membawa sebuah map yang berisi berkas lamarannya.
"benar kamu gak apa-apa?"
"iya pak, saya permisi dulu" ucap laki-laki itu dengan meninggalkan Alex.
Namun Alex mengejar laki-laki itu dengan memanggilnya.
"Maaf, jika kamu gak mau aku antar ke rumah sakit, gimana kalau aku traktir kamu makan sebagai tanda terima kasih"
"Terima kasih buat apa pak?"
"Udah deh gak usah nanya lagi, ayok kita makan siang anggap aja ini sebagai tanda terima kasihku"
__ADS_1
"Baiklah.." ucap laki-laki yang di tabrak Alex.
Mereka telah sampai di restoran, Alex memesan makanan begitu juga dengan laki-laki itu.
"Kamu sedang melamar kerja?"
"iya pak, tapi belum ketemu semua yang saya datangin belum ada lowongan kerja" ucap laki-laki itu dengan tersenyum
"Nama kamu siapa?"
"oh iya kanalkan nama saya Adit"
"okey Adit, aku lagi butuh seseorang untuk bekerja sama denganku dan kebetulan aku ketemu kamu"
"Pekerjaan apa pak?"
"Gak usah panggil aku pak, panggil aja Alex"
"Baik pak Alex. maaf"
"Terserah kamu aja, oh iya pekerjaanmu adalah.."
Alex menjelaskan dengan panjang lebar ke Adit tentang pekerjaannya
"Gimana?"
"Apa ini gak apa-apa dengan bersikap seperti itu?"
"Gak apa-apa dit, tenang aja nanti pekerjaanmu ini selesai ku pastikan kamu akan bekerja di tempat kerjaku"
"Tapi kalau..."
"ya terserah kamu mau atau gak, aku hanya mau membantu kamu aja"
"Baiklah saya akan bekerja sama dengan pak Alex"
"Okey besok kita bertemu di sini untuk membahas misi kerjasama kita"
__ADS_1
"Baik"
Alex pamit pergi dengan meninggalkan Adit duduk dengan memikirkan tawaran Alex, Adit tidak bisa menolaknya karna ia sangat membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan ibu dan adiknya, ia tidak ingin adik perempuannya bekerja keras sedangkan ia hanya duduk saja. sehingga tanpa berfikir panjang ia menerima tawaran itu.