
Agita memulai aktivitasnya sebagai biasa membersihkan restoran dengan sahabatnya Gina.
ia mencoba berjalan seperti biasa agar tak menimbulkan pertanyaan dari mereka termasuk Gina sahabatnya.
Agita terlihat aneh menurut Gina dari berjalan hingga senyum-senyum sendiri, namun Gina tidak ingin menanyakannya Gina hanya memandang Agita slalu memantau sahabatnya pagi ini dari kejauhan.
Agita yang merasa di pandangi mengalihkan pandangannya ke arah Gina.
"Ada apa Gin?" tanya Agita
"Gak apa-apa Git, aku hanya heran saja hari ini kau begitu terlihat senang dan bahagia dari biasanya apa ibumu sudah mendapatkan pendonor ?"
"Belum Gin, gak ada yang cocok dengan ibuku, dan aku juga memang dari sananya periang dan sebahagia ini Gin. jadi jangan mengada-ngada kau ngomong kalau aku terlihat bahagia hari ini" ucap Agita tersenyum dan berjalan meninggalkan Gina
"Oh iya, kau kenapa Git. koq jalanmu gak seperti biasanya apa kau lagi kurang enak badan?"
"Aku gak apa-apa beneran, aku sehat koq Gin".
__ADS_1
Dari kejauhan ada seorang wanita memperhatikan mereka yang bekerja sambil mengobrol, wanita itu selalu memperhatikan Agita entah punya masalah apa ia sama Agita, sehingga harus memantau Agita setiap saat. wanita itu berjalan ke arah Agita dan Gina. wanita itu berkata "Ayok bekerja jangan hanya mengobrol saja, kalian pikir kalian di gaji hanya mengobrol saja"
Gina dan Agita rasanya ingin menutup mulut wanita itu yang masih pagi sudah mengoceh ini itu.
Wanita itu berbalik meninggalkan Agita dan Gina namun langkahnya terhenti dan ia berbalik kembali dan mendekati Agita. " Oh iya apa kau mendengar saranku semalam Agita. aku rasa iya kalau gak kenapa jalanmu seperti itu, dan berapa banyak uang yang kau dapatkan semalam hmmm" ucap kasar wanita itu
Agita yang mendengarkan mengepalkan kedua tangannya rasanya ia ingin menampar wanita itu tapi ia masih membutuhkan pekerjaan ini dan menjaga amanah bossnya Rendy agar bekerja dengan baik, menjaga nama baik restoran itu dengan syarat tidak mengundang ke kacauan di restoran.
Ginapun sama halnya dengan Agita sahabatnya, rasanya ia ingin merobek mulut milik wanita yang berada di depannya jika saja ia bukan teman bossnya pasti Gina sudah menampar dan merobek mulut wanita lampir itu.
Gina mendekati sahabatnya dan berkata "Sudahlah git, gak usah di pikirin gak usah di masukin ke hati omongan lampir tuh" ucap Gina menenangkan Agita.
"Entahlah git, mungkin ia iri sama kamu karna kamu cantik dan baik, gak seperti dia udah berumur tapi belum nikah-nikah" ucap Gina dengan tertawa
Namun Gina langsung menutup mulutnya takut di dengar oleh Bu Yeni, kalau sampai di dengar entah apa yang akan terjadi.
******
__ADS_1
Angga berjalan menuju ke ruangannya dengan menaiki lift, sepanjang jalan menuju lift Angga senyum-senyum seperti orang yang sedang jatuh cinta dan senyuman itu mencuri perhatian karyawannya dan sekretarisnya.
"Ada apa dengan boss yang senyum-senyum gitu di pagi ini gak biasanya loh" ucap karyawannya di bagian recepsionis
"Iya, aku juga gak tau, apa boss Angga sedang jatuh cinta yaa?!!"
"Aahh jangan bercanda kamu, diakan sudah memiliki kekasih yang model itu dan rencananya sih mereka bakal tunangan tapi gak tau hanya itu yang ku dengar dari karyawan lain" kata karyawannya
"Udah aaaa gak usah bahas aku takut nanti kita di bilang menyebarkan kabar yang tidak valid lagi"
"Iya, ya udah kerja lagi aku gak mau pekerjaanku jadi taruhannya gara-gara gosip itu"
Angga mendengarkan apa yang karyawannya katakan namun ia tidak memperdulikan omongan karyawannya karna saat ini di pagi ini mood Angga begitu baik jadi gak ada alasan Angga buat marah-marah pagi ini.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.
__ADS_1
terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗