
Seorang pria sedang menikmati indahnya suasana di sore hari, pria itu manikmatinya sambil meminum secangkir kopi. namun dari kejauhan pria itu seperti terlihat sendirian tak ada yang menemani, yang saat ini hanyalah secangkir kopi yang menemaninya yang berada di atas meja.
Pria itu sedang melamunkan sesuatu, sedangkan dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikannya. dengan rasa penasaran mereka menghampiri pria itu.
Dua pria langsung duduk di sebelah pria itu. ketika salah dari dua pria itu bersuara, pria yang menikmati indahnya sore hari kaget karna mereka datang tak memberitahu dia. yang tiba-tiba sudah berada di hadapannya.
"Kamu sedang apa di sini Ken ?" tanya Alex
Ya pria yang menikmati indahnya sore hari itu adalah Ken, dan kedua pria itu adalah Angga dan Alex sahabatnya.
Awalnya mereka berniat main kerumah Ken. namun ken tak berada di sana, dan hanyalah Gina yang ada di Apartemen.
"Bagaimana bisa kalian tau aku berada di sini?"
"udahlah gak usah banyak bertanya kamu, kamu cukup jawab pertanyaan kita" ucap Alex.
"Sedang apa kamu di sini ?" tanya Angga
"Aku hanya ingin menikmati suasananya saja sambil ngopi"
"koq aku merasa ada yang gak beres yaa" ucap Alex sambil memegang dagunya
"Benarkah Lex?" tanya Angga kepada Alex
"Iya, karna setiap mau nongkrong Ken selalu mengabari kita, mengajak kita pergi, tapi ini dia malah sendirian tanpa memberitahu kita.
Ken yang mendengar ucapan Alex. hanya menatapnya tanpa memperdebatkan lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Tuh kan apa aku bilang ada yang gak beres" ucap Alex sekali lagi dengan suara kerasnya sambil menunjuk wajah Ken.
Ken hanya diam saja mendengar apa yang di katakan Alex. menurutnya omongan sahabatnya itu tak perlu di tanggapi.
Ken adalah orang yang gak terlalu banyak ngomong, ia ngomong hanya sekedar saja, tetapi jika ada seseorang yang berani menyentuh orang-orang yang di sayanginya barulah ia akan berulah.
__ADS_1
"Jangan mengundang orang-orang menatap kita Lex dengan suaramu itu"
Alex langsung menurunkan telunjuk jari tangannya lalu melihat sekeliling mereka, benar apa yang Ken katakan saat ini para pengunjung yang ada di restoran menatap mereka.
Ketika mereka sedang asyik mengobrol tentang kehidupan pribadi dan pekerjaan terutama Angga dan Alex yang terus berdebat hanya karna memuji istri mereka masing-masing, di antara mereka berdua tak ada yang mau kalah bahkan sampai nama panggilan kesayangan mereka jadi perdebatan.
Ken sebagai seseorang yang belum menikah hanya diam saja, dan hanya mendengarkan apa yang mereka katakan.
tiba-tiba Ken melihat wanita yang waktu itu di lihatnya masuk ke restoran bersama dengan pria dan juga bodyguard. Ken tidak tau siapa mereka ia hanya tau kalau wanita itu sudah mencuri pandangannya bahkan sudah berhasil masuk ke dalam pikirannya. Ken terus menatapnya namun ketika Ken tersenyum ke wanita itu karna wanita itu menatapnya. dengan sopannya wanita itu menunduk sambil tersenyum.
Senyuman itu membuat mata Ken terlihat berbinar-binar bahkan hatinya pun ikut senang, ini pertemuan kedua kali mereka. dengan kesederhanaan yang di miliki wanita itu membuat Ken ingin bertemu dengannya dan ingin melihatnya terus.
Ken tidak menyangka dirinya akan bertemu dengan wanita itu. sesekali Ken mengalihkan pandangannya ke sahabat-sahabatnya karna pria yang bersama dengan wanita itu menatap Ken.
Ken mengambil cangkir yang berada di atas meja lalu meminum kopi yang ada di cangkir itu, dan sesekali dirinya tersenyum tipis ketika melihat wanita itu. Ken tidak tau apa yang terjadi pada dirinya namun ketika melihat wanita itu dirinya begitu bahagia bahkan tersenyum tiba-tiba.
Setelah 30 menit berlalu Ken kembali menatap wanita itu namun apa yang terjadi, wanita itu sudah tidak berada di tempatnya melainkan sudah masuk ke dalam mobil bersama orang-orang berbadan besar itu. Ken berdiri dari tempatnya dan berniat mengejarnya diam-diam, namun itu tidak mungkin karna saat ini ada sahabatnya yang sedang menatapnya dari tadi. Ken mengalihkan tatapannya kepada sahabatnya ketika mobil itu sudah pergi dan tak terlihat lagi.
"Kamu mau kemana Ken?" tanya Angga.
Rasa penasaran itu muncul dalam diri mereka berdua sehingga Alex dan Angga menatap ke arah pintu masuk lalu melihat-lihat di sekeliling, namun mereka tak menemukan siapapun di sana.
Angga dan Alex menatap kembali ke arah Ken
"Ada apa denganmu Ken ?"
"Aku gak apa-apa"
"Bener gak apa-apa?"
"iya, dasar " ucap Ken kepada Alex yang dari tadi selalu menanyakan yang gak-gak padanya.
"Kamu lihat kan bos, sahabat kita yang satu ini gak pernah berubah dari dulu, apalagi kalau saat marah siapapun pasti di tonjok termasuk kamu bos" ucap Alex dengan tidak sengaja mengungkit masa lalu Angga perihal Agita.
__ADS_1
Angga yang mendengar ucapan Alex langsung kesedak ketika dirinya meminum kopi.
"Uhuk uhuk..."
"Maaf bos, aku gak sengaja"
Angga menatap Alex lalu menatap Ken yang juga menatap mereka berdua.
"Aku hanya bercanda Ken, jangan di ingat lagi ya, Angga sudah minta maaf tentang masalah itu"
"Diam kamu Lex, kamu menambah masalah saja" ucap Angga dengan ingin menonjok mulut Alex yang ngerocos terus tanpa batas.
"Jika kalian masih di sini, aku mau pergi dulu karna ada sesuatu yang harus ku urus" ucap Ken dengan menatap jam yang melingkar di lengan tangannya.
"Oh iya Ken, kita juga mau balik soalnya istriku sendirian di rumah" ucap Alex.
"Makanya nyari pembantu sana biar istrimu ada yang nemenin" ucap Angga
"Gak mau aku, soalnya kalau ada pelayan gak bebas aku membuat junior"
"Emang apa hubungannya membuat junior dengan pembantu"
"kalau gak ada pembantu kita bisa membuatnya di manapun termasuk di ruang tamu dan dapur" bisik Alex yang masih di dengar oleh Ken.
"Dasar mesum kamu Lex" ucap Angga sambil mendorong Alex agar gak dekat-dekat dengannya.
"Tapi aku saranin kamu coba dulu bos, pasti kamu akan memberikan cuti pada pembantumu, jika sudah merasakannya gimana membuat junior di ruang tamu dan di dapur"
"diam Lex, istriku saat ini sedang hamil"
"bagus bos, nanti kamu bisa menjenguknya"
"Dokter menyarankan agar aku tak menjenguknya dulu selama beberapa bulan"
__ADS_1
"Ya sudah, berarti bos puasa dulu kalau begitu" ucap Alex dengan tertawa meledek Angga.
Ken hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat dua sahabatnya itu, apalagi mendengar ucapan Alex. Alex dari dulu mulutnya gak pernah di rem selalu ngomong apa adanya bahkan gak memikirkan perasaan orang, tapi jangan salah orang lain itu hanyalah sahabatnya saja.